Selasa, 07 Desember 2021

PEMBENARAN HARUS DIBUKTIKAN MENJADI KEBENARAN

 

Seorang karyawan sebuah “perusahaan” datang mengungkapkan isi hatinya. Dia bilang bahwa teman-teman di kantor menuduhnya mencuri uang kantor. Malah ada rekan kerja yang berusaha melacak keuangannya. Padahal dia sudah bekerja keras dan hidup jujur, demikian curahan isi hatinya.

Satu hal lain lagi yang membuat dia kesal adalah tudingan orang bahwa seringnya dia keluar kota mendampingi boss, dikatakan bahwa dia gunakan uang kantor untuk keperluan pribadi. Padahal semua biaya perjalanan itu ditanggung oleh boss. Sungguh menyakitkan hati dituduh begitu. Pastilah mereka-mereka itu iri hati dan tidak suka melihat orang senang.

Sepintas saya merasa prihatin dan bersimpati dengan nasib karyawan ini. Saya merasa jengkel dan marah dengan orang-orang yang menuduhnya telah mencuri uang kantor, alias korupsi. Kenapa orang sukanya menuduh. Tanpa disadari saya melihat bahwa kebenaran ada pada pihak karyawan itu. Apa yang diutarakannya adalah kebenaran. Dengan kata lain, kebenarannya adalah: karyawan itu tidak korupsi dan orang lain memfitnah dirinya.

Benarkah demikian? Setelah saya renungkan, ternyata saya keliru. Apa yang diungkapkan oleh karyawan itu bukanlah kebenaran, melainkan pembenaran. Dia ingin mendapatkan kebenaran dengan cara pembenaran. Pembenaran bukanlah kebenaran yang sebenarnya. Pembenaran bisa menjadi sarana untuk menyembunyikan kebenaran.

Hal ini saya ketahui setelah saya mencoba mendengarkan suara dari pihak lain yang difitnah karyawan itu. Mereka mengatakan bahwa ada banyak yang mencurigakan di kantor itu berkaitan dengan keuangan. Soal keuangan tak ada orang lain yang bisa mengetahui kecuali karyawan itu dan sang boss. Bahkan wakil boss pun tak tahu. Ketika ada karyawan lain yang meminta transparansi, langsung dicekal. Keuangan sungguh dikelola dengan amat misterius.

Senin, 06 Desember 2021

JANGAN MINUM KOPI SAAT NGANTUK

 

Bagi yang kerap minum kopi dengan tujuan untuk menetralisasi kantuk dan menyegarkan tubuh, sebaiknya segera mengubah cara pandang tersebut. Jangan minum kopi saat ngantuk. Dr. Andreas Prasadja mengingatkan bahwa kafein hanya menghambat kantuk, namun otak tetap saja lelah. Jika lelah dan ngantuk, obatnya hanya satu, yakni tidur. “Jangan minum kopi pada saat ngantuk!” tegasnya.

Waktu minum kopi harus disesuaikan dengan rencana tidur. Jika ingin tidur pukul delapan pagi, berarti waktu berakhir mengonsumsi kopi adalah pukul delapan sampai sembilan malam. Pasalnya, kafein mempunyai efek selama 9 – 12 jam. Dan, efek kafein mulai bekerja setelah 30 menit diminum.

“Maka kalau kerja shift malam, jangan minum kopi pukul dua atau tiga pagi, karena itu baru ngantuk-ngantuknya. Minumlah sebelum kerja shift, misalnya pukul sembilan malam,” terang Prasadja. Hal ini sebaiknya dilakukan supaya pola tidur tidak terganggu: bisa terjaga di malam hari dan pada pagi harinya bisa tidur.

MINAT REKREASI PADA ANAK USIA REMAJA


 

Rekreasi sering diidentikkan dengan hiburan. Ini bisa dijadikan sarana untuk melepaskan kepenatan dan menyegarkan diri. Karena setiap manusia pasti mengalami apa yang dinamakan kepenatan, maka wajar bila rekreasi menjadi salah satu kebutuhan hidup manusia. Akan tetapi, karena manusia itu ada tingkatan, maka rekreasinya pun berbeda dari satu kelompok manusia ke kelompok lainnya. Bagaimana rekreasi pada kelompok anak remaja? Dilansir dari PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (edisi 5), Elizabeth B. Hurlock memaparkan beberapa bentuk rekreasi yang umum pada anak remaja (hlm 218).

Permainan dan Olahraga

Permainan dan olahraga yang terorganisasi tidak menarik lagi dalam perjalanan masa remaja, dan remaja mulai menyukai olahraga tontonan. Permainan-permainan yang menuntut ketrampilan intelektual seperti permainan kartu, bertambah popular.

Bersantai

Remaja gemar bersantai-santai dan mengobrol dengan teman-teman. Mereka makan sambil membiacarakan orang-orang lain dan bergurau. Remaja yang lebih besar merokok, minum minuman keras atau minum obat-obatan terlarang.

Bepergian

Remaja senang bepergian selama libur dan ingin pergi jauh-jauh dari rumah. Bagi banyak remaja hal ini dimungkinkan karena orang tua yang kaya dan adanya rumah-rumah penginapan khusus untuk kawula muda.

Hobi