Selasa, 19 Januari 2016

Orang Kudus 19 Januari: St. Yakobus Sales

BEATO YAKOBUS SALES, MARTIR
Yakobus Sales lahir pada 21 Maret 1556 di Lezoux, Perancis. Ia bersekolah di sekolah Yesuit di Billom, dan pada akhir masa sekolahnya ia sudah merasakan panggilan Tuhan untuk menjadi seorang Yesuit. Namun ia tidak menjawab panggilan itu karena ia merasa bahwa keluarganya lebih membutuhkan dia, karena ia adalah putera satu-satunya.
Ketika Yakobus melanjutkan studinya di Kolese Clermont, panggilannya semakin kuat. Akhirnya ayahnya mengizinkan dia untuk kemudian mengikuti masa nosiat di Verdun pada tahun 1573. Ia kemudian menjadi guru teologi di Pont-a-Mousson pada tahun 1585. Ada keinginan dalam hati Yakobus untuk menjadi misionaris di Amerika, Cina atau Jepang. Akan tetapi karena konflik antara katolik dan kalvinis, ia dilarang pergi oleh superiornya dengan alasan Perancis adalah tanah misi. Yakobus kemudian berkarya melawan pemikiran-pemikiran sesat kaum kalvinis.
Pada tahun 1593 ia dikirim bersama Bruder William Soultemoche menuju sebuah kota bernama Aubenas. Di sana Yakobus menjelaskan mengenai iman katolik, tetapi pertikaian antara katolik dengan kalvinis sangat kacau. Pada 6 Februari 1593 mereka ditangkap oleh Huguenot atau sebutan bagi kaum kalvinis Perancis, ketika mereka sedang berdoa. Mereka dibawa ke markas besar Huguenot dan ditanyai dengan harapan mereka akan menyangkal iman katolik. Namun yang terjadi adalah para Huguenot sampai frustrasi sehingga diputuskan bahwa Yakobus harus mati.
Yakobus dibawa ke sebuah lapangan dan diberikan kesempatan terakhir untuk mengingkari kehadiran nyata Kristus dan Sakramen Mahakudus. Namun Yakobus tetap pada imannya dan menolak pemikiran mereka. seketika itu juga ia ditembak dari belakang, sementara Bruder Saultemoche dibunuh dengan ditusuk oleh sebilah pedang. Yakobus Sales meninggal dunia pada 7 Februari 1693 di Perancis. Pada 6 Juni 1926 ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XI.
Baca juga orang kudus hari ini:

Minggu, 17 Januari 2016

Pesan Paus Fransiskus buat Kaum Muda

PAUS FRANSISKUS: JANGAN TERTIPU OLEH PESAN KEBENCIAN & TEROR
Jangan tertipu oleh pesan kebencian dan ketakutan yang diumbar oleh orang lain; sebaliknya, memperbanyak teman baru dan selalu membantu serta menunjukkan kepedulian terhadap orang lain. Demikian pesan Paus Fransiskus kepada kaum remaja di seluruh dunia.
“Jadilah berani dan melawan arus, menjadi sahabat Yesus, yang adalah pangeran perdamaian,” katanya dalam pesan tertulis untuk Tahun Yubelium Kerahiman kepada Kaum Muda, yang dijadwalkan akan dirayakan di Roma dan keuskupan-keuskupan di seluruh dunia pada 23 – 25 April.
Dalam pesannya yang dirilis oleh Vatikan pada 14 Januari, Paus Fransiskus mengatakan bahwa Tahun Kerahiman terbuka untuk semua orang sehingga mereka mungkin mengalami “rahmat, kedamaian, perubahan dan sukacita.” Allah mengundang setiap orang karena “tidak ada tembok atau jarak yang dapat mencegah rahmat Bapa yang merangkul dan memeluk kita.”
Paus Fransiskus mengatakan, “Saya tidak bisa melupakan Anda yang tinggal dalam situasi perang, kemiskinan, masalah sehari-hari dan kesepian. Jangan pernah kehilangan harapan!”

Sabtu, 16 Januari 2016

Orang Kudus 16 Januari: St. Berardus

SANTO BERARDUS, MARTIR
Berardus lahir di Carbio, Umbria, Italia. Ia adalah putera dari keluarg bangsawan Leopardi. Untuk menjawab panggilan Tuhan, Berardus memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Fransiskan. Ia diterima pada tahun 1231.
Oleh Santo Fransiskus ia ditugaskan bersama Petrus, Odorikus, Adjutus dan Accursius untuk menyebarkan Injil kepada orang-orang muslim. Berardus dan kawan-kawannya kemudian memutuskan untuk pergi ke Maroko. Dalam perjalanan itu, mereka juga berkotbah di Italia, Aragon, Coimbra, Sevilla, dan terakhir di tempat tujuan awal mereka.
Di Maroko, pada awalnya mereka diterima baik oleh Sultan Miramolin. Akan tetapi, rakyat tidak menyukai mereka, sehingga mereka diusir. Namun mereka tetap pada misi mereka dan memutuskan untuk kembali ke Maroko. Kali ini Sultan, yang sudah dipengaruhi oleh para penasehatnya, marah melihat kelakuan mereka dan mereka diminta untuk menyangkal iman mereka.
Berardus malah berbalik meminta Sultan untuk meninggalkan imannya. Karena kesetiaan pada imannya, Berardus bersama teman-temannya disiksa sampai mati dan menjadi martir Kristus. Berardus meninggal dunia pada 16 Januari 1220 di Maroko. Pada tahun 1418 mereka semua dikanonisasi oleh Paus Sixtus IV.
Baca juga orang kudus hari ini: