Al-Qur'an diyakini sebagai wahyu yang langsung dari Allah. Apa yang tertulis di dalamnya, termasuk titik koma, adalah perkataan Allah sendiri. Dengan membaca ayat-ayat Al-Qur'an, orang bisa menemukan wajah Allah. Seperti apa wajah Allah dalam surah al-Baqarah ayat 62? Video berikut mencoba memberikan jawabannya. Langsung saja simak videonya. Jika tak bisa diputar, coba klik di sini.
Minggu, 20 Maret 2022
Jumat, 18 Maret 2022
KAJIAN ISLAM ATAS SURAH AL-BAQARAH AYAT 187
Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. (QS 2: 187)
Allah menurunkan wahyu-Nya kepada Muhammad agar bisa
dijadikan pelajaran, tuntunan dan juga pedoman hidup yang harus dilaksanakan.
Karena itulah, Allah sudah mengatakan bahwa Al-Qur’an itu adalah keterangan,
petunjuk atau pelajaran yang mudah dan jelas (QS Ali Imran: 138; QS ad-Dukhan:
58; QS al-Qamar: 17). Selain itu, Al-Qur’an juga dilihat sebagai pedoman atau
petunjuk bagi umat islam (QS al-Jasiyah: 20). Sebagai petunjuk dan pedoman
inilah akhirnya lahir aturan-aturan islami, yang biasa dikenal dengan istilah
syariah islam. Setiap pemeluk islam wajib melaksanakannya.
Berangkat dari uraian ini, dapatlah dipastikan bahwa
kutipan ayat Al-Qur’an di atas merupakan perkataan Allah, yang bisa dijadikan
pedoman bagi pemeluk islam. Memang kutipan wahyu Allah dalam ayat 187 ini tidak
lengkap dikutip. Aslinya wahyu Allah dalam ayat 187 terdiri dari 9 kalimat,
akan tetapi kutipan di atas, yang merupakan kalimat pertama dari wahyu Allah,
sudah dijadikan satu pedoman bagi umat islam. Artinya, kutipan ayat di atas
sudah bisa ditafsir atau dipahami maknanya tanpa harus dikaitkan lagi dengan
kalimat-kalimat lainnya dalam ayat 187.
Sekalipun Allah sudah menyatakan bahwa wahyu-Nya itu jelas, bukan lantas berarti tanpa harus ada upaya tafsir-menafsir. Meski demikian, Allah sudah membuatnya mudah sehingga umat islam tak perlu pusing tujuh keliling. Demikian halnya kutipan ayat di atas. Ada satu kata yang mau tidak mau harus ditafsir sehingga umat islam memahami isi atau pesan dari kalimat tersebut. Kata itu adalah “bercampur”. Dapat dipastikan bahwa para ulama islam sepakat kata itu dimaknai dengan bersetubuh atau melakukan aktivitas suami istri (bersenggama). Karena itulah, kalimat pertama dalam wahyu Allah ini dipahami bahwa Allah membolehkan suami istri melakukan hubungan seksual pada malam hari puasa.
Kamis, 17 Maret 2022
PERAN PAKAIAN PADA USIA DEWASA DINI
Pakaian bukan sekedar fashion atau gaya. Pertama-tama
pakaian adalah sarana untuk menutup tubuh manusia. Setidaknya ada 2 tujuan yang
hendak disasar, yaitu melindungi diri dari cuaca (panas dan dingin) dan
menutupi bagian sensitif manusia (kemaluan). Tujuan pertama adalah tujuan
kesehatan, sedangkan tujuan kedua adalah tujuan moral.
Akan tetapi, pakaian juga mempunyai peran dan
fungsinya yang sesuai dengan usia perkembangan manusia. Sangat aneh bila
seorang remaja memakai pakaian anak-anak, demikian pula sebaliknya. Apa peran
pakaian pada manusia usia dewasa dini? Elizabeth B. Hurlock, dalam PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang
Kehidupan. (edisi 5), memaparkan beberapa peran tersebut (hlm. 256).
Meningkatkan Penampilan
Orang-orang muda memilih pakaian yang menonjolkan segi-segi positif dan
menutupi segi negatifnya. Ketika tanda-tanda ketuaan mulai tampak, mereka
memilih pakaian yang membuatnya tampak lebih muda dari usia sebenarnya.
Indikasi Status Sosial
Orang dewasa muda, terutama mereka yang banyak bergaul dalam lingkungan
kerja maupun lingkungan sosial, memakai pakaian sebagai simbol status yang
mengidentifikasikannya dengan suatu kelompok sosial tertentu.
Individualitas