A. GEREJA YANG SATU
Ajaran
tradisonal Gereja Katolik menyebutkan bahwa sifat-sifat Gereja adalah satu,
kudus, katolik, dan apostolik. Gereja adalah satu karena bersatu dalam iman,
pembaptisan, perayaan ekaristi dan pimpinan di seluruh dunia. Kesatuan ini
harus dibina, dijaga, dipelihara dalam semangat saling mengampuni dan
menghormati. Kesatuan ini bukan keseragaman yang dipaksakan atau tidak
mengindahkan kebebasan wajar Gereja-Gereja partikular. Oleh karena itu ciri
Gereja yang satu menuntut suatu communio dengan Gereja Roma atau tidak terpisah
daripadanya (ex-communicatio).”
1. Makna
Kesatuan Gereja dalam Pengalaman Hidup Kita
Bacalah dan
simaklah kisah berikut ini !
Ratusan
bendera nasional berkibar di tengah tiupan angin dingin yang kencang di Pantai
Copacabana, Brasil dimana orang muda Katolik dari semua latar belakang, yang
didorong oleh iman yang sama, berpartisipasi dalam Misa pembukaan Hari Kaum
Muda Sedunia atau World Youth Day (WYD). Pada hari Rabu (24-Juli-2013) Paus
Fransiskus meminta kepada umat Katolik untuk menghindari materialism dalam Misa
publik perjalanan internasional pertama sebagai Paus. Paus Fransiskus juga
mengunjungi salah satu tempat ziarah yang paling terkenal di Amerika Latin,
yakni Gua Maria Aparecida, atau yang disebut “tempat ziarah penderitaan
manusia”, dan mengunjungi sebuah rumah sakit di Rio de Jainero, tempat
rehabilitasi para pecandu narkoba. Kedua kunjungan itu menunjukkan kesederhanaan
Paus, itu yang ditekankan selama kepausannya. Ia juga mengecam penyembahan
“berhala” terhadap uang dan kekuasaan serta mendesak umat Katolik fokus pada
kaum miskin dan orang terpinggirkan. Paus menyebut orang-orang muda sebagai
“mesin” yang dapat memperkuat Gereja Katolik dan membantu membangun sebuah
masyarakat yang lebih baik. Terkait Misa pembukaan, para peserta WYD merasa
senang dengan acara tersebut dan menyebutnya sebagai acara yang luar biasa
karena menyatukan mereka dari berbagai latar belakang.“Kami datang dari budaya
berbeda, berbicara bahasa berbeda, tapi kami menyanyikan lagu-lagu yang sama
dan memiliki iman yang sama,” kata Nancy Issa dari Ramallah, Tepi Barat. Issa
adalah salah satu dari 20 anggota delegasi Palestina untuk merayakan WYD yang
berlangsung 23-28 Juli di Brasil.
Uskup
Agung Orani Joao Tempesta dari Rio de Jainero secara resmi membuka WYD dengan
Misa. Pada awal sambutannya, Uskup Agung Tempesta ingat Paus Emeritus
Benediktus XVI, yang memprakarsai dan memilih kota itu menjadi tuan rumah Hari
Kaum Muda Sedunia 2013. Di tengah kerumunan massa, ribuan orang Argentina
bersorak-sorai, dan di dekatnya, sekelompok kecil dari Kanada mengungkapkan
kegembiraan mereka sepanjang perayaan itu.“Ini sangat luar biasa dan
menggairahkan,” kata JP Martelino, 18, dari Paroki St. Patrick di Vancouver,
British Columbia. Ketika ditanya apa yang ia akan lakukan usai menghadiri acara
itu, Martelino menjawab, “Pasti …. Aku akan membawa pesan ini ke Kanada dan
saya mencoba berusaha mengajak lebih banyak orang muda ke gereja.”
******


