Minggu, 24 April 2016

UMAT PERTANYAKAN POSISI GEREJA TERKAIT PERCERAIAN

Selama 10 tahun terakhir, Natasya, seorang wanita katolik dari Matraman, Jakarta Timur, tidak menerima komuni.
“Itu adalah sesuatu yang sulit,” katanya. “Tapi aku tidak punya pilihan. Ini merupakan ajaran Gereja Katolik. Saya harus mematuhinya,” kata ibu satu anak ini, yang sadar dirinya “hidup dalam dosa” sehingga tak dapat menerima komuni.
Natasya menikah dengan seorang pria muslim melalui pernikahan sipil tahun 2000. Tapi dia merasa sulit untuk beradaptasi dengan suaminya yang berbeda agama. Pasangan ini bercerai 11 tahun kemudian.
“Pada awalnya saya merasa kesal dengan ajaran Gereja,” katanya. “Yesus datang untuk orang berdosa, kan?”
Akhirnya Natasya pergi menemui seorang imam di paroki. “Saya berpikir bahwa Yesus tidak pernah menolak mereka yang bersedia untuk bertobat,” katanya.
Menanggapi seruan Paus Fransiskus tentang Amoris Laetitia, Natasya merasa lega. “Saya setuju dengan Paus Fransiskus,” katanya. “Para pastor harus lebih memahami situasi yang dihadapi oleh umat katolik.”
Pendekatan Pastoral

Sabtu, 23 April 2016

Orang Kudus 23 April: St. Helena Udine

BEATA HELENA UDINE, PENGAKU IMAN
Helena lahir pada tahun 1396 di Udine, Italia. Ia adalah puteri dari keluarga bangsawan Maniago. Ketika masih muda, Helena menikah dengan Antonio Cavalcanti pada sekitar tahun 1414. Dari pernikahannya mereka dikaruniai 6 orang anak. Helena kehilangan Antonio yang meninggal dunia pada tahun 1441.
Dikisahkan Helena memotong rambutnya dan menyimpannya bersama perhiasannya pada peti Antonio. Helana kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Ketiga Santo Agustinus setelah mendengar homili dari seorang biarawan Agustinian, Angelo de San Servino. Helena banyak membantu orang-orang yang membutuhkan dengan perbuatan-perbuatan kasihnya.
Helena banyak meluang waktu untuk berdoa, berdevosi kepada Sengsara Kristus, dan mencintai ekaristi. Ia sempat mengalami siksaan dalam hidupnya ini sampai depresi berat. Ia bahkan nyaris melakukan tindakan bunuh diri, tetapi doa-doa yang ia lakukan menguatkannya. Selama menjadi anggota Ordo Ketiga, Helena memilih untuk tidur di atas tumpukan batu yang dialasi sedikit jerami.
Helena Udine meninggal dunia pada 23 April 1438 di Udine, Italia. Pada 27 September 1848 kultusnya diakui oleh Paus Pius IX.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 23 April: St, Egidius Asisi

BEATO EGIDIUS ASISI, PENGAKU IMAN
Egidius lahir sekitar tahun 1190 di Asisi, Ubria, Italia. Ia adalah seorang petani. Ketika Santo Fransiskus mulai berkarya, ia mendatanginya dan ingin mengikuti cara hidupnya. Keinginan Egidius disambut baik oleh Fransiskus, dan ia menjadi pengikutnya yang ketiga pada 23 April 1209. Egidius ikut bersama Fransiskus ketika akan meminta restu Paus Innosentius III atas aturan hidup Ordo Fransiskan.
Egidius kemudian melakukan ziarah ke makam Santo Yakobus di Compostela. Dari sini ia melanjutkan perjalanan ke Yerusalem. Ia juga mengunjungi tempat suci Santo Mikael di Gunung Gargano, dan makam Santo Nikolaus di Bari. Egidius kemudian hendak pergi ke Tunisia untuk berkotbah kepada orang-orang muslim. Akan tetapi umat Kristen di Tunis tidak menerimanya dan memulangkannya, karena mereka takut Egidius akan menimbulkan kekacauan.
Akhirnya Egidius memutuskan untuk hidup selalu membantu orang-orang yang ia temui. Pada tahun 1234 Egidius pindah menuju Monte Ripido, dekat Perugia. Egidius  sempat bertemu dengan Santo Bonaventura, ketika ia mengunjungi Perugia. Paus Gregorius IX mengagumi Egidius bahkan meminta nasehat Egidius untuk menjalankan tugasnya.
Egidius Asisi meninggal dunia pada 23 April 1262 di Monte Ripido, Umbria, Italia. Pada tahun 1777 ia dibeatifikasi oleh Paus Pius VI.
Baca juga orang kudus hari ini: