Senin, 17 Juni 2019

INILAH CARA MEMBANGUN RASA PERCAYA DIRI ANAK


Percaya diri merupakan keyakinan seseorang akan kemampuan yang dimiliki untuk menampilkan perilaku tertentu atau untuk mencapai target tertentu. Kepercayaan diri sangat dibutuhkan setiap orang karena dapat membantu untuk mencapai kesuksesan dalam hidup. Karena itulah, kepercayaan diri harus sudah ditanamkan dalam diri sejak usia dini.
Hal inilah yang dibahas blog budak-bangka empat tahun lalu, persisnya pada 17 Juni 2015, lewat tulisan berjudul “Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak”. Tulisan tersebut merupakan olahan kembali dari tulisan yang dimuat dalam situs psikologi. Jadi, jelas bahwa tulisan tersebut masuk dalam kategori psikologi.
Ada empat hal penting yang diulas terkait dengan kepercayaan diri anak, yaitu soal alasan kenapa kepercayaan diri itu penting, soal pola asuh yang keliru dalam membentuk kepercayaan diri, soal dari mana kepercayaan diri itu dibentuk dan peran penting dalam menumbuhkan kepecayaan diri. Lebih lanjut mengenai keempat hal penting itu dan juga isi tulisan tersebut, langsung saja klik dan baca di sini. Selamat membaca!!!

Jumat, 14 Juni 2019

OGF IMAM REGIO SUMATERA

Pada bulan Maret 2019 lalu, para imam diosesan se-Sumatera usia tahbisan di atas 10 tahun hingga di bawah 21 tahun berkumpul di Pangkalpinang. Mereka mengatakan kegiatan itu dikenal dengan nama On Going Formation.
Pada acaran tersebut para imam dicerahkan dengan seruan apostolik Paus Fransiskus Gaudete et Exsultate (GE). Surat apostolik itu dibahas oleh beberapa ahli, yang mengulasnya dari berbagai sudut pandang. Semuanya berguna bagi bekal para imam dalam pelayanan pastoralnya nanti.
Berikut ini materi-materi yang disajikan dalam pertemuan tersebut.
GE dan Pribadi Imam oleh Rm. Sunardi SCJ
Teologi Pastoral dalam Terang GE oleh Rm. Gito Wiratmo, Pr
Gaudete et Exsultate oleh Mgr Adrianus Sunarko, OFM
KBG sebagai Wujud Sederhana GE oleh Bpk. Alfons Liwun
Untuk membaca naskah-naskah tersebut, silahkan langsung klik di judul-judul materi. Selamat membaca!!!

SEKOLAH BUKAN HANYA UNTUK MENDAPATKAN IJASAH


Ada pepatah Latin yang cukup terkenal berkaitan dengan dunia pendidikan. Bunyinya: non schole sed vitae discimus, yang artinya “Kita belajar bukan untuk sekolah tetapi untuk hidup.” Pepatah ini hendak menyatakan bahwa pendidikan atau pelajaran yang didapat di bangku sekolah bukan hanya sekedar untuk mendapatkan nilai atau ijasah, melainkan agar pelajaran yang telah didapat bisa diterapkan dalam kehidupan.
Masalah inilah yang diangkat blog budak-bangka empat tahun lalu, persisnya pada 14 Juni 2015, lewat judul tulisan “Masalah Pendidikan Tidak Hanya Ijasah”. Memperhatikan tulisan tersebut terlihat jelas kalau tulisan itu mau menjawab persoalan yang sedang terjadi pada saat itu, yaitu masalah ijasah palsu. Fenomena ijasah palsu menunjukkan adanya indikasi para siswa dan juga mahasiswa hanya mengejar ijasah. Mereka tidak mempedulikan soal proses dan juga ilmu yang didapat.
Akan tetapi, dalam tulisan 4 tahun lalu itu, penulis tidak hanya sebatas mempersoalkan masalah ijasah palsu, tetapi juga mengungkap masalah lain. Setidaknya ada dua masalah yang muncul berkaitan dengan fenomena ijasah palsu itu. Apa saja persoalan itu? Langsung saja temukan jawabannya di sini. Selamat membaca!!!