Senin, 01 Februari 2016

Orang Kudus 1 Februari: St. Maria Anna Vaillot

BEATA MARIA ANNA VAILLOT, MARTIR
aria Anna Vaillot lahir pada 13 Mei 1736 di Fontainebleau, Perancis. Ia menjadi biarawati Putri Kasih St. Vinsensius de Paulo di Keuskupan Angers. Pada saat Revolusi Perancis, penguasa memaksa para kaum religius, biarawan dan biarawati untuk mengungkapkan kesetiaan kepada Negara. Akan tetapi, Maria menolak dengan tegas sumpah setia kepada Negara sehingga ia ditangkap dan menjalani siksaan.
Maria Anna Vaillot meninggal dunia pada 1 Februari 1794 setelah ditembak mati bersama dengan umat Kristen lainnya di Avrille, Perancis. Pada 19 Februari 1984 ia dibeatifikasi bersama 99 martir Avrille oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini:

Sabtu, 30 Januari 2016

Orang Kudus 30 Januari: St. Yasinta Mariscotti

SANTA YASINTA MARISCOTTI, PENGAKU IMAN
Yasinta Mariscotti lahir pada tahun 1585 di dekat Viterbo, Italia. Ia adalah puteri dari Marc Antonio Mariscotti dan Ottavia Orsini. Yasinta dibaptis dengan nama Clarice. Ia memperoleh pendidikan pada biara Fransiskan. Dari sini ia kemudian bergabung dalam ordo ketiga Fransiskan di biara St. Bernardine di Viterbo. Yasinta mengikuti saudaranya yang sudah lebih dahulu bergabung.
Pada masa itu Yasinta masih hidup penuh dengan kemewahan duniawi, baik dalam hal makanan, pakaian atau juga barang-barang lainnya. Suatu ketika Yasinta jatuh sakit, dan seorang imam hendak memberinya komuni. Ketika mendengarkan pengakuan Yasinta, imam itu sangat terkejut sehingga ia menegur keras Yasinta.
Yasinta mengikuti kata-kata bapa pengakuannya dan menyingkirkan segala hal duniawi yang ia miliki. Yasinta melakukan pertobatan keras dengan hidup menderita, seperti berjalan tanpa alas kaki, dan tidur di atas papan. Yasinta juga berdevosi terhadap penderitaan Kristus, dan dengan pertobatannya, ia menjadi teladan bagi para biarawati di biaranya.
Yasinta mendirikan kelompok Sacconi yang mendedikasikan karyanya bagi orang-orang lanjut usia dan orang miskin. Yasinta Mariscotti meninggal dunia pada tahun 1640 di Viterbo, Italia. Pada 1 September 1726 ia dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XIII, dan pada 24 Mei 1807 ia dikanonisasi oleh Paus Pius VII.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 30 Januari: St. Sebastianus

BEATO SEBASTIANUS, IMAM
Sebastianus berasal dari keluarga miskin. Keluarganya sangat mengharapkan agar ia membantu menghidupi keluarganya. Tetapi cita-citanya untuk menjadi seorang imam lebih mengugah dan menarik hatinya daripada keadaan keluarganya yang serba kekurangan itu. Sebastianus akhirnya memutuskan masuk seminari dan mengikuti pendidikan imamat.
Banyak sekali tantangan yang ia hadapi selama masa pendidikan itu, terutama karena ia kurang pandai untuk menangkap semua mata pelajaran yang diajarkan. Ia sendiri sungguh insyaf akan kelemahannya. Satu-satunya jalan keluar baginya adalah dengan melipat-gandakan usaha belajarnya.
Perjuangannya yang gigih itu akhirnya memberikan kepadanya hasil akhir yang menyenangkan. Ia mencapai cita-citanya menjadi imam. Karyanya sebagai imam dimulainya di Torino. Sebagaimana biasa, ia selalu melakukan tugasnya dengan rajin, sabar, bijaksana dan penuh cinta kepada umatnya. Tarekatnya sungguh senang karena mendapatkan seorang anggota yang sungguh-sungguh menampilkan diri sebagai tokoh teladan dalam perbuatan-perbuatan baik. Selama 60 tahun ia mengabdikan hidupnya pada Tuhan, Gereja dan umatnya.
Tuhan berkenan mengaruniakan kepadanya rahmat yang luar biasa, yaitu kemampuan membuat mukjizat. Jabatan Uskup Torino, yang ditawarkan kepadanya, ditolak Sebastianus dengan rendah hati. Sebastianus lebih suka menjadi seorang imam biasa di antara para umatnya. Tentang hal ini Sebastianus berkata, “Apa artinya menjadi Abdi Tuhan? Artinya adalah mengutamakan kepentingan Tuhan daripada kepentingan pribadi; memajukan karya penyelamatan Allah dan Kerajaan-Nya kepada manusia. Semua itu harus dilakukan di tengah-tengah umat.”
Imannya yang kokoh kepada Allah dan kesetiaannya kepada panggilan imamatnya, membuat dirinya menjadi satu terang dan kekuatan kepada sesama manusia, terlebih rekan-rekan imam se-tarekatnya. Sebastianus meninggal dunia pada tahun 1740.
sumber: Iman Katolik
Baca juga orang kudus hari ini: