Minggu, 13 September 2020

TIPS MENGATASI PILEK


Setiap orang tentu pernah mengalami penyumbatan pada hidung. Penyumbatan hidung mungkin terjadi karena sejumlah penyebab yang berbeda, seperti udara dingin, pilek, masalah alergi, dan lain-lain. Untuk mengatasinya, kita tak perlu terus-menerus minum obat. Ada beberapa cara alami lain yang bisa dilakukan. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan tidur atau istirahat.

Tak jarang, ketika hidungnya meler terus, orang cenderung membersihkan hidungnya. Padahal membersihkan hidung meler dengan mengeringkannya seringkali justru bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut. Ada cara lain untuk mengatasi hal tersebut. Berikut ini dipaparkan kiat-kiat mengatasi pilek.

1.    Teh Panas

Salah satu cara terbaik untuk memerangi penyumbatan hidung adalah minum teh panas atau hangat. Asupan cairan hangat akan membantu melonggarkan dan mengurangi ‘kemacetan’ hidung tersumbat. Beberapa jenis teh tertentu bahkan mempunyai khasiat tambahan untuk mengurangi hidung tersumbat dan peradangan, antara lain teh peppermint dan teh jahe.

2.    Uap Cuka

Untuk mengatasi penyumbatan hidung, kita bisa menghirup uap cuka. Cobalah dengan mengisi setengah ember dengan air panas dan menambahkan 3 sendok makan cuka. Tutup wajah dengan selimut atau handuk dan biarkan kita menghirup uapnya dan hidung tersumbat akan segera teratasi dengan baik.

3.    Mandi Air Hangat

Jumat, 11 September 2020

MENGKRITISI SURAH AL-MAIDAH AYAT 64

Umat islam yakin bahwa Al-Qur’an merupakan firman Allah yang disampaikan langsung kepada nabi Muhammad SAW (570 – 632 M). Keyakinan ini didasarkan pada firman Allah sendiri dalam surah as-Sajdah: 2 dan az-Zumar: 1 – 2, 41. Al-Qur’an diturunkan agar menjadi petunjuk bagi umat islam. Setiap umat islam wajib mengikuti apa yang dikatakan dalam Al-Qur’an. Untuk kemudahan ini maka sengaja Allah mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan (QS al-Qamar: 17). Dengan kata lain, Al-Qur’an adalah kitab yang sudah jelas dan mudah dipahami.
Tak bisa dipungkiri, umat islam dimana dan kapan pun akan selalu hidup bertetangga dengan umat agama lain, yang disebut dengan orang kafir. Relasi dengan orang kafir sangat dilarang. Malah Allah menghendaki supaya orang kafir itu dimusnahkan. Karena itu, ada perintah Allah kepada umat islam untuk membunuh orang kafir dimana saja dijumpai.
Akan tetapi, hingga kini orang kafir masih ada. Bahkan di negara dengan mayoritas penduduk muslim pun orang kafir merajalela. Malah banyak umat islam menjalin relasi pertemanan dengan orang kafir. Hal ini mengisyaratkan bahwa umat islam tidak melaksanakan perintah Allahnya. Atau Al-Qur’an sudah tidak relevan lagi untuk umat islam masa kini, seperti yang pernah dikatakan oleh Tuah Aulia Fuadli, seorang mahasiswa semester V Jurusan Ahwal Al Syakhshiyah Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Salah satu kelompok orang kafir adalah orang Yahudi. Sudah menjadi rahasia umum kalau relasi islam dengan Yahudi sama seperti relasinya dengan Kristen, yaitu tidak harmonis. Umat islam selalu punya kebencian dan kecurigaan terhadap orang Yahudi, dari dulu hingga sekarang. Karena itu, perang Israel – Pelestina, yang di mata orang islam selalu dilihat sebagai perang Yahudi – Islam, tidak akan pernah mencapai titik damai. Relasi keduanya akan selalu diwarnai pertikaian, permusuhan dan perang.

Kamis, 10 September 2020

JANGAN DIAM JIKA TAHU


Ada sebuah kapal penumpang. Kapten nahkoda kapal itu adalah Bapak Sailor. Ia menjadi nahkoda hanya karena punya ijasah nahkoda dan diangkat oleh sang pemilik kapal. Soal apakah ia paham dan mengerti seluk beluk perkapalan dan kenahkodaan, itu lain soal. Sebagai nahkoda ia adalah pimpinan alias boss. Siapapun yang ada di kapal itu harus tunduk dan memberitahu padanya.

Suatu ketika kapal hendak berlayar. Saat itu musim cuaca kurang bersahabat, namun ia tetap memutuskan berangkat. Sehari sebelum berangkat, nahkoda mengecek seluruh bodi kapal, perlengkapan dan kondisi ABK (Anak Buah Kapal). Ia menemukan banyak ketidakberesan, misalnya ada bodi kapal yang retak, beberapa baut mesin dan peralatan lain yang sudah lepas atau longgar, lampu suar yang tak berfungsi, dll. Namun semua itu diabaikan karena besok sudah mau berlayar. Bukankah perjalanan hanya semalam saja, pikirnya dalam hati. Besoknya bisa diperbaiki. Lagi pula penumpang sudah beli tiket.

ABK diam saja, karena boss sudah tahu. Bukankah semua keputusan ada di tangan nahkoda kapal, pikir mereka.

Kapal meninggalkan pelabuhan diiringi sorak sorai dan lambaian tangan penumpang dan pengantar. Langit cerah. Kapal melaju dengan tenang. Menjelang tengah malam badai menghadang.  Kapal bergoyang dihempas ombak dan gelombang. Retakan bodi kapal terkuak melebar karena hentakan ombak. Air laut memasuki kapal. Di ruang kontrol ada sinyal kerusakan bodi kapal dan air laut yang masuk. Tapi sang kapten tenang saja. Kapal tetap berjalan.

ABK lain ikut diam. Mereka menganggap nahkoda sudah tahu. Dan karena sudah tahu tentulah ada solusi yang jitu. Namun nahkoda tetap diam membisu. Sementara waktu terus berlalu. Air laut terus masuk sampai akhirnya kapal tenggelam.

Di penyelidikan, nahkoda dan ABK ditanyai oleh polisi.