Rabu, 28 Desember 2022

STUDI AL-QUR'AN: SURAH ASY SYURA AYAT 8

 Tidak sedikit umat islam menolak tudingan agama islam agama intoleran. Mereka selalu mengatakan bahwa islam adalah agama toleran, yang menghargai perbedaan. Sering islam moderat menyangkal kalau Allah SWT hanya menghendaki islam saja. Biasanya mereka mendasarkan argumennya pada QS 42: 8, yang sayangnya hanya dikutip sebagian saja, alias tidak utuh. Mereka mengatakan, “Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia jadikan mereka satu umat.” Dengan dasar ini umat islam menyatakan bahwa mereka mengakui adanya perbedaan, dan terhadap perbedaan itu islam selalu mengedepankan toleransi. Argumentasi di atas sangatlah lemah, karena seperti yang telah dikatakan tadi, kalimat di atas tidak utuh dikutip. 



Selasa, 27 Desember 2022

BUNDA MARIA SEBAGAI BUNDA ALLAH

 

Setiap tanggal 1 Januari Gereja Semesta mempersembahkannya kepada Bunda Maria sebagai Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Banyak orang sinis terhadap gelar ini. Bukankah Maria itu manusia biasa. Kenapa dia disebut Bunda Allah? Orang menilai bahwa dengan gelar tersebut Bunda Maria dilihat sebagai Allah. Dan ada yang mengidentikkan Roh Kudus dengan Bunda Maria.

Untuk memahami gelar “Bunda Allah”, pertama-tama kita harus mengerti dengan jelas siapa Yesus, yang dikandung dan dilahirkan oleh Maria. Injil sudah mengatakan bahwa Maria mengandung dari kuasa Roh Kudus (lih. Luk 1: 26 – 38 dan Mat 1: 18 – 25). Dan yang dikandung adalah Yesus Kristus. Jadi, dari sini pemahaman kita akan beralih dari siapa Yesus kepada peran Maria sebagai Bunda Yesus Kristus.

Sebagai orang katolik, kita sungguh-sungguh yakin bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Melalui Maria, Yesus Kristus, yang adalah pribadi kedua dari Tritunggal Mahakudus, memasuki dunia ini dengan mengenakan daging manusia dan jiwa manusia. Jadi, dalam rahim Maria bersemayam Allah yang sekaligus juga manusia, yang kelak akan diberi nama Yesus. Namun kehamilan itu tidak mengubah kemanusiaan Maria menjadi ilahi. Maria tetaplah manusia biasa, tapi memiliki keistimewaan.

Gelar “Bunda Allah” yang melekat pada Maria sudah menjadi keyakinan umat sejak Gereja Perdana. Santo Yohanes Krisostomus (wafat tahun 404), misalnya, mengubah dalam Doa Syukur Agung Misanya, suatu madah untuk menghormati Bunda Maria. “Sungguh, semata-mata guna memaklumkan bahwa engkau terberkati, ya Bunda Allah, yang paling terberkati, yang sepenuhnya murni dan Bunda Allah kami. Kami mengagungkan engkau yang lebih terhormat daripada kerubim dan lebih mulia secara tak bertara daripada seraphim. Engkau, yang tanpa kehilangan keperawananmu, melahirkan Sabda Tuhan. Engkau yang adalah sungguh Bunda Allah.”

Santo Gregorius Naziansa, yang hidup akhir abad IV, menyatakan bahwa barangsiapa tidak percaya bahwa Bunda Maria adalah Bunda Allah, maka ia adalah orang asing bagi Allah. Sebab Bunda Maria bukan semata-mata saluran, melainkan Kristus sungguh-sungguh terbentuk di dalam rahim Maria secara ilahi, namun juga manusiawi.

Senin, 26 Desember 2022

BETLEHEM TEMPAT KELAHIRAN YESUS. INI BUKAN KEBETULAN

 

Bagi umat manusia, khususnya umat kristiani, Betlehem dikenal sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus. Jika ditanya kenapa Yesus lahir di sana, tentulah orang akan menjawab karena orangtuanya, yaitu Yosef, berasal dari sana. Di saat Maria sedang berada dalam masa kehamilan tua, Yosef dan Maria terkena kewajiban mendaftarkan diri di kota asal mereka, yaitu Betlehem. Ini sesuai dengan perintah Kaisar Agustus (lih. Luk 2: 1 – 4).

Sebagian pasti akan mengatakan bahwa hal itu sudah diramalkan nabi perjanjian lama. Tertulis dalam Kitab Mikha, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” (Mi 5: 1). Teks inilah yang dipakai para imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi ketika ditanya oleh Herodes perihal tempat kelahiran raja orang Yahudi. Pertanyaan ini sebenarnya berawal dari para majus. (lih. Mat 2: 1 – 6).

Kenapa Betlehem dijadikan tempat lahirnya Kristus? Memang, tempat kelahiran Yesus Kristus memiliki dasar biblis dan historis. Akan tetapi, ternyata tempat kelahiran itu memiliki makna yang dalam bagi Yesus sendiri. Kelahiran Tuhan Yesus di Betlehem bukanlah suatu kebetulan belaka, melainkan karena ada kesesuaian antara makna Betlehem dan Yesus Kristus. Kelahiran Tuhan Yesus di sana seakan menjadi makna tempat itu; atau makna tempat itu mau menggambarkan peristiwa kelahiran itu.

Sebagaimana diketahui dalam bahasa Ibrani kata “Betlehem” berasal dari kata bet, yang berarti rumah, dan lehem, yang berarti roti. Jadi, Betlehem mempunyai arti Rumah Roti. Tidak diketahui pasti kenapa tempat ini dinamakan demikian. Ada kemungkinan karena tempat ini dikelilingi oleh ladang gandum dan dari gandum itu dihasilkan roti. Di samping itu, tempat ini merupakan tempat persinggahan untuk mengambil perbekalan dalam perjalanan. Dengan kata lain, karena menghasilkan roti sebagai bekal perjalanan, maka tempat persinggahan itu dinamakan Betlehem.