Minggu, 23 Januari 2022

STUDI AL-QUR'AN: MENGGUGAT KONSEP TAUHID ISLAM

Islam adalah agama tauhid. Secara sederhana kata tauhid dimaknai sebagai monoteisme, kepercayaan hanya kepada SATU Allah. Islam sebagai agama tauhid karena islam percaya Allah itu hanya ada satu. Akan tetapi, jika kita menelaah secara kritis ayat-ayat Al-Qur'an, maka akan ditemui fakta yang lain. Harus disadari Al-Qur'an itu adalah wahyu Allah, perkataan Allah sendiri. Karena itu, konsep tauhid islam sedikit menemui masalah. Video berikut ini mencoba mengupas topik ini. Langsung saja simak videonya. Jika tak bisa diputar, silahkan klik di sini.



Jumat, 21 Januari 2022

INI BUKTI MUHAMMAD BISA MEMBACA

 


Nabi Muhammad adalah sosok penting dalam agama islam. Dia sangat disanjung dan dimuliakan oleh umat islam. Sikap umat islam ini tentulah sangat membingungkan. Dari sekian banyak nabi yang ada, kenapa hanya Muhammad yang sangat dimuliakan. Kalau mau jujur, nabi Musa lebih hebat dari Muhammad, bahkan nabi Isa Almasih (Yesus) jauh lebih hebat lagi. Al-Qur’an menyatakan nabi Isa itu suci, kalam Allah, dari Roh Allah, terkemuka di dunia dan akhirat. Namun, kenapa tetap saja umat islam mengagung-agungkan Muhammad.

Sikap umat islam ini membuat sisi negatif Muhammad sama sekali tidak terlihat. Sekalipun tahu, tapi banyak umat islam menutup mata terhadap sisi buruknya. Umat islam lebih mengutamakan sisi positif dan melupakan sisi negatifnya. Mungkin sisi negatif yang tetap dipertahankan, dan bahkan sering digaungkan adalah ketidak-mampuan Muhammad membaca. Ya, Muhammad tidak bisa membaca. Ada kesan sisi negatif ini sengaja ditonjolkan untuk menunjukkan kehebatan Muhammad. Jadi, eksploitasi ketidak-mampuan Muhammad membaca justru akan mengangkat citranya.

Tapi benarkah Muhammad tidak bisa membaca? Apa dasarnya sehingga muncul keyakinan Muhammad tidak bisa membaca?

Umat islam yang sudah terpola dengan sikap mengagung-agungkan Muhammad tentulah akan dengan lancar menjawab: ya, Muhammad tidak bisa membaca. Dasarnya ada dalam Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an itu diyakini sebagai wahyu yang langsung dari Allah, maka Allah sendiri telah mengatakan Muhammad tidak bisa membaca. Allah itu mahabenar, maka benar juga yang dikatakan-Nya. Tidak mungkin Allah berbohong. Demikianlah kira-kira jawabannya.

Kalau kita menelusuri Al-Qur’an, maka kita menemukan dasarnya ada pada surah al-Araf ayat 157. Di situ Allah berfirman, “(Yaitu) orang-orang yang mengikuti rasul, nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis).” Selain itu, dasar lain bisa ditemukan dalam surah Maryam ayat 16, 41 dan 51. Di sini Allah meminta Muhammad untuk menceritakan kisah Maryam, Ibrahim dan Musa. Allah tidak meminta Muhammad untuk membacakan, tetapi menceritakan. Dari sinilah umat islam menyimpulkan bahwa Allah tahu kalau Muhammad tidak bisa membaca. Jika Allah tahu Muhammad bisa membaca, tentulah Allah akan memintanya untuk membacakan kisah-kisah tersebut.

Kamis, 20 Januari 2022

YESUS MENANGIS DALAM ACARA EKUMENE

Pada awalnya Allah ingin menyelamatkan umat manusia melalui bangsa Israel. Sesuai dengan janji-Nya, Allah turun sendiri ke dunia dalam wujud Yesus. Namun orang Yahudi menolak-Nya. Penolakan itu tidak mengubah rencana Allah untuk menyelamatkan umat manusia. Yesus akhirnya mendirikan Gereja. Artinya, misi penyelamatan itu melalui Gereja.

Dari awal Yesus sudah memprediksikan bahwa suatu saat Gereja-Nya akan terpecah-pecah. Karena itulah, sebelum naik ke surga, Yesus menitipkan satu semangat persatuan, yang dikenal ekumene. Gereja Katolik berupaya untuk mengingat pesan Sang Guru itu dengan menetapkan hari ekumene. Maka digagaslah pertemuan bersama tokoh-tokoh Gereja untuk menumbuhkan semangat ekumene tersebut.

Pada hari ekumene se-dunia, beberapa pimpinan Gereja berkumpul bersama dan berdoa.

Pendeta Protestan: Ya Bapa, semoga mereka mau mengikuti kami sehingga kami bisa menjadi satu kawanan dengan satu Gembala.

Pastor: Ya Yesus, Engkau pernah berdoa agar para murid-Mu bersatu, sama seperti Engkau dan Bapa adalah satu. Biarlah mereka masuk mengikuti kami, agar dengan demikian kami menjadi satu kawanan dengan satu Gembala.

Imam Anglikan: Ya Allah, sebagaimana Putera-Mu berdoa mohon kesatuan di antara para murid, kami pun berdoa memohon keterbukaan hati saudara-saudari kami supaya mereka mau bergabung bersama kami menjadi satu kawanan dengan satu Gembala.

Pendeta Ortodoks: Allah Bapa di surga, kami umat-Mu ini senantiasa bersikap terbuka menerima saudara-saudari kami untuk bersatu kembali bersama kami sehingga kami semua menjadi satu kawanan, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Putera dan Putera di dalam Engkau, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Putera.

Yesus menangis!!!!

diolah kembali dari tulisan 7 tahun lalu