Kamis, 05 Agustus 2021

CATATAN HUJAN BULAN JULI

 

Saya tiba di Ujung Beting pada tanggal 01 Juli. Sepanjang bulan Juli ini, sesuai jadwal dan ketentuan, saya akan menetap di Ujung Beting. Akan tetapi, tidak sepanjang bulan ini saya terus tinggal di sana. Berhubung tidak ada pastor pembantu, maka saya terpaksa bolak-balik Ujung Beting – Dabo, saat ke Dabo, saya tidak langsung balik. Ada beberapa hari saya menetap di Dabo. Akan tetapi, pemantauan hujan tetap difokuskan pada wilayah Ujung Beting saja.

Dapat dikatakan bahwa situasi curah hujan antara Dabo dan Ujung Beting sedikit berbeda. Pada akhir bulan Juni dan awal Juli, wilayah Dabo cenderung panas dan curah hujan amat sedikit, sementara wilayah Ujung Beting cukup besar. Tercatat mulai tanggal 1 hingga 17 hujan selalu turun dengan intensitas dan durasi waktunya beragam. Umumnya intensitas curah hujan sedang, sementara durasinya agak lama. Mulai tanggal 18 hujan tak lagi turun. Sempat beberapa hari cuaca mendung, namun hujan tak kunjung datang.

Sekalipun hujan sering turun, saat reda cuaca terasa sangat panas. Baik hujan maupun tidak, udara terasa sangat panas. Angin hanya bertiup agak kencang pada siang hari, sementara malam sama sekali tidak berangin. Demikianlah catatan hujan di bulan Juli dari wilayah Ujung Beting. Apakah tanda-tanda kemarau sungguh terjadi di bulan Agustus ini? Kita akan pantau dari wilayah Dabo.

Rabu, 04 Agustus 2021

INILAH HIBURAN PAS BUAT ANAK

 


Setiap manusia tentulah membutuhkan hiburan setelah kepenatan atau pun aktivitas yang dilakukan. Hiburan merupakan salah satu kebutuhan hidup. Sangat sulit membayangkan hidup tanpa hiburan. Perlu diketahui juga bahwa hiburan ini tidak mengenal batas usia. Akan tetapi, bukan lantas berarti satu jenis hiburan dapat diberlakukan pada semua orang dari segala jenis usia. Tetap harus ada perbedaan antara jenis hiburan untuk orang dewasa dan anak-anak. Hiburan untuk orang dewasa tidak bisa diterapkan pada anak-anak, demikian pula hiburan buat anak-anak akan terasa aneh bila diterapkan pada orang dewasa.

Orangtua perlu mengetahui hiburan apa saja yang cocok buat anak-anak mereka. Seperti dilansir dari buku edisi kelima Elizabeth B. Hurlock, yang berjudul “PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan”, setidaknya ada 5 jenis hiburan untuk usia anak. Berikut ini kelima jenis hiburan tersebut agar diketahui oleh para orangtua.

Membaca

Anak yang lebih besar lebih menyukai buku dan majalah anak-anak yang menekankan kisah-kisah petualangan dan di mana ia dapat membaca tentang tokoh pahlawan sebagai tokoh identifikasi diri. Ia lebih menyukai lingkungan yang menyenangkan dan interaksi kelompok yang positif dari orang-orang kelas menengah daripada lingkungan yang kaku dan interaksi kelompok yang negatif dari orang-orang kota. Yang penting ia ingin akhir cerita yang bahagia.

Buku Komik

Selasa, 03 Agustus 2021

Sebuah Cerpen: PELAJARAN SEJARAH

 


“Jadi, sekalipun ada niat dari Jepang untuk menghadiahkan kemerdekaan kepada Indonesia, proklamasi kemerdekaan merupakan perjuangan rakyat Indonesia. Bukan pemberian gratis atau bersyarat seperti negara Malaysia.” Demikian penjelasan Pak Priyatno, guru sejarah SMU St. Yusuf. “Dan harus diingat, proklamasi kita tak bisa dipisahkan dari peran kaum muda. Merekalah yang menggerakkan proklamasi itu.”

“Tanya dikit, pak!” Sebuah tangan dari barisan tengah bangku ruang kelas XIIB menjulang ke atas.

“Ya, Rolan Gultom!” Pak Pri langsung mengenali subyek penanya. “Jangan kau tanya leluhurmu P Gultom itu, ya?!” Pak Pri tersenyum diikuti murid lainnya.

Maklum, dalam penjelasan tadi ada nama P. Gultom pada kelompok kaum muda radikal. Kelompok inilah yang memaksakan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia secepatnya. Dan memang ketika ada disebut marga Gultom, Parolan sedikit sumringah.

“Tak sia-sia aku terlahir dengan marga Gultom,” ujar Parolan yang langsung disambut teriakan “huuuuu...!” Parolan hanya tertawa. Pak Pri juga. Tapi pak Pri segera menenangkan ruang kelas untuk memberi kesempatan Parolan bertanya.

“Selama ini kita tahu bahwa proklamasi itu terjadi pada tahun 1945. Kalau disingkat menjadi ’45. Tapi kenapa pada teks proklamasi, baik yang tulisan tangan maupun yang diketik Sayuti Melik, tertulis ’05?”

“Bagus!” Puji pak Pri, membuat Parolan langsung menegakkan kepalanya dan menoleh ke kiri dan ke kanan. Murid lain hanya tersenyum melihat ulahnya. Tapi ada juga yang mencibir.

“Tahun yang dipakai bukan tahun internasional, melainkan tahun Jepang. Tanggal dan bulannya sama. Tahunnya beda. Pada waktu itu tahun Jepangnya adalah 2605.”

Kring! Kring! Kring! Bel sekolah berbunyi pertanda pelajaran usai. Para murid segera mengemas buku-bukunya.