Rabu, 07 Februari 2018

INI ALASAN WANITA SULIT HAMIL

Selain mencapai kebahagiaan suami istri, tujuan lain orang menikah adalah mendapatkan anak. Karena itu, memiliki keturunan tentu menjadi keinginan banyak keluarga. Bukan hanya suami istri yang menginginkan hal tersebut, tetapi juga orangtua pasangan suami istri itu (merindukan kehadiran cucu). Akan tetapi, sering terjadi kehamilan yang dinantikan itu menjadi hal yang sulit bagi sebagian perempuan.
Tentu ada rasa frustasi, marah, kecewa, lelah dan sedih yang terkadang muncul di dalam benak pasangan suami istri (pasutri). Tak sedikit kaum wanita merasa terganggu dengan tak kunjung hadirnya buah hati. Nilai atau dimensi kewanitaannya seakan hilang. Bukankah dengan menikah, seorang perempuan akan menjadi seorang ibu? Jadi, kehadiran anak dalam rumah tangga akan menunjukkan eksistensi seorang wanita sebagai seorang ibu.
Alexis Melnick, dokter kandungan di New York, mengungkapkan bahwa ada banyak alasan kenapa seorang wanita tidak bisa hamil. Faktor penyebab itu bisa karena medis, bisa juga karena lingkungan. Perlu diketahui bahwa banyak faktor tersebut bisa diobati.
Berikut ini adalah sejumlah potensi penyebab kesulitan seorang istri untuk hamil.
Endometriosis
Kram saat menstruasi tidak akan menghalangi wanita untuk hamil. Tapi kram parah adalah gejala endometriosis, yang bisa menyebabkan infertilitas. “Gejala yang paling umum dari kondisi ini, yang terjadi saat lapisan rahim tumbuh di luar rahim, adalah periode yang menyakitkan,” ujar Melnick.
Yang lainnya termasuk nyeri panggul kronis dan ketidak-nyamanan saat bersenggama. Sekitar 10 persen perempuan menderita endometriosis, dan sampai 50 persen dari jumlah itu mengalami kesulitan hamil. Dalam kondisi semacam ini, ahli endokrinologi reproduksi dapat merekomendasikan operasi atau perawatan lain.
Tidak ada ovulasi

Senin, 05 Februari 2018

GEREJA KATOLIK AKUI PERCERAIAN?

Sekali peristiwa terjadi bahwa seorang pria katolik yang ditinggal pergi istrinya, menikah lagi dalam gereja dan diberkati pastor. Istrinya pergi karena tidak tahan perlakuan kasar sang suami. Hal ini mengejutkan banyak umat, sehingga muncul pertanyaan apakah Gereja Katolik sudah mengakui perceraian? Terdengar bisik-bisikan liar di antara umat, kalau dia bisa, saya juga bisa nikah lagi donk. Apakah memang demikian?
Salah satu sifat atau ciri pernikahan katolik adalah tak terceraikan. Gereja Katolik menolak adanya perceraian, karena apa yang sudah disatukan Allah, janganlah diceraikan manusia. Hingga kini sifat itu tak terhapuskan. Yang terjadi pada peristiwa di atas adalah bahwa Tribunal Gereja telah memutuskan bahwa perkawinan pertama pria katolik itu tidak sah.
Ada banyak faktor yang menyebabkan suatu perkawinan itu tidak sah. Sayangnya, umat hanya melihat bahwa perkawinan sah itu jika diberkati pastor di gereja. Yang membuat perkawinan tidak sah adalah sesuatu yang ada sebelum pemberkatan oleh pastor, bukan sesuatu sesudah pemberkatan. Jadi, perselingkuhan, KDRT, masalah ekonomi rumah tangga tidak bisa dijadikan alasan untuk menyatakan perkawinan yang sudah diberkati tidak sah.
Sesuatu yang ada sebelum pemberkatan sering tidak diketahui oleh umat. Misalnya, seorang wanita diancam jika tidak mau menikah maka ayah ibunya akan dibunuh. Ancaman ini sama sekali tidk diketahui, baik oleh umat maupun pastor, sehingga terjadilah proses pemberkatan. Nah, sekalipun sudah diberkati, pernikahan ini tidak sah. Karena itu, jika suatu saat mereka berpisah, dan diproses di Tribunal Gereja, mereka bisa diberkati lagi di gereja.
by: adrian