Minggu, 20 Februari 2022

STUDI AL-QUR'AN: TEORI GEOSENTRIS DALAM AL-QUR'AN

Umat islam percaya Al-Qur'an adalah kitab kebenaran. Apa yang tertulis di dalamnya adalah benar. Dasar kebenarannya adalah sumber dari Al-Qur'an adalah Allah yang diyakini sebagai maha benar. Dalam Al-Qur'an Allah dikatakan maha mengetahui, sehingga bagi Allah tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi (QS 3: 5). Akan tetapi, bagaimana dengan teori geosentris? Simaklah video ini. Jika tak bisa diputar, coba klik di sini



Jumat, 18 Februari 2022

TELAAH ISLAM ATAS SURAH AL-QALAM AYAT 4

 


Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur (QS 68: 4)

Al-Qur’an diyakini oleh umat islam sebagai wahyu Allah yang secara langsung disampaikan kepada nabi Muhammad. Apa yang tertulis di dalamnya, termasuk titik komanya, adalah berasal dari Allah, tanpa campur tangan manusia. Karena itulah, umat islam memandang Al-Qur’an sebagai sesuatu yang suci, sebab ada Allah di dalamnya. Perlakuan terhadap Al-Qur’an pun jauh berbeda dengan kitab-kitab lainnya, yang memang buatan tangan manusia. Menjadi tak heran akan reaksi umat islam ketika menemukan lembaran-lembaran ayat Al-Qur’an tercecer di sebuah tempat sampah. Hal itu tidak hanya dilihat sebagai sebuah bentuk penistaan, tetapi juga pelecehan terhadap kesucian Allah. Masak Allah dibuang di tempat sampah?

Karena sebagai wahyu Allah, dimana Allah diyakini sebagai mahabenar, maka Al-Qur’an dilihat sebagai kitab kebenaran. Apa yang tertulis di dalamnya adalah benar; tak bisa salah atau pun keliru. Hal ini ditegaskan juga oleh Allah sendiri dalam surah al-Haqqah ayat 51. Selain itu juga umat islam melihat Al-Qur’an sebagai keterangan dan pelajaran yang jelas. Ini juga didasarkan pada perkataan Allah sendiri. Allah telah memudahkan wahyu-Nya agar umat dengan mudah memahaminya. Tak sedikit ulama menafsirkan kata “jelas” di sini dengan sesuatu yang telah terang benderang sehingga tak perlu susah-susah menafsirkan lagi pesan Allah itu. Dengan perkataan lain, perkataan Allah itu sudah jelas makna dan pesannya, tak perlu lagi ditafsirkan. Maksud dan pesan Allah sesuai dengan apa yang tertulis dalam Al-Qur’an. Penafsiran atas wahyu Allah bisa berdampak pada ketidak-sesuaian dengan kehendak Allah sendiri.

Berangkat dari premis-premis di atas, maka bisalah dikatakan bahwa kutipan ayat Al-Qur’an di atas merupakan kata-kata Allah sendiri. Pada waktu itu Allah berkata kepada Muhammad, “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. Sesuai ilmu linguistik, kata “engkau” dalam kalimat Allah itu dimaknai sebagai Muhammad. Karena itu, sejalan dengan makna Al-Qur’an sebagai kitab yang jelas, wahyu Allah ini bisa diartikan bahwa Muhammad sungguh memiliki budi pekerti yang luhur. Bagi umat islam, wahyu Allah ini sering dijadikan alasan pembenaran bahwa Muhammad adalah insan kamil atau manusia sempurna sehingga pantas disanjung dan dimuliakan. Hal ini didasarkan pada perkataan Allah. Mana mungkin Allah berbohong. Karena Allah itu mahabenar, maka benar juga apa yang dikatakan-Nya. Jadi, Muhammad sungguh manusia sempurna. Penghinaan terhadap Muhammad akan dapat membangkitkan amarah umat islam.

Rabu, 16 Februari 2022

HARIMAU PELIHARAAN

Aku kaget sekaligus heran dengan kebiasaan baru temanku. Agus namanya. Sejak masih kuliah dia memang punya hobi yang aneh-aneh. Dan ternyata hobi anehnya itu berlanjut hingga kini. Sampai ia sudah berkeluarga.

Yah, kemarin ketika aku berkunjung ke rumahnya, aku dibuat kaget dengan hewan peliharaannya yang menyambut aku. Seekor anak harimau remaja.

“Apa kau nggak takut?” Tanyaku setelah merasa aman di dalam rumah. Aku melirik ke isterinya, yang juga memiliki perasaan sama sepertiku. Namun, sebagai isteri, dia hanya bisa diam mengikuti kemauan suami.

“Takut?! Bro, dia itu hewan peliharaan. Tak beda dengan peliharaan lainnya.” Ujar Agus sambil sedikit tersenyum. “Anggap saja dia itu kucing yang besar. Lihat saja tongkah polanya. Lucu dan menggemaskan.”

“Sejinak-jinaknya harimau, dia tetap binatang buas. Dan sejahat-jahatnya kucing, dia tetaplah binatang peliharaan.”