Rabu, 11 November 2015

Orang Kudus 11 November: St. Theodoros Studite

SANTO THEODOROS STUDITE, ABBAS & PENGAKU IMAN
Theodoros lahir pada tahun 759 di sebuah kota dekat Akroinum, Asia Kecil. Dalam soal kehidupan membiara di Konstantinopel, Byzantium, Beliau tergolong seorang rahib dan abbas yang mempunyai pengaruh besar. Ia tetap menjunjung tinggi penghormatan kepada gambar-gambar kudus yang dipajangkan di dalam gereja sebagai perlawanan terhadap bidaah Ikonoklasme. Ikonoklasme adalah aliran kepercayaan yang menentang dipasangnya gambar atau ikon suci di dalam gereja. Sebagai akibat dari perjuangannya mempertahankan ajaran-ajaran Gereja, ia beberapa kali dibuang dan akhirnya meninggal dunia pada 11 November 826 di Akritas (sekarang: Cape Gallo, Yunani).
Pada tahun 794 ia menjadi abbas sebuah biara, yang didirikan di lahan perkebunan milik ayahnya di Sakkoudion, dekat Olympus. Dalam kedudukan itu ia melancarkan kritik terhadap perkawinan kembali Kaisar Konstantinus VI (780 – 797), setelah perceraiannya; kritikan itu mengakibatkan pembuangan atas dirinya ke Salonika. Tetapi pada tahun 797 ia diizinkan kembali oleh penguasa yang baru. Tak lama kemudian para perompak-perompak islam memaksa Theodoros bersama rahib-rahibnya pindah ke Konstantinopel. Di sini mereka diizinkan menetap di sebuah biara pertapaan di Studion. Pada tahun 799 Theodoros menjadi abbas di biara Studion dan aktif menulis beberapa karangan tentang crak hidup membiara.
Pada tahun 809 Theodoros sekali lagi dibuang demi melindungi Nicephoras, seorang awam yang diangkat menjadi patriarch Konstantinopel. Tetapi pada tahun 813, dari tempat pembuangannya, Theodoros mendukung Patriarkh Nicephorus dalam usahanya melawan bidaah ikonoklasme. Karena hal ini, Nicephorus pun segera menyusul Theodoros ke pembuangan. Tujuh tahun kemudian Theodoros diizinkan kembali ke Konstantinopel, namun pertentangan yang terus menerus dilancarkannya terhadap para penganut ikonoklasme mengakibatkan pembuangannya yang terakhir di Akritas hingga wafatnya pada 11 November 826. Ia dimakamkan pertama di Akritas, dan kemudian relikuinya dipindahkan ke biara Studion pada tahun 844.
sumber:Iman Katolik
Baca juga orang kudus hari ini:

Renungan Hari Rabu Biasa XXXII - Thn I

Renungan Hari Rabu Biasa XXXII, Thn B/I
Bac I  Keb 6: 1 – 11; Injil          Luk 17: 11 – 19;

Bacaan pertama hari ini diambil dari Kitab Kebijaksanaan. Di dalam kitabnya penulis menyampaikan apa yang dikehendaki Allah bagi para raja dan para penguasa di ujung-ujung bumi. Penulis mengingatkan mereka bahwa kekuasaan dan pemerintahan yang mereka dapat berasal dari Allah (ay. 3). Oleh karena itu, mereka diharapkan tidak hanya bertanggung jawab atas kuasa yang mereka terima, melainkan juga diminta untuk hidup menurut kehendak Allah (ay. 4). Melaksanakan tugas demi kesejahteraan rakyat merupakan wujud sederhana pertanggungjawaban dan terima kasih kepada Tuhan atas pemberian kuasa itu.
Dalam Injil hari ini pun Tuhan Yesus menyinggung soal tanggung jawab atas anugerah yang didapat. Salah satu bentuk tanggung jawab itu adalah berterima kasih. Hal ini dicontohkan melalui kisah penyembuhan 10 orang kusta. Dari 10 orang kusta yang sembuh itu, hanya satu orang saja yang datang kembali kepada Tuhan Yesus untuk menghaturkan terima kasih. Ironisnya, orang itu adalah orang asing. Di sini Tuhan Yesus mau mengajarkan supaya orang tahu berterima kasih atas karunia yang telah diterima.
Terima kasih adalah dua kata yang sangat mudah diucapkan, namun sulit diwujud-nyatakan. Mengucapkan kata terima kasih atas apa yang kita telah terima merupakan tindakan mulia sekalipun sangat sederhana. Dengan mengucapkan kata terima kasih, kita telah mewujudkan rasa hormat kita kepada sang pemberi dan juga atas apa yang kita terima. Sikap inilah yang mau disampaikan sabda Tuhan hari ini. Tuhan menghendaki supaya kita tidak lupa melakukan hal ini dalam kehidupan, karena sadar atau tidak, kita sering kali menerima anugerah-anugerah, baik dari Tuhan maupun sesama. ***
by: adrian