Jumat, 16 Desember 2022

TINJAUAN LOGIS ATAS KATA GANTI ALLAH DALAM SURAH AR-RAD

 


Dewasa ini, jika dikatakan Al-Qur’an tentulah orang langsung memahaminya sebagai kitab suci umat islam yang bertuliskan bahasa Arab, yang terdiri dari 114 surah. Al-Qur’an merupakan pusat spiritualitas umat islam. Ia dipercaya sebagai wahyu Allah yang disampaikan langsung kepada nabi Muhammad SAW (570 – 632 M). Jadi, konteks keseluruhan ayat Al-Qur’an adalah Allah berbicara dan Muhammad mendengar. Apa yang didengar Muhammad inilah yang kemudian ditulis, dan akhirnya menjadi Al-Qur’an. Karena itu, apa yang tertulis di dalamnya dipercaya sebagai kata-kata Allah. Kepercayaan ini didasarkan pada perkataan Allah sendiri yang banyak tersebar dalam Al-Qur’an. Dengan perkataan lain, umat islam percaya bahwa kitab sucinya merupakan wahyu Allah karena Allah sudah mengatakan demikian dalam kitabnya. Hal inilah yang membuat umat islam menaruh hormat yang tinggi pada Al-Qur’an. Penodaan terhadap Al-Qur’an dilihat sebagai penodaan terhadap Allah sendiri, dan orang yang melakukan itu harus dibunuh. Ini merupakan perintah Allah, yang tertuang dalam Al-Qur’an sendiri (QS al-Maidah: 33).

Surah ar-Rad merupakan surah ketigabelas dalam kitab Al-Qur’an. Surah ini masuk dalam kelompok surah makkiyyah, artinya wahyu Allah yang turun saat Muhammad berada di Mekkah. Tidak ada info pasti kira-kira tahun berapa wahyu Allah ini turun. Surah ar-Rad hanya terdiri dari 43 ayat. Sekalipun terbilang pendek, dapat dipastikan ke-43 ayat ini tidaklah turun sekaligus. Artinya, Allah tidak langsung menyampaikan kepada Muhammad ke-43 wahyu-Nya ini. Bisa saja Allah menyampaikannya dalam 2 tahap, bisa juga lebih. Tidak ada yang tahu pasti.

Seperti surah-surah lainnya, dalam surah ar-Rad ini Allah memakai beberapa kata ganti, yang dimaknai sebagai Allah. Selain kata “Allah” sendiri, digunakan juga kata ganti “Kami”, “Dia” dan “Aku”. Jika ditelusuri dengan mata manusiawi, kata “Kami” ada 8 ayat, kata “Dia” ada 12 ayat, dan hanya ada 1 ayat dengan kata “Aku”. Ayat selebihnya ada yang menggunakan kata “Allah” ada juga yang sama sekali tidak memakai kata ganti apa pun karena memang tidak ada penggambaran peran Allah di dalamnya. Penggunaan kata-kata ganti ini bervariasi. Misalnya, pada ayat awal dipakai kata “Allah”, lalu dua ayat berikutnya pakai “Dia” untuk menunjukkan pengganti kata “Allah” di depannya. Beberapa ayat kemudian bisa saja memakai kata “Kami”, bisa juga kembali lagi ke “Allah”. Begitulah seterusnya. Terlihat pemakaian 3 kata ganti ini selalu berselang-seling. Gambaran seperti ini terulang berkali-kali sepanjang surah ar-Rad. Dalam tulisan ini akan ditampilkan penggunaan ketiga kata ganti tersebut pada ayat 30 – 43.

Sengaja diambil 14 ayat terakhir dari wahyu Allah ini karena sangat menarik untuk ditelaah. Di sini sangat terlihat tiga kata ganti yang ditafsirkan sebagai Allah dipakai secara bergantian. Harap diingat, semuanya diucapkan oleh Allah. Pada ayat 30 Allah menggunakan kata “Kami” untuk menggambarkan diri Allah, dan pada ayat 31 Allah memakai kata “Allah”. Yang menarik pada ayat 32 Allah memakai kata “Aku” untuk menyebut diri Allah, dan dalam ayat 33 – 35 kembali Allah menggunakan kata “Allah”, namun pada ayat 36 – 38 Allah menggunakan kata "Kami”. Pada ayat 39 Allah menggunakan kata “Dia” untuk menggambarkan diri Allah, dan pada ayat 40 – 41 Allah kembali memakai kata “Kami”, namun ayat 42 kembali digunakan kata “Dia”. Dalam ayat 43 sama sekali tidak ada ketiga kata ganti dan juga kata “Allah”.

Demikianlah pemaparan penggunaan ketiga kata ganti untuk Allah dalam ayat 30 – 43. Haruslah dipahami bahwa ini semua diucapkan oleh Allah; dan Allah itu hanya ada satu. Lucu bukan?

Minggu, 11 Desember 2022

STUDI ALQURAN: SURAH AL BAQARAH AYAT 216

Umat islam percaya Alquran adalah wahyu Allah karena Allah sudah mengatakan demikian dalam Alquran. Umat islam percaya Muhammad adalah nabi penutup karena Allah sudah mengatakan demikian dalam Alquran. Umat islam percaya kitab sucinya adalah kitab kebenaran karena Allah sudah mengatakan demikian dalam Alquran. Umat islam percaya babi itu haram karena Allah sudah mengatakan demikian dalam Alquran. Dan masih banyak lagi kepercayaan umat islam yang dilandasi pada perkataan Allah dalam Alquran. Dengan kata lain, karena Allah sudah berkata demikian, maka umat islam percaya dan mengikutinya. Tapi kenapa umat islam menolak bila dikatakan kewajiban islam adalah perang, sekalipun Allah sudah mengatakan hal itu dalam Alquran?


Selamat menonton video berikut ini. Apabila video di atas tak bisa dibuka, silahkan mencoba buka di channel youtube kami 

Jumat, 09 Desember 2022

KAJIAN ISLAM ATAS SURAH IBRAHIM AYAT 33

 


Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus-menerus beredar (dalam orbitnya), dan telah menundukkan malam dan siang bagimu. (QS 14: 33)

Al-Qur’an diyakini oleh umat islam merupakan wahyu Allah yang secara langsung disampaikan kepada Muhammad SAW. Hal ini bisa dipahami sebagai berikut: Allah berbicara kepada Muhammad, dan Muhammad mendengarnya. Apa yang didengar Muhammad itulah yang kemudian ditulis dan akhirnya menjadi sebuah kitab yang diberi nama Al-Qur’an. Dengan perkataan lain, umat islam percaya dan meyakini bahwa apa yang tertulis dalam Al-Qur’an adalah kata-kata Allah SWT sendiri. Dan karena Allah itu maha benar, maka apa yang dikatakan-Nya adalah sebuah kebenaran. Allah sendiri telah mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah kebenaran yang meyakinkan (QS al-Haqqah: 51). Karena itu, umat islam menilai segala sesuatu yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an adalah suatu kebohongan. Al-Qur’an telah menjadi tolok ukur kebenaran. Jadi, jika dalam Al-Qur’an dikatakan 1+1=5, umat islam percaya itu benar dan kitab lain yang mengatakan hasilnya 2 adalah palsu.

Umat islam menganggap dan menilai Al-Quran sebagai keterangan dan pelajaran yang jelas, karena memang demikianlah yang dikatakan Allah sendiri. Allah telah memudahkan wahyu-Nya sehingga umat bisa dengan mudah pula memahaminya. Sebagai pedoman dan penuntun jalan hidup, Allah memberikan keterangan dan pelajaran yang jelas sehingga mudah dipahami oleh umat islam. Umumnya para ulama menafsirkan kata “jelas” di sini dengan sesuatu yang telah terang benderang sehingga tak perlu susah-susah menafsirkan lagi pesan Allah itu. Dengan kata lain, perkataan Allah itu sudah jelas makna dan pesannya, tak perlu lagi ditafsirkan. Maksud dan pesan Allah sesuai dengan apa yang tertulis dalam Al-Quran. Penafsiran atas wahyu Allah bisa berdampak pada ketidak-sesuaian dengan kehendak Allah sendiri.

Berangkat dari pemahaman ini, maka apa yang tertulis dalam surah Ibrahim ayat 14 di atas merupakan perkataan langsung dan asli dari Allah SWT. Allah berbicara dan Muhammad mendengarnya. Apa yang tertulis di sana seperti itu juga yang didengar oleh Muhammad SAW. Memang tidak seluruh kutipan di atas merupakan asli perkataan Allah. Frasa “dalam orbitnya”, yang berada dalam tanda kurung, dapat dipastikan merupakan tambahan kemudian yang berasal dari tangan manusia. Sejatinya frasa itu tidak pernah diucapkan oleh Allah. Karena Allah sudah memudahkan wahyu-Nya, maka dengan sangat mudah pula umat islam menafsirkan kutipan kalimat Allah di atas. Mereka mengatakan bahwa Allah telah mengatur peredaran matahari dan bulan sehingga terciptalah siang dan malam. Dengan kata lain, peredaran matahari dan bulan itu membuat munculnya siang dan malam. Dan umat islam mengklaim itu sebagai kebenaran.

Klaim tersebut memang benar, tapi bukan tanpa masalah. Jika wahyu Allah di atas diletakkan pada konteksnya, maka akan muncul beberapa persoalan. Pertama, siapa yang “telah menundukkan matahari dan bulan”? Memang tafsiran atas kata ganti “Dia” adalah Allah, tapi haruslah dikatakan bahwa itu bukanlah Allah yang berbicara. Ingat, kalimat “Dia telah menundukkan matahari dan bulan …” diucapkan oleh Allah kepada Muhammad. Ibaratnya saya mengatakan kepada Anda, “Dia telah memasak kue itu.” Dapat dipastikan saya berbeda dengan dia. Yang memasak kue itu bukan saya, tapi dia. Demikian halnya dengan kutipan kalimat di atas. Allah yang telah menundukkan matahari dan bulan adalah berbeda dengan Allah yang berbicara. Karena itu, di sini terlihat ada DUA Allah.