Minggu, 20 Maret 2022

STUDI AL-QUR'AN: SURAH AL-BAQARAH AYAT 62

Al-Qur'an diyakini sebagai wahyu yang langsung dari Allah. Apa yang tertulis di dalamnya, termasuk titik koma, adalah perkataan Allah sendiri. Dengan membaca ayat-ayat Al-Qur'an, orang bisa menemukan wajah Allah. Seperti apa wajah Allah dalam surah al-Baqarah ayat 62? Video berikut mencoba memberikan jawabannya. Langsung saja simak videonya. Jika tak bisa diputar, coba klik di sini



Jumat, 18 Maret 2022

KAJIAN ISLAM ATAS SURAH AL-BAQARAH AYAT 187

Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. (QS 2: 187)


Al-Qur’an merupakan kitab suci umat islam yang diyakini sebagai wahyu Allah yang secara langsung disampaikan kepada nabi Muhammad. Apa yang tertulis di dalamnya, termasuk titik komanya, adalah berasal dari Allah, tanpa campur tangan manusia. Karena itulah, umat islam memandang Al-Qur’an sebagai sesuatu yang suci, sebab ada Allah di dalamnya. Perlakuan terhadap Al-Qur’an pun jauh berbeda dengan kitab-kitab lainnya, yang memang buatan tangan manusia. Umat islam akan marah jika ada yang melecehkan Al-Qur’an, karena tindakan tersebut sama artinya dengan menghina Allah. Umat islam terpanggil untuk membela Allahnya. Dan Allah sendiri sudah menetapkan hukuman bagi mereka yang menghina diri-Nya, yaitu: “dibunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang” (QS al-Maidah: 33).

Allah menurunkan wahyu-Nya kepada Muhammad agar bisa dijadikan pelajaran, tuntunan dan juga pedoman hidup yang harus dilaksanakan. Karena itulah, Allah sudah mengatakan bahwa Al-Qur’an itu adalah keterangan, petunjuk atau pelajaran yang mudah dan jelas (QS Ali Imran: 138; QS ad-Dukhan: 58; QS al-Qamar: 17). Selain itu, Al-Qur’an juga dilihat sebagai pedoman atau petunjuk bagi umat islam (QS al-Jasiyah: 20). Sebagai petunjuk dan pedoman inilah akhirnya lahir aturan-aturan islami, yang biasa dikenal dengan istilah syariah islam. Setiap pemeluk islam wajib melaksanakannya.

Berangkat dari uraian ini, dapatlah dipastikan bahwa kutipan ayat Al-Qur’an di atas merupakan perkataan Allah, yang bisa dijadikan pedoman bagi pemeluk islam. Memang kutipan wahyu Allah dalam ayat 187 ini tidak lengkap dikutip. Aslinya wahyu Allah dalam ayat 187 terdiri dari 9 kalimat, akan tetapi kutipan di atas, yang merupakan kalimat pertama dari wahyu Allah, sudah dijadikan satu pedoman bagi umat islam. Artinya, kutipan ayat di atas sudah bisa ditafsir atau dipahami maknanya tanpa harus dikaitkan lagi dengan kalimat-kalimat lainnya dalam ayat 187.

Sekalipun Allah sudah menyatakan bahwa wahyu-Nya itu jelas, bukan lantas berarti tanpa harus ada upaya tafsir-menafsir. Meski demikian, Allah sudah membuatnya mudah sehingga umat islam tak perlu pusing tujuh keliling. Demikian halnya kutipan ayat di atas. Ada satu kata yang mau tidak mau harus ditafsir sehingga umat islam memahami isi atau pesan dari kalimat tersebut. Kata itu adalah “bercampur”. Dapat dipastikan bahwa para ulama islam sepakat kata itu dimaknai dengan bersetubuh atau melakukan aktivitas suami istri (bersenggama). Karena itulah, kalimat pertama dalam wahyu Allah ini dipahami bahwa Allah membolehkan suami istri melakukan hubungan seksual pada malam hari puasa.

Kamis, 17 Maret 2022

PERAN PAKAIAN PADA USIA DEWASA DINI

Pakaian bukan sekedar fashion atau gaya. Pertama-tama pakaian adalah sarana untuk menutup tubuh manusia. Setidaknya ada 2 tujuan yang hendak disasar, yaitu melindungi diri dari cuaca (panas dan dingin) dan menutupi bagian sensitif manusia (kemaluan). Tujuan pertama adalah tujuan kesehatan, sedangkan tujuan kedua adalah tujuan moral.

Akan tetapi, pakaian juga mempunyai peran dan fungsinya yang sesuai dengan usia perkembangan manusia. Sangat aneh bila seorang remaja memakai pakaian anak-anak, demikian pula sebaliknya. Apa peran pakaian pada manusia usia dewasa dini? Elizabeth B. Hurlock, dalam PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (edisi 5), memaparkan beberapa peran tersebut (hlm. 256).

Meningkatkan Penampilan

Orang-orang muda memilih pakaian yang menonjolkan segi-segi positif dan menutupi segi negatifnya. Ketika tanda-tanda ketuaan mulai tampak, mereka memilih pakaian yang membuatnya tampak lebih muda dari usia sebenarnya.

Indikasi Status Sosial

Orang dewasa muda, terutama mereka yang banyak bergaul dalam lingkungan kerja maupun lingkungan sosial, memakai pakaian sebagai simbol status yang mengidentifikasikannya dengan suatu kelompok sosial tertentu.

Individualitas