Kamis, 17 Maret 2022

PERAN PAKAIAN PADA USIA DEWASA DINI

Pakaian bukan sekedar fashion atau gaya. Pertama-tama pakaian adalah sarana untuk menutup tubuh manusia. Setidaknya ada 2 tujuan yang hendak disasar, yaitu melindungi diri dari cuaca (panas dan dingin) dan menutupi bagian sensitif manusia (kemaluan). Tujuan pertama adalah tujuan kesehatan, sedangkan tujuan kedua adalah tujuan moral.

Akan tetapi, pakaian juga mempunyai peran dan fungsinya yang sesuai dengan usia perkembangan manusia. Sangat aneh bila seorang remaja memakai pakaian anak-anak, demikian pula sebaliknya. Apa peran pakaian pada manusia usia dewasa dini? Elizabeth B. Hurlock, dalam PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (edisi 5), memaparkan beberapa peran tersebut (hlm. 256).

Meningkatkan Penampilan

Orang-orang muda memilih pakaian yang menonjolkan segi-segi positif dan menutupi segi negatifnya. Ketika tanda-tanda ketuaan mulai tampak, mereka memilih pakaian yang membuatnya tampak lebih muda dari usia sebenarnya.

Indikasi Status Sosial

Orang dewasa muda, terutama mereka yang banyak bergaul dalam lingkungan kerja maupun lingkungan sosial, memakai pakaian sebagai simbol status yang mengidentifikasikannya dengan suatu kelompok sosial tertentu.

Individualitas

Rabu, 16 Maret 2022

TAK SELAMANYA YANG SENANGKAN HATI ITU BENAR

Hidup selalu menghadapi banyak pilihan. Setiap manusia dituntut untuk memilih. Dan setiap pilihan selalu mengandung konsekuensi. Apa pun konsekuensinya, setiap kita harus menerima, karena itu sudah pilihan. Adalah kecenderungan orang untuk memilih pilihan yang menyenangkan. Setiap orang cenderung menghindar pilihan yang tak berdampak pada kesenangan.

Yeremia 28: 1 – 17 menampilkan kisah umat Israel yang menghadapi pilihan dari warta dua nabi. Ada nabi bernama Hananya bin Azur yang berasal dari Gibeon dan ada Nabi Yeremia. Dengan mengatasnamakan Tuhan, Nabi Hananya menyampaikan kabar gembira kepada seluruh umat Israel, “Aku telah mematahkan kuk raja Babel itu. Dalam dua tahun ini Aku akan mengembalikan ke tempat ini segala perkakas rumah TUHAN yang telah diambil dari tempat ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel.” (ay. 2 – 3).

Tentulah warta ini sangat menggembirakan umat Israel, yang memang saat itu sedang dalam pembuangan. Selama masa pembuangan mereka sangat menderita karena penindasan yang dialami. Karena itu, nubuat Nabi Hananya merupakan penghiburan di tengah penderitaan. Pesan yang disampaikan Hananya menjawab harapan umat karena menyenangkan hati umat.

Ketika mendapat tantangan dari Nabi Yeremia, Nabi Hananya memberi semacam perumpamaan tentang pembebasan itu dengan mengambil gandar dari tengkuk Yeremia dan mematahkannya. Hananya berkata di hadapan umat, "Beginilah firman TUHAN: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!" (ay. 11).

Minggu, 13 Maret 2022

STUDI AL-QUR'AN: PERBANDINGAN AYAT CINTA DAN AYAT MEMBUNUH

Setiap kali muncul aksi bom bunuh diri para teroris, selalu saja muncul slogan "Islam agama kasih". Seakan-akan agama kasih ini dibenturkan dengan agama teror. Benarkan islam itu agama kasih? Jika membandingkan ayat-ayat kasih dan ayat-ayat membunuh dalam Al-Qur'an, maka akan ditemukan jawabannya. Simak saja video berikut ini untuk menemukan jawabannya. Jika tak bisa diputar, coba klik di sini.