Senin, 08 Februari 2021

ALASAN UMUM PERUBAHAN DALAM HUBUNGAN KELUARGA SELAMA MASA BAYI

 


Konsep Anak Impian

Kalau bayi memenuhi pengertian anak impian dari orang tua dan saudara-saudaranya dalam hal penampilan dan perilaku, maka hubungan keluarga akan semakin baik. Kalau tidak hubungan itu akan merosot.

Tingkat Ketergantungan

Kalau ketergantungan total – salah satu sifat yang sangat menarik pada bayi – berkurang, bayi menjadi lebih sulit dan menuntut sehingga kurang menarik.

Kekhawatiran Orangtua

Orangtua mungkin gelisah akan mampu tidaknya mereka menjalankan peran sebagai orang tua atau mereka mungkin khawatir kalau perilaku bayi barunya berbeda dengan anak yang lain. Perasaan ini dikomunikasikan kepada bayi yang sering bereaksi dengan menjadi marah dan bersikap negativistik atau dengan terus menerus menangis. Perilaku ini menjadikan bayi kurang menarik.

Cara Mendidik Anak

Cara mendidik anak yang lembut maupun yang keras akan mempengaruhi hubungan orangtua - anak. Hukuman badan yang hampir selalu menyertai cara mendidik yang keras, sangat merusak hubungan orangtua – anak.

Ibu yang Bekerja

Kalau ibu bekerja di luar rumah, perawatan bayi diserahkan kepada seseorang pada siapa bayi membentuk hubungan emosional yang kuat. Ibu tidak menyukai hal ini. Kalau tidak terjadi keterikatan emosi maka bayi cenderung merasa ditelantarkan dan ditolak, perasaan-perasaan yang mengakibatkan rasa benci dan hubungan orangtua -  anak yang tegang.

Ibu yang Terlampau Sibuk

Ibu yang terlalu banyak pekerjaan, baik karena besarnya keluarga atau karena membawa pekerjaan dari pelbagai tugas di luar rumah akan cenderung tegang, gelisah, mudah marah kalau bayinya tidak berperilaku seperti apa yang diharapkan. Lebih-lebih kalau bayi tengah dalam aktivitas rutin yang berhubungan dengan aktivitas makan, berpakaian atau kebersihan (buang air).

Lahirnya Adik

Kelahiran saudara baru dapat menyebabkan bayi merasa dikucilkan dan diabaikan, menjadi rewel, banyak menangis dan cenderung menunjukkan perilaku mundur yang kesemuanya ini menyusahkan keluarga.

Hubungan dengan Kakak-kakak

Saudara yang lebih tua mulai menganggap adiknya (bayi baru lahir) sebagai gangguan karena mereka tidak boleh rebut ketika adiknya tidur, berkurangnya waktu dan perhatian ibu untuk mereka dan harus turut membantu merawatnya.

Anggota-anggota Keluarga Tertentu yang Lebih Disukai

Sebelum ulang tahun yang pertama, banyak bayi telah menunjukkan adanya anggota keluarga tertentu yang lebih disukai, biasanya ibu atau kakak perempuan yang membantu merawatnya. Anggota-anggota keluarga yang lain seringkali tidak menyukai hal ini dan memperlihatkan perasaan tidak suka ini kepada bayi. Hal ini cenderung memperbesar adanya pilih kasih dan sebaliknya memperkuat kebencian anggota-anggota keluarga yang lain.

diambil dari tulisan 7 tahun lalu

Minggu, 07 Februari 2021

ISLAMFOBIA DAN FOBIAISLAM

 


Islamfobia dan fobiaislam merupakan dua istilah yang terkait dengan islam dan fobia, meski sasarannya berbeda. Harus diakui bahwa istilah fobiaislam kurang populer sehingga jarang sekali kedengaran. Masyarakat umum masih asing dengan istilah fobiaislam. Istilah ini tertutup dan tenggelam oleh arus kampanye istilah islamfobia. Kenapa bisa terjadi begitu? Secara sederhana pertanyaan ini dapat dijawab dengan pepatah lama: selumbar di mata orang lain kamu lihat, tapi balok di mata sendiri tak terlihat.

 

Islamfobia

Fobiaislam

Makna

Ketakutan terhadap islam yang bisa merengut jiwa.

Ketakutan umat islam, bahwa islam sedang diancam dan dimusuhi.

Subyek

Orang non muslim

Umat islam

Obyek

Umat islam

Orang non muslim

Contoh

1.   Mengaitkan islam dengan terorisme atau sebaliknya

2.   Melihat cadar, jenggot dan celana centeng sbg bagian dari teroris

3.   Buku atau tulisan yang mengupas sisi negatif islam

1.  Tafsir atas lagu “Naik-naik ke puncak gunung” dan “Balonku ada lima”

2.  Palang Merah dilihat sbg bentuk kristenisasi

3.  Ada jin kafir pada salib

4.  Pengharaman kue valentine, rawon setan,  bakso kuntilanak, dll

Dasar fobia

1.  Aksi teroris yg merujuk pada ajaran agama.

2.  Ideologi teroris dalam Al-Qur’an: QS 2: 191; QS 4: 91; QS 8: 12; QS 9: 123; QS 33: 26; QS 59: 2, dll

QS 4: 101

QS 18: 80

QS 60: 2

Rasionalitas

Ketakutan itu masuk akal krn (1) ada ajaran terror dlm Al-Qur’an; dan setiap umat wajib laksanakan ajaran Al-Qur’an. (2) ada bukti aksi terorisme.

Ketakutan itu tak masuk akal karena tak ada bukti bahwa salib akan menghancurkan islam, dan tak ada bukti islam diancam atau dimusuhi.

Sikap islam

Mengecam org non islam yang takut dgn sebutan islamfobia.

Tak ada reaksi terhadap umat islam yang takut.

Jumat, 05 Februari 2021

AYAT-AYAT TERJADINYA MANUSIA DALAM AL-QUR'AN

 


Umat islam sungguh yakin kalau Al-Qur’an merupakan kitab yang berasal langsung dari Allah SWT. Apa yang tertulis dalam kitab itu dipercaya sebagai kata-kata atau wahyu Allah SWT. Dasar keyakinan ini ada dalam Al-Qur’an sendiri. Beberapa ayat Al-Qur’an telah menyatakan bahwa Allah-lah yang menurunkan Al-Qur’an ini (sekedar menyebut beberapa, QS al-Baqarah: 4; QS Ali Imran: 3; QS; an-Nisa: 105; QS al-Maidah: 48; QS ar-Rad: 1; QS an-Nahl: 89; QS al-Kahf: 1). Umat islam juga sungguh yakin dan percaya bahwa Allah SWT itu maha benar dan maha tahu. Karena itulah, umat islam percaya apa yang dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa Al-Qur’an merupakan kebenaran yang meyakinkan (QS al-Haqqah: 51).

Ada banyak makna Al-Qur’an. Allah sendiri telah menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman, petunjuk, keterangan, tuntunan dan pelajaran bagi manusia, secara khusus umat islam (QS Ali Imran: 138; QS Jasiyah: 20). Semuanya sudah dibuat jelas sehingga mudah dipahami. Semua makna tersebut bertujuan untuk mendatangkan rahmat bagi yang percaya. Semua ini sudah dinyatakan Allah dalam kitab tersebut.

Keterangan seperti apa yang diberikan Al-Qur’an terkait dengan proses terjadinya manusia? Pelajaran apa yang diberikan Allah lewat kitab-Nya terkait pembentukan manusia? Berikut ini akan dipaparkan ayat-ayat yang berbicara tentang proses terjadinya manusia (bukan Adam). Kutipan ayat Al-Qur’an ini didasarkan pada Al-Qur’an dan Terjemahannya, Departemen Agama RI, Edisi Terkini Revisi Tahun 2006. Kutipan-kutipan ini dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan pembagian Al-Qur’an sendiri, yaitu surah Makkiyyah dan surah Madaniyyah.

Sebelum membaca teks-teks Al-Qur’an di bawah ini, kami hendak memberikan beberapa petunjuk penting dalam memahami Al-Qur’an.

1.    Dengan akal sehat, berusahalah memahami kalimat atau ayat yang dibaca tanpa terlebih dahulu mengetahui latar belakang teks.

2.    Sadarilah bahwa apa yang dibaca itu adalah kata-kata Allah SWT. Bertanyalah dalam hati, “Benarkah ini Allah yang berbicara?”

3.    Bandingkanlah satu ayat dengan ayat lainnya. Rasakanlah perbandingannya.

4.    Bertanyalah dalam hati, “Apakah ayat-ayat tadi sungguh jelas? Dan apakah ayat-ayat tadi sungguh benar?”.