Rabu, 17 Februari 2021

INSPIRASI SIKAP BERSERAH DIRI


Seorang pemuda kaya tinggal di sebuah rumah yang sangat besar dengan lusinan kamar. Setiap kamar lebih nyaman dan lebih indah dibandingkan kamar sebelumnya. Di dalam rumah itu terdapat berbagai karya seni lukis dan pahatan, lampu-lampu kristal, serta pegangan tangan berukir berlapis emas pada setiap tangga. Lebih indah dari apa yang kebanyakan orang pernah melihat.

Suatu hari pemuda tersebut memutuskan untuk mengundang Tuhan datang dan tinggal bersamanya di rumah itu. Ketika Tuhan datang, pemuda ini menawarkan kepada-Nya kamar yang terbaik di dalam rumah itu. Kamar tersebut terletak di ujung bagian atas. Maka ia berdoa, “Yesus, kamar ini milik-Mu! Tinggallah selama Engkau mau dan lakukan apa yang Engkau mau lakukan di dalam kamar ini. Ingat, ini adalah kamar-Mu.”

Malam harinya, ketika pemuda tersebut sudah bersiap untuk istirahat, terdengar bunyi ketukan yang sangat keras di pintu depan. Mendengar ketukan itu, pemuda tersebut turun untuk membukakan pintu. Ketika dia membuka pintu, dia melihat bahwa iblis telah mengirim tiga roh jahat untuk menyerangnya. Dia dengan cepat menutup pintu, tetapi salah satu roh jahat mengganjal pintu itu dengan kakinya. Beberapa saat kemudian, setelah bertarung dengan sekuat tenaga, pemuda tersebut berhasil menutup dan mengunci pintu kemudian kembali ke kamarnya dalam keadaan sangat lelah. “Bayangkan,” pikir pemuda itu, “Yesus ada di atas, tidur dalam ruangan yang terbaik sedangkan saya bertarung melawan roh-roh jahat di bawah. Oh, mungkin Dia tidak mendengar.” Pemuda itu tidur sangat sebentar malam itu.

Keesokan harinya, segala sesuatunya berjalan dengan normal dan, karena merasa sangat lelah, pemuda tersebut tidur agak awal pada malam harinya. Sekitar tengah malam, terdengar ada yang menggedor-gedor pintu depan seolah-olah akan mendobrak pintu. Pemuda tersebut menuruni tangga lagi dan membuka pintu serta menjumpai lusinan roh jahat berusaha masuk ke dalam rumahnya yang indah. Selama lebih dari tiga jam pemuda itu bertarung melawan mereka dan akhirnya membuat mereka mundur, cukup untuk menutup pintu.

Selasa, 16 Februari 2021

BAHAYA HUBUNGAN KELUARGA PADA MASA BAYI

 


Perpisahan dengan Ibu

Kecuali kalau diberi tokoh pengganti yang stabil dan memuaskan, bayi yang dipisahkan dari ibunya akan mengembangkan perasaan tidak aman yang ditampilkan dalam gangguan kepribadian yang dapat merupakan dasar dari kesulitan penyesuaian diri kelak.

Gagal Mengembangkan Perilaku Akrab

Bayi yang gagal mengembangkan perilaku akrab dengan ibunya atau dengan pengganti ibu yang stabil, akan mengalami perasaan tidak aman seperti apabila ia yang dipisahkan dengan ibunya. Selanjutnya bayi tidak mengalami kegembiraan yang diperoleh dalam hubungan pribadi yang erat. Kekurangan ini menyulitkan bayi dalam mengembangkan persahabatan di kemudian hari.

Merosotnya Hubungan Keluarga

Merosotnya hubungan keluarga yang hampir selalu terjadi dalam tahun kedua secara psikologis berbahaya karena bayi memperhatikan bahwa sikap anggota-anggota keluarga kepadanya berubah dan ia diperlakukan secara berbeda. Akibatnya bayi biasanya merasa tidak dicintai dan ditolak, yakni perasaan yang mengembangkan kebencian dan rasa tidak aman.

Senin, 15 Februari 2021

EMOSIONAL AWAL DARI KEGAGALAN


Elizabeth Gilbert, penulis novel best seller versi New York Times, ‘Eat, Pray, Love’ berkata, “Emosi Anda adalah budak dari pikiran Anda dan Anda adalah budak dari emosi Anda.” Di sini Gilbert mau mengatakan bahwa manusia dikendalikan oleh pikiran dan emosi.

Manusia hanya punya dua pilihan ketika bicara emosi. Mengendalikan emosi atau justru sebaliknya dikendalikan olehnya. Emosi dapat berdampak pada karier. Misalnya seperti yang dialami pegolf legendaris, Bobby Jones. Jones adalah pegolf dengan kemampuan yang luar biasa. Ia mulai bermain golf diusia 5 tahun di tahun 1907. Sebelum berusia 12 tahun, ia telah berhasil memperoleh angka di bawah par, sebuah keberhasilan yang tak bisa dicapai oleh sebagian besar pemain golf sepanjang umur hidupnya bermain golf.

Pada usia 14 tahun, ia mendapat kualifikasi untuk mengikuti kejuaraan golf amatir Amerika Serikat. Ternyata Jones tidak berhasil menang dalam acara itu, karena ia sering kehilangan kendali emosinya dan tidak mampu bermain baik. Sampai-sampai ia dijuluki club thrower atau orang yang suka melempar tongkat golf.

Seorang pegolf lebih senior yang dipanggil Grandpa Bart memberinya nasehat. “Kau tak akan pernah menang kalau kau tidak dapat mengendalikan emosimu.” Jones menerima nasehat itu dan mulai belajar mendisiplinkan emosinya.

Pada usia 21 tahun, Jones mulai berkembang dan selanjutnya menjadi pemain golf terbesar dalam sejarah. Ia pensiun dari golf pada usia 28 tahun setelah memenangi Grand Slam Golf. Grandpa Bart mengomentarinya, “Bobby berusia 14 tahun ketika ia menguasai permainan golf, tetapi baru pada usia 21 tahun ia baru mampu menguasai diri sendiri.”

Karena itu, hendaknya kita jangan membiarkan karier kita yang tengah menanjak rusak hanya karena emosi.

diambil dari tulisan 7 tahun lalu