Selasa, 01 Juni 2021

ORANG KUDUS DENGAN NAMA FRANSISKUS / FRANSISKA / ELISABET

Setiap orang tentulah mempunyai nama. Bagi orang kristen katolik, nama tidak hanya sekedar kumpulan huruf yang membentuk kata, tapi harus memiliki makna. Karena dari makna itulah akan terbentuk identitas dan kepribadian seseorang. Setidaknya makna yang terkandung pada sebuah nama mempunyai 2 jenis atau kategori, yaitu makna dari kata yang terkandung pada nama itu, dan makna yang terkandung dalam nama itu. Untuk jenis yang pertama dapat ditemui pada nama GRACE. Kata itu mempunyai makna rahmat atau berkat. Dengan memberi nama itu, maka orang yang menyandangnya diharapkan dapat menjadi berkat bagi orang lain. Hal inilah yang akan membentuk kepribadiannya di kemudian hari. Untuk jenis kedua dapat ditemui pada nama ADRIANUS. Kata ini merujuk pada nama orang kudus, sehingga orang yang menyandang nama ini diharapkan akan menghidupi teladan hidup orang kudus tersebut. Hal inilah yang akan membentuk kepribadiannya di kemudian hari.

Tradisi kristen katolik dalam memberi nama mengacu pada Kan. 855, yaitu agar nama yang diberikan kepada anak harus memiliki citarasa kristiani. Ada 3 kategori citarasa kristiani untuk nama anak. [1] Nama yang diambil dari Alkitab, baik itu nama tokoh maupun nama tempat. Untuk tokoh selalu diambil tokoh yang tidak menimbulkan skandal. Beberapa contoh nama kategori ini: Abraham, Yeremia, Elia, Betania, Galatia, Ruth, Esther, Tesalonika, dll. [2] Nama yang diambil dari nama orang kudus. Untuk memilih namanya, ada beberapa tawaran seperti berdasarkan tanggal kelahiran yang bersamaan dengan tanggal peringatan orang kudus atau berdasarkan intensi orangtua. Bisa juga didasari pada devosi orangtua atau tradisi keluarga. Beberapa contoh nama kategori ini: Maria, Yosef, Matius, Lukas, Paulus, dll [3] Nama yang diambil dari beberapa istilah atau kata yang tak asing dalam dunia kristen. Beberapa contoh nama kategori ini: Grace, Gloria, Sanctus, Angel, Immanuel, Natal, Paskah, Adven, dll.

Terkait dengan kategori kedua, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para orangtua. Harus diketahui ada banyak nama orang kudus yang memiliki kesamaan. Misalnya, untuk Santo Fransiskus setidaknya ada 16 orang kudus yang memiliki nama demikian. Untuk itu, ketika memberi nama Fransiskus untuk anaknya, orangtua wajib tahu Fransiskus mana yang dimaksud, karena hal ini untuk menjadi “identitas keperibadian” anak kelak.

Untuk maksud ini, blog budak bangka menurunkan nama orang kudus yang memiliki kesamaan nama. Untuk bulan ini, kami menampilkan Santo Fransiskus, Santa Fransiska dan Santa Elisabet. Silahkan klik pada nama orang kudus tersebut untuk mengetahui riwayat hidupnya.

Jumat, 28 Mei 2021

MELIHAT SOAL PENGHARAMAN BABI


 

Dalam agama islam babi itu adalah binatang yang haram. Itu sudah keputusan final. Umat islam biasanya menerima begitu saja, tanpa pernah ada niat untuk mencoba memahami fatwa haram tersebut. Di sisi lain tak sedikit juga umat islam yang mengkonsumsi daging babi, sekalipun tahu bahwa itu haram.

Hal inilah yang sedikit membuat kebingungan di kalangan umat non muslim. Meski tahu haram, kenapa tetap dimakan? Ada banyak bentuk rasionalisasi yang ditampilkan. Ada yang mengatakan, “asal tidak muntah, maka tidak haram; alias tak berdosa”. Ada juga yang bilang, “asal dimasak pake ajinomoto, pasti halal; karena ajinomoto 100% halal”. Macam-macam argumentasi dilontarkan hanya untuk membenarkan tindakannya menikmati daging babi.

Bagaimana sebenarnya pendalilan atas pengharaman babi dalam agama islam itu?

DALIL HARAM BABI

Satu pertanyaan mendasar adalah mengapa babi diharamkan dalam ajaran islam. Kalau pertanyaan ini diajukan kepada umat islam, tentulah mereka akan menjawab bahwa Al-Qur’an sudah melarangnya. Sebagaimana yang diketahui, Al-Qur’an adalah Kitab Suci orang islam, yang di dalamnya berisi perintah-perintah Allah. Karena itu, pelarangan atau pengharaman babi merupakan perintah langsung dari Allah.

Kami mencoba mencari surah-surah apa saja yang memuat perintah Allah yang mengharamkan babi itu. Dan kami akhirnya menemukan ada empat surah. Keempat surah itu adalah:

a)   QS Al-Baqarah 173 : “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu daging babi.”

b)   QS Al-Ma’idah 3 : “Diharamkan bagimu (memakan) daging babi.”

c)   QS Al-An’am 145 : “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor (najis)”

d)   QS An-Nahl 115 : “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan)daging babi.”

Kamis, 27 Mei 2021

INSPIRASI TENTANG RASA HORMAT


 

Ini bukan kisah nyata, melainkan hanyalah sebuah cerita rekayasa. Akan tetapi, cerita ini jamak ditemui dalam kehidupan nyata. Karena itu, jika ada kesamaan ide ataupun cerita dalam kehidupan nyata, itu hanyalah kebetulan semata. Begini kisahnya.

Suatu hari ada seorang pastor dari luar keuskupan datang ke sebuah paroki. Dia hendak berlibur ke rumah saudaranya. Sesuai kode etik, dia harus memberitahu keberadaannya kepada pastor paroki setempat.

Pagi hari dia datang ke pastoran. Tujuannya, menghadap pastor paroki dan melaporkan bahwa dia berada dalam teritorial paroki tersebut. Di ruang sekretariat ia disambut biasa-biasa saja oleh petugas sekretaris.

Pastor         : Selamat pagi!

Sekretaris    : Selamat pagi! Ada yang bisa kami bantu?

Sekretaris itu bertanya sambil mata tetap di layar komputer, sementara jemarinya menari-nari di antara tuts-tuts keyboard. Terlihat kalau sekretaris itu sedang sibuk.

Pastor         : Saya mau ketemu pastor paroki. Pastor parokinya ada?

Sekretaris    : Sudah buat janji? (mata masih menatap layar komputer)

Pastor         : Belum. Saya tak punya nomornya.