Kamis, 13 Agustus 2015

Orang Kudus 13 Agustus: St. Pontianus

SANTO PONTIANUS, PAUS DAN MARTIR
Paus berkebangsaan Roma dan putra Calpurnius ini memimpin Gereja Kristus dari tahun 230 hingga 235. Hari kelahirannya dan kisah hidup masa mudanya tidak diketahui. Masa awal pontifikatnya ditandai dengan perlawanan keras terhadap skisma yang ditimbulkan oleh Hippolitus, seorang penulis terkenal pada masa Gereja Purba. Kecuali itu, ia mengadakan sebuah sinode untuk memperkuat hukuman terhadap Origenes yang menyebarkan ajaran sesat.
Pontianus kemudian dijatuhi hukuman pembuangan oleh Kaisar Maksimianus Thracianus (235 – 238) yang melancarkan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Bersama Hippolitus dan jemaat Kristen lainnya, Pontianus dibuang ke Sardinia. Agar supaya Gereja tidak mengalami kekosongan kepemimpinan, Pontianus melepaskan jabatannya sebagai Paus dan digantikan oleh Anterus pada 21 November 235. Di Sardinia, Pontianus mengalami banyak penderitaan dan akhirnya menghembuskan nafas karena penganiayaan atas dirinya. Hippolitus juga meninggal di Sardinia. Sebelumnya, ia mengakui kesalahannya dan berdamai dengan Gereja.
Pada masa kepemimpinan Paus Fabianus (236 – 250), jasad Pontianus dipindahkan ke Roma dan dikebumikan di pekuburan Santo Kalistus. Dari batu nisannya yang ditemukan pada tahun 1909, Pontianus dikenal sebagai seorang martir.
sumber: Iman Katolik
Baca juga orang kudus hari ini:

Renungan Hari Kamis Biasa XIX - Thn I

Renungan Hari Kamis Biasa XIX, Thn B/I

Sabda Tuhan hari ini mau mengatakan bahwa Tuhan bisa marah. Dalam bacaan pertama, yang diambil dari Kitab Yosua, kemarahan Tuhan terjadi karena orang Israel “melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN...” (ay. 7). Artinya, perilaku umat Israel tidak sesuai dengan kehendak Allah yang sudah disampaikan-Nya lewat Nabi Musa. Wujud kemarahan Allah adalah dengan menyerahkan umat Israel ke dalam penderitaan melalui bangsa lain. Sekalipun umat sudah bertobat, namun jika masih kembali ke dalam dosa, Allah tetap marah. Di sini tampak jelas bahwa Allah ingin supaya umat hidup baik.
Hal senada terlihat juga dalam Injil hari ini. Dalam kisah perumpamaan yang diberikan Tuhan Yesus, raja digambarkan sangat marah kepada orang yang berlaku tidak sesuai dengan kehendaknya. Raja dalam perumpamaan itu adalah gambaran Allah. Memang Allah berbelas kasih. Namun belas kasih Allah menuntut juga adanya pertobatan atau perubahan. Jika tidak, maka Allah akan murka, sebagaimana yang ditunjukkan pada hamba yang memiliki utang sepuluh ribu talenta. Karena tidak menunjukkan pertobatan, sekalipun sudah menikmati belas kasih Raja, maka Raja marah dan “menyerahkannya kepada algojo-algojo.” (ay. 34).
Sabda Tuhan hari ini mau mengatakan kepada kita bahwa Tuhan ingin supaya kita hidup benar dan baik. Sekalipun kita sering jatuh ke dalam dosa, Tuhan mempunyai belas kasih. Namun perlu disadari bahwa belas kasih Allah menuntut adanya pertobatan dalam hidup. Tobat dapat dilihat sebagai tanggapan atas belas kasih Allah. Tuhan menghendaki agar kita, yang telah menikmati belas kasihan-Nya, selain menunjukkan juga belas kasih kepada sesama, kita juga diminta untuk bertobat. Tuhan marah karena kita tidak mau bertobat. ***
by: adrian

Rabu, 12 Agustus 2015

Ziarah ke Israel #11

GEREJA STELA MARIS
Dari Gereja Kana, kami mengunjungi Gereja Stela Maris. Gereja ini berada di sebuah bukit, yang dalam Kitab Perjanjian Lama dikisahkan Nabi Elia membunuh ratusan nabi baal dalam adu kekuatan. Diyakini juga bahwa setelah kembali dari pengungsiannya di Mesir, keluarga kudus sempat bermalam di gua yang ada di bukit ini.