Minggu, 31 Juli 2016

Orang Kudus 31 Juli: St. Eilin

SANTA EILIN, JANDA & PENGAKU IMAN
Tidak diketahui kapan dan dimana orang kudus ini dilahirkan. Informasi mengenai dirinya sangat terbatas. Namun yang pasti Eilin adalah seorang janda muda yang saleh. Setelah kematian suaminya, ia berusaha membesarkan sendiri anak-anaknya menurut ajaran iman kristen. Ia pernah berziarah dari Swedia ke Yerusalem. Dalam perjalanan ziarahnya, ia banyak melakukan amal kasih.
Oleh sanak keluarganya, Eilin dituduh merencanakan pembunuhan atas suami puterinya. Tanpa ada kesempatan membela diri, Eilin langsung dipukuli dengan tongkat kayu sampai mati. Banyak peziarah menyaksikan terjadinya banyak mukjizat pada makamnya. Eilin mati terbunuh pada tahun 1160.
sumber: Iman Katolik
Baca juga orang kudus hari ini:

Sabtu, 30 Juli 2016

Orang Kudus 30 Juli: St. Yulita Kaesarea

SANTA YULITA KAESAREA, PENGAKU IMAN
Tidak diketahui kapan dan dimana orang kudus ini dilahirkan. Namun yang pasti Yulita berasal dari Kapadokia dan hidup pada sekitar awal abad IV. Ia memiliki ladang dan ternak, harta kekayaan lainnya dan banyak budak belian. Di antara penduduk setempat, Yulita tergolong wanita kaya raya. Banyak orang mengadakan hubungan dagang dengannya. Pada suatu ketika, Yulita terlibat dalam suatu pertikaian bisnis dengan seorang pemuka masyarakat. Yulita dihadapkan ke pengadilan umum, namun berhasil mengalahkan orang itu. Hal ini membuat Yulita menjadi musuh bebuyutan orang itu.
Untuk membalas kekalahannya di depan pengadilan, pemuka masyarakat itu melaporkan Yulita kepada penguasa setempat bahwa Yulita adalah seorang penganut agama kristen. Oleh laporan tersebut, hakim segera memanggil Yulita dan memaksanya untuk mempersembahkan korban bakaran kepada Dewa Zeus. Dengan berani Yulita menantang para hakim. Ia berkata dengan tegas, “Ladangku dan kekayaanku boleh diambil dan dirusakkan. Tetapi sekali-kali aku tidak akan meninggalkan imanku. Aku tidak akan pernah menghina Tuhanku yang telah menciptakan aku. Aku tahu bahwa aku akan memperoleh semuanya itu kembali di sorga.”
Mendengar pernyataan Yulita itu, tanpa banyak berpikir para hakim menyuruh para algojo membakar hidup-hidup Yulita di depan umum. Peristiwa tragis itu terjadi kira-kira pada tahun 303.
sumber: Iman Katolik
Baca juga orang kudus hari ini:


Kamis, 28 Juli 2016

Mari Berefleksi dari Pertarungan Yesus vs Iblis

Kisah Yesus dicobai iblis bukanlah merupakan cerita baru bagi umat kristiani. Kisah tersebut dapat dibaca dalam Matius 4: 1 – 11. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Namun sebelum dicobai iblis, Yesus menjalani puasa selama 40 hari. Semua rangkaian peristiwa ini terjadi sebelum Dia melaksanakan tugas perutusan-Nya.
Umumnya umat tahu bahwa Yesus mengalami tiga kali pencobaan, yaitu mengubah batu menjadi roti untuk dimakan, menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah, dan kerajaan dunia dengan segala kemegahannya. Tiga godaan ini sering dijadikan tiga godaan hidup manusia dewasa kini, sehingga bisa dikatakan bahwa pencobaab Yesus adalah juga pencobaan kita.
Tulisan berikut merupakan buah-buah kontemplasi atas kisah pencobaan yang dialami Yesus. Dalam tulisannya, wujud godaan itu sudah dimodifikasi dengan situasi dewasa kini sehingga kita dapat secara langsung melihat konteksnya. Namun tetaplah perlu disadari bahwa tulisan ini merupakan refleksi bagi kita, bukan sekedar melihat peristiwa atau ceritanya saja. Artinya, jangan hanya berhenti pada cerita, melainkan kenakan pada diri sendiri. Karena cobaan Yesus adalah cobaan kita juga. Menjadi pertanyaannya: apakah kita siap dan berani mengalahkan godaan iblis?
Lebih lanjut silahkan baca di Budak Bangka: (Pencerahan) Yesus vs Iblis