Kamis, 12 Mei 2016

Orang Kudus 12 Mei: St. Leopoldus Mandic

SANTO LEOPOLDUS MANDIC, PENGAKU IMAN
Terlahir dengan nama Bogdan Mandic, Leopoldus lahir pada 12 Mei 1866 di Herceg Novi, Boka Kotorska, Montenegro. Ia adalah putera dari Peter Antun Mandic, seorang keturunan bangsawan dan pemilik kapal-kapal penangkap ikan, dan Dragica Zarevic. Bogdan memiliki fisik yang lemah. Kehidupan keluarganya sempat mengalami kejatuhan, sehingga ia memiliki rasa kepedulian terhadap sesama.
Pada 16 November 1882 Bogdan memutuskan untuk begabung dengan Ordo Fransiskan Kapusin di Udine, Italia. Pada 2 Mei 1884 ia menerima jubah dan mengambil nama: Leopoldus. Ia mengikrarkan kaul pertamanya pada 4 Mei 1885, dan tiga tahun berikutnya, yakni 28 Oktober 1888 Leopoldus mengikrarkan kaul kekalnya.
Leopoldus menerima tahbisan imam pada 20 September 1890. Terinspirasi untuk mempersatukan umat Kristen di negaranya, Leopoldus berkeinginan menjadi misionaris di negaranya. Namun keinginan itu tidak terwujud, karena Leopoldus dianggap tidak mampu. Karena itu ia ditugaskan untuk menjadi seorang pengaku di Padua.
Leopoldus menjalankan tugasnya dengan mendengarkan pengakuan disa umat setiap harinya. Banyak saudara tarekatnya yang mengkritiknya karena memberikan penitensi ringan, tetapi Leopoldus memiliki alasan-alasan yang dihasilkan dari rasa kepedulian yang tertanam dalam dirinya.. Leopoldus selalu berdoa setiap malam untuk menanggung penintensi ringan yang ia berikan kepada umatnya.
Ketika Perang Dunia I, pada tahun 1906, Leopoldus menolak melepaskan kewarganegaraannya, sehingga ia harus tinggal di dalam penjara. Leopoldus menderita kanker kerongkongan. Sebelum meninggal para biarawan menyanyikan madah Regina Salve, yang mengantar Leopoldus dalam istirahat kekal.
Leopoldus Mandic meninggal dunia pada 30 Juli 1942 di Padua, Italia. Pada 2 Mei 1976 ia dibeatifikasi oleh Paus Paulus VI, dan pada 16 Oktober 1983 ia dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 12 Mei: St. Akhilleus

SANTO AKHILLEUS, MARTIR
Informasi mengenai orang kudus ini sangat terbatas. Yang pasti Akhilleus hidup pada masa penganiayaan Gereja Perdana. Akhilleus merupakan seorang tentara Praetorian Kekaisaran Romawi. Ia bertobat dan menjadi seorang Kristen setelah dibaptis oleh Rasul Petrus.
Setelah menjadi pengikut Kristus, Akhilleus aktif melayani jemaat kristen. Rekan pelayanannya adalah St. Domitilla. Karena imannya kepada Kristus, Akhilleus diasingkan ke Pulau Pontia bersama St. Nereus dan Domitilla. Di sana mereka dihukum mati. Akhilleus meninggal dunia sebagai martir di Terracina, Italia.
Baca juga orang kudus hari ini:

Selasa, 10 Mei 2016

Bahaya Duduk Terlalu Lama

TERLALU BANYAK DUDUK PERPENDEK UMUR
Bila Anda ingin berumur panjang dan juga sehat, awalilah dengan membatasi waktu duduk diam setiap harinya. Terlalu banyak duduk terbukti membuat umur seseorang lebih pendek.
Tim peneliti dari Brasil menganalisa data dari 54 negara dan menemukan kaitan kuat antara duduk lebih dari 3 jam setiap hari dengan resiko kematian dari berbagai sebab.
Mengurangi waktu duduk menjadi kurang dari 3 jam setiap hari diketahui dapat meningkatkan usia harapan hidup lebih dari dua bulan.
Hasil penelitian ini menambah panjang bukti efek serius dari terlalu banyak duduk. Bukan hanya menjadi musuh jantung, tetapi juga memperpendek umur. Ini karena olahraga teratur tidak cukup untuk membalikkan efek merusak dari kebanyakan duduk.
Walau sudah banyak bukti dari bahaya terlalu banyak duduk, tetapi tak gampang meminta masyarakat modern mengubah kebiasaaannya.
Saat ini sebagian besar pekerjaan mengharuskan seseorang lebih banyak berada di belakang meja, selain itu perjalanan yang panjang di kendaraan, dan kurangnya sarana olahraga di sekitar rumah, menjadi salah satu pemicunya.
Sumber: Kompas Health
Baca juga tulisan lainnya: