Jumat, 10 November 2023
SUNGGUHKAH ISLAM ITU SESUAI DENGAN PANCASILA?
Kerap kita mendengar komentar beberapa tokoh islam bahwa hanya islam saja yang berdasarkan Pancasila. Agama-agama lain tidak sesuai dengan Pancasila. Dari logika ini mereka langsung mengaitkan dengan HTI dan FPI, organisasi terlarang yang telah dibubarkan karena bertentangan dengan Pancasila. Karena itu, mereka juga menuntut agama agama-agama lain juga harus dibubarkan.
Rabu, 08 November 2023
KAJIAN ISLAM ATAS SURAH AL FATH AYAT 29
Muhammad adalah utusan Allah,
dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang
kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (QS 48: 29)
Umat islam yakin bahwa Al-Qur’an merupakan
firman yang langsung berasal dari Allah sendiri. Firman itu disampaikan secara langsung
kepada nabi Muhammad (570 – 632 M) melalui malaikat Jibril. Umat islam percaya
hanya Muhammad saja penerima wahyu Allah. Dengan kata lain, wahyu Allah hanya
disampaikan kepada Muhammad. Berhubung Muhammad adalah seorang yang tidak bisa
membaca dan menulis, maka setelah mendapatkan firman Allah itu dia langsung
mendiktekan kepada pengikutnya untuk ditulis. Semua tulisan-tulisan itu
kemudian dikumpulkan, dan jadilah kitab yang sekarang dikenal dengan nama
Al-Qur’an. Karena itu, apa yang tertulis dalam Al-Qur’an adalah merupakan
kata-kata Allah sendiri. Tak heran bila umat islam menganggap kitab tersebut
sebagai sesuatu yang suci, karena Allah sendiri adalah mahasuci. Penghinaan
terhadap Al-Qur’an adalah juga penghinaan terhadap Allah, dan orang yang
melakukan hal tersebut wajib dibunuh. Ini merupakan kehendak Allah sendiri,
yang tertuang dalam Al-Qur’an (QS al-Maidah: 33).
Keyakinan umat islam bahwa Al-Qur’an
merupakan kata-kata Allah didasarkan pada firman Allah sendiri. Ada banyak ayat
dalam Al-Qur’an, yang merupakan perkataan Allah, yang mengatakan hal tersebut.
Al-Qur’an diturunkan agar menjadi petunjuk bagi umat islam. Setiap umat islam
wajib mengikuti apa yang dikatakan dalam Al-Qur’an. Untuk kemudahan ini maka
sengaja Allah mudahkan Al-Qur’an (QS al-Qamar: 17). Dengan kata lain, Al-Qur’an
adalah
kitab yang sudah jelas dan mudah dipahami.
Berangkat dari keyakinan-keyakinan umat islam ini, maka kutipan ayat Al-Qur’an di atas haruslah dikatakan merupakan perkataan Allah sendiri, yang langsung disampaikan kepada Muhammad. Mungkin oleh Allah sendiri atau lewat malaikat Jibril. Yang pastinya, Muhammad adalah lawan bicara dalam penyampaian wahyu Allah tersebut.
Senin, 06 November 2023
JIKA MEMANG NU TIDAK TUNGGAL, MAKA ….
Ketika muncul aksi penolakan
pembangunan gereja di salah satu daerah di Jawa Timur, yang dilakukan oleh
pengurus ranting NU, sontak warga Inronesia Raya kaget. Langsung saja aksi
tersebut menjadi viral di jagat net. Hal ini menjadi viral karena selama ini
orang mengenal NU sebagai islam garda terdepan bagi toleransi dan moderat.
Bahkan ada satu label yang kerap diberikan kepada NU, yaitu penjaga gereja.
Label ini diberikan karena salah satu anak NU, yakni banser, kerap menjaga
gereja kala hari raya keagamaan Kristen (natal dan paskah). Kenapa kali ini NU
bersikap kebalikan. Ada apa dengan NU.
Tidaklah heran akti penolakan
ini lantas menjadi pembicaraan banyak orang. Salah satunya adalah Ade Armando.
Dalam channel videonya, yang diberi judul “NU Itu Anti atau Pro Gereja?” pertama-tama
Ade meletakkan persoalan penolakan itu dalam konteks yang netral. Dari sini
kemudian Ade melontarkan satu pertanyaan mendasar: apakah NU sebenarnya
menghormati keberagaman atau tidak? Setelah melontarkan pertanyaan Ade pun
langsung menjawab, dimana intinya adalah sebagai berikut: tidak ada jawaban
tunggal, karena NU memang tidak tunggal.
Sebenarnya jawaban Ade terdiri
dari 2 kalimat. Pertama, tidak ada jawaban tunggal atas pertanyaan di
atas. Artinya, tidak ada jawaban hanya “ya” saja atau juga “tidak”
saja. Dari jawaban kalimat pertama ini, Ade lantas mengaitkan dengan NU sebagai
jawaban kalimat kedua: NU memang tidak tunggal. Ini berarti menghormati
atau juga tidak menghormati keberagaman itu ada dalam tubuh NU.
Kalimat kedua dari jawaban Ade ini sangat menarik. Ini benar-benar membuka mata banyak pihak. Dalam jawaban tersebut terlihat jelas Ade mengakui bahwa dalam organisasi NU ada yang menghormati keberagaman ada pula yang tidak menghormati keberagaman. Ade lantas memberi contoh tokoh-tokoh NU yang menghormati keberagaman, misalnya seperti Said Aqil Siraj, Gus Mus, Menteri Agama sekarang, dan masih banyak tokoh lainnya. Sedangkan tokoh NU yang tidak menghormati keberagaman disebutkan seperti Ustad Abdul Somad, Kyai Ma’ruf Amin (wakil presiden sekarang). Ma’ruf Amin masuk dalam kelompok ini karena peran dia dalam kejatuhan Ahok tahun 2017. Sekalipun dalam beberapa kesempatan Ma’ruf Amin tampil sebagai tokoh yang toleran, akan tetapi tetap harus dikatakan sikap dasarnya adalah intoleran. Masih banyak tokoh NU lain yang masuk dalam kelompok intoleran ini.
