Rabu, 18 Mei 2022

PENGARUH PSIKOLOGI DAN AGAMA BAGI KESEMBUHAN

Ketika mengunjungi orang sakit, entah itu di rumah atau di rumahsakit, sering kita mendengar atau kita sendiri melontarkan kata-kata peneguhan kepada pasien. “Sabar ya…, banyak doa, biar cepat sembuh.” Kurang lebih kata-katanya demikian, atau pun jika lain nadanya tak jauh berbeda.

Ada tiga aspek di balik pernyataan tersebut. Ada aspek psikologi (sabar), ada aspek agama (doa), dan aspek kesehatan (sembuh). Ada kesan bahwa ketiga aspek ini saling berkaitan. Kesehatan tidak hanya dapat ditentukan oleh aspek medis (kesehatan) melainkan juga oleh aspek lain, yaitu psikologi dan agama. Bagaimana hal ini dapat dijelaskan?

Sebelum membahas lebih lanjut, terlebih dahulu kita pahami konsep agama. Di sini agama diartikan sebagai pikiran (kognisi), perasaan (afeksi) serta tingkah laku sehari-hari yang kita sadari melalui interaksi dengan unsur supranatural yang dianggap punya peran penting dalam kehidupan manusia. Dalam agama terkandung unsur psikologi, yaitu (1) kepercayaan akan adanya Tuhan yang memengaruhi kehidupan; (2) tingkat kualitas dalam melakukan aktivitas agama (misalnya, frekuensi berdoa, penghayatan dalam berdoa); (3) tingkat komitmen dalam beragama.

Ada banyak penelitian dilakukan untuk melihat kaitan antara agama, kesehatan dan psikologi. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa 25 – 30 % orang yang aktif beragama memiliki usia yang lebih panjang. Keaktifan beragama diukur melalui berbagai cara, seperti mengukur tingkat kepercayaan pada agama, frekuensi kunjungan (keikutsertaan) di rumah ibadah, maupun keterlibatan dalam beribadah (berdoa, devosi, misa, membaca Kitab Suci). Tidak hanya itu, orang remaja atau juga dewasa (dengan latar belakang berbagai agama) dengan tingkat religiusitas yang tinggi juga lebih tidak menyukai minum-minuman keras dan rokok, serta lebih menunda melakukan hubungan seks di luar nikah. Mereka juga lebih sering menggunakan seatbelt, berkunjung ke dokter, serta minum vitamin dibanding mereka yang tingkat religiusitasnya lebih rendah.

Selasa, 17 Mei 2022

PESAN YEHEZKIEL BUAT PARA IMAM KINI

Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku, "Hai anak manusia, bernubuatlah melawan para imam, yang adalah gembala-gembala umat. Bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu. Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah imam-imam, yang menggembalakan dirinya sendiri! Seharusnya domba-domba yang digembalakan oleh mereka.

Dewasa kini banyak imam hanya menikmati susu dari dombanya, dari bulunya mereka buat pakaian, yang gemuk disembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak digembalakan. Yang lemah tidak mereka kuatkan, yang sakit tidak diobati, yang luka tidak mereka balut, yang tersesat tidak dibawa pulang, yang hilang tidak dicari, melainkan diinjak-injak dengan peraturan dan kepentingan pribadi.

Dengan demikian umat-Ku berserak, oleh karena gembala tidak ada, dan mereka menjadi makanan bagi segala binatang di hutan. Domba-domba-Ku berserak dan tersesat di semua gunung dan di semua bukit yang tinggi, tanpa ada yang memperhatikan atau yang mencarinya.”

Tiga paragraf di atas merupakan nubuat Nabi Yehezkiel versi masa kini. Kita dapat melihat versi aslinya dalam Yehezkiel 34: 1 – 6.

Nubuat Nabi Yehezkiel di atas, sekalipun disampaikan untuk para gembala umat Israel di masa Perjanjian Lama (sekitar 593 – 571 SM), akan tetapi tetap relevan untuk para gembala umat, kapan dan dimana saja. Saat ini, nubuat itu sangat mengena pada para gembala umat, yaitu Uskup dan para imam.

Minggu, 15 Mei 2022

STUDI AL-QUR'AN: AYAT-AYAT PENGHARAMAN BABI

Selain dikenal sebagai agama yang mengkafir-kafirkan umat agama lain, islam terkenal juga sebagai agama yang suka mengharam-haramkan. Misalnya, haram ucap selamat natal. Salah pengharaman dalam islam yang selalu menarik perhatian adalah babi. Dalam islam babi adalah haram. Dasar pengharaman ini ada pada perkataan Allah dalam Al-Qur’an. Dengan kata lain, babi haram adalah kehendak Allah. Karena itu, umat islam punya kewajiban untuk menaati apa yang dikatakan Allah. Akan tetapi, jika ayat-ayat pengharaman babi ditelaah dengan akal sehat dan kritis, maka akan ditemukan fakta yang mengejutkan. Video berikut ini mencoba menampilkan dan membahas ayat-ayat pengharaman babi dalam Al-Qur’an. (Jika tak bisa dibuka, silahkan klik di sini). Ulasan ini menggunakan metode akal sehat.