Sabtu, 22 April 2017

PAUS FRANSISKUS: CINTAILAH YESUS YANG HADIR DALAM DIRI ORANG MENDERITA

Yesus tidak meminta manusia untuk hanya merenung tentang gambaran-Nya, tapi juga mengenal dan mencintai Dia secara nyata dalam diri orang-orang yang menderita seperti Dia, kata Paus Fransiskus. Yesus hadir dalam diri saudara dan saudari kita yang mengalami penderitaan seperti yang Dia alami, yakni menderita karena kerja paksa, menderita karena masalah keluarga, karena penyakit, karena perang dan terorisme, karena senjata yang siap untuk menyerang, ungkap Paus Fransiskus dalam misa Minggu Palma (9 April 2017).
Paus, yang getol menyuarakan perlawanan terhadap korupsi, juga mengungkapkan kesedihannya atas serangan teroris di Swedia dan Mesir, dan menyerukan agar mereka yang menabur ketakutan, kekerasan dan kematian, termasuk juga pembuat dan pedagang senjata, agar bertobat. Dalam doanya bagi mereka yang menderita karena serangan-serangan tersebut, Paus menyampaikan ucapan turut berdukacita kepada Yang Mulia Paus Tawadros, Gereja Koptik dan seluruh warga Mesir.
Sedikitnya 44 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan bom pada 9 April terhadap dua Gereja Ortodox di Mesir ketika umat Kristen Koptik berkumpul untuk merayakan Minggu Palma. Serangan di Swedia terjadi dua hari sebelumnya dimana sebuah truk menabrak kerumunan warga di luar toko swalayan di pusat ibukota Stockholm, dan menewaskan 4 orang serta melukai 15 orang.
Paus Fransiskus mendoakan semua korban, termasuk mereka yang terkena dampak perang. Puluhan ribu orang membawa daun palem dan zaitun mengikuti perarakan bersama Paus di Basilika St. Petrus yang menandai awal Pekan Suci.

Kamis, 20 April 2017

MESKI SERING DIANCAM, UMAT TETAP RAYAKAN PASKAH

Umat kristiani di beberapa gereja di Indonesia yang mengalami konflik tetap merayakan Pekan Suci meskipun sebelumnya ada aksi protes dari kelompok Islam garis keras terkait dengan izin pembangunan gereja. Umat menerima ancaman dan protes di beberapa gereja dalam beberapa pekan terakhir oleh umat Islam, yang menuntut tempat ibadah mereka ditutup, meskipun mereka sudah memegang izin. Ini contoh dari intoleransi agama di negara mayoritas muslim, walaupun negaranya sekuler.
Beberapa waktu lalu, kekerasan meletus ketika ratusan umat islam menggelar aksi protes terhadap pembangunan Gereja Katolik St. Klara di Bekasi Utara, Jawa Barat. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang mencoba untuk memaksa masuk ke dalam gereja.
“Aksi protes seperti itu adalah pengingkaran terhadap upaya kita untuk mempertahankan keragaman,” kata Rasnius Pasaribu, sekretaris dewan paroki. “Tidak peduli. Kami akan tetap merayakan Pekan Suci di ruko, dimana kami mengadakan perayaan setiap Minggu.”
Paroki yang didirikan pada tahun 1996 itu memiliki sekitar 9.400 umat yang melaksanakan misa Minggu di ruko tersebut. Pada tahun 2015 ia memperoleh izin mendirikan bangunan dari pemerintah setempat untuk membangun sebuah gereja setelah semua persyaratan yang ditetapkan dalam hukum Indonesia. Undang-undang menyatakan pejabat gereja harus memberikan daftar nama dan tanda tangan dari 90 umat dan dukungan tertulis dari setidaknya 60 warga setempat bersama dengan persetujuan kepala desa.

Rabu, 19 April 2017

DITOLAK JADI TENTARA

Sudah sejak kecil Markus bercita-cita ingin menjadi tentara. Dia begitu suka dengan kegagahan dan kehebatan tentara. Karena itu, selepas SMA Markus langsung mendaftar dan mengurus dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Tes pun diadakan, dan semua itu dilalui tanpa ada masalah.
Akan tetapi, saat pengumuman Markus menerima kenyataan pahit. Dirinya tidak diterima. Penasaran dengan kegagalan ini, Markus menghadap panitia untuk menanyakan sebabnya.
Markus        : Maaf Pak, kenapa saya tidak lulus?
Panitia        : Hasil tes kamu semuanya bagus. Hanya kesehatan saja yang gagal, karena gigimu ompong.
Markus        : Emangnya jadi tentara itu mau unjuk gigi apa?
Panitia         : %$#@&^%*$?????
edited by: Adrian
Baca juga humor lainnya: