Senin, 22 Juni 2020

TIPS UNTUK MENDAPATKAN ANAK LAKI-LAKI


Siapapun tentu mendambakan anak dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Anak bisa dianggap segalanya dalam keluarga, karena anak merupakan anugerah yang dititipkan Allah kepada kita. Ini berarti anak dapat membawa banyak hal, baik yang bersifat berkah maupun cobaan. Namun kebaikanlah yang mesti diharapkan.
Kehadiran anak dalam rumah tangga dapat membawa dampak positip bagi keluarga tersebut. Kehadiran anak dapat menjadi media untuk mempercepat proses mencairnya konflik di antara suami dan isteri. Anak juga sering dilihat sebagai pembawa rezeki. Di samping itu pula, anak merupakan kebanggaan keluarga.
Sebagai kebanggaan keluarga ini, kebanyakan keluarga mengkhususkan kebanggakan itu pada anak yang berjenis kelamin laki-laki. Ada banyak suku di Indonesia yang terlalu menekankan kelahiran anak laki-laki dalam rumah tangganya. Ketiadaan anak laki-laki sering dianggap sebagai kegagalan atau malah aib. Karena itu, sering para suami memaksakan kehendaknya untuk mendapatkan anak laki-laki sekalipun dalam keluarganya sudah ada banyak anak perempuan. Makanya tak jarang dalam sebuah keluarga ada begitu banyak anak perempuan dan sedikit anak laki-laki.
Di sini terlihat jelas kalau para suami hanya menyalurkan kehendaknya untuk mendapatkan anak laki-laki tanpa adanya persiapan. Ada kesan bahwa para suami hanya bertugas menyatukan sel sperma dan sel telur isterinya. Soal jadi laki-laki atau perempuan, itu urusan kemudian. Karena itu, ketika akhirnya yang lahir adalah perempuan, maka diadakan lagi penyatuan sel telur suami dan isteri ini sampai akhirnya dapat anak laki-laki.

Minggu, 21 Juni 2020

BAHAS TUNTAS PATAH HATI

Patah hati merupakan perasaan seseorang ketika mengalami peristiwa putus cinta. Ketika relasi sudah berjalan lama dan baik, namun tiba-tiba salah satu pihak menyatakan putus, maka pihak yang menerima pernyataan itu akan mengalami patah hati. Bagaimana rasa dan gambarannya memang sangat sulit diungkapkan.
Blog budak-bangka 8 tahun lalu, persisnya pada 21 Juni 2012, menurunkan tulisan-tulisan dengan tema patah hati. Setidaknya ada 5 tulisan, dimulai dari pendapat ahli tentang patah hati, bagaimana kaum Adam menghadapi dan menyikapi patah hati, bagaimana cara mengatasi dan dan menikmati pata hati hingga aktivitas yang dapat membantu orang sembuh dari derita pata hati.
Untuk membaca tulisan tersebut langsung saja klik di sini. Tulisan ini sangat berguna, tidak hanya bagi kaum remaja yang biasanya banyak mengalami patah hati, tetapi juga bagi orangtua yang memiliki anak remaja.

Jumat, 19 Juni 2020

BUKU-BUKU ISLAM YANG TAK MUNGKIN BEREDAR DI PASAR INDONESIA

Umat islam umumnya dapat dilihat sebagai orang yang kaku. Mereka selalu melihat positif ke dalam tapi negatif ke luar. Kehidupan dilihat seperti hitam dan putih, dan merekalah yang putih. Kalau tidak sejalan dengan mereka, maka itu bisa dipastikan hitam alias buruk, dan harus dimusnahkan. Mungkin hal ini didasarkan pada pendapat bahwa dunia ini hanya dibedakan islam dan kafir, dimana kekafiran harus dimusnahkan sampai ke akar-akarnya (bdk. QS al-Anfal: 7) sehingga hanya tinggal islam saja (bdk. Ali Imran: 17).
Sering islam moderat menyangkal kalau Allah SWT hanya menghendaki islam saja. Biasanya mereka mendasarkan argumennya pada surah an-Nahl: 93, yang sayangnya hanya dikutip sebagian saja, alias tidak utuh. Mereka mengatakan, “Jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja).” Dengan dasar ini umat islam menyatakan bahwa mereka mengakui adanya perbedaan, dan terhadap perbedaan itu islam selalu mengedepankan toleransi.
Argumentasi di atas sangatlah lemah. Setidaknya ada 2 alasan. Pertama, kalimat di atas tidak utuh dikutip. Kalimat tersebut belum diakhiri dengan titik, tetapi masih koma. Artinya, masih ada kelanjutannya. Kalimat utuhnya, sebagai wahyu Allah SWT, adalah sebagai berikut: “Jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.” Dalam kalimat utuh ini terlihat jelas bahwa Allah memang menghendaki perbedaan, akan tetapi Allah juga yang menentukan mana yang disesatkan dan mana yang diselamatkan. Hal ini kemudian ditafsirkan bahwa yang disesatkan adalah golongan kafir, dan yang diberi petunjuk adalah umat islam. Karena itulah, sejalan dengan surah al-Anfal, orang kafir akan dimusnahkan sampai ke akar-akarnya, dan tempat mereka adalah neraka (bdk. QS al-Baqarah: 24 dan QS al-Maidah: 10).
Alasan kedua adalah prinsip pembatalan yang berlaku. Beberapa ahli Al-Qur’an mengatakan bahwa ada prinsip pembatalan wahyu Allah jika terjadi perbedaan atau pertentangan. Ayat yang turun kemudian membatalkan ayat terdahulu. Berdasarkan prinsip ini, kita dapat menilai nasib surah an-Nahl di atas, yang biasa dijadikan dasar argumentasi islam moderat. Sebagaimana diketahui, Al-Qur’an dapat dibagi ke dalam 2 bagian, yaitu surah Makkiyah dan surah Madaniah. Yang pertama adalah wahyu yang turun lebih dahulu. Surah an-Nahl masuk ke dalam kelompok surah Makkiyah.