Sabtu, 11 Juli 2015

Renungan Hari Sabtu Biasa XIV - Thn I

Renungan Hari Sabtu Biasa XIV, Thn B/I

Tema sabda Tuhan hari ini adalah “Jangan Takut”. Dalam bacaan pertama, yang masih diambil dari Kitab Kejadian, ajakan untuk tidak takut ini disuarakan Yusuf kepada saudara-saudaranya. Ketakutan mereka beralasan. Mereka takut kalau Yusuf akan membalas dendam atas perbuatan jahat mereka kepadanya di masa yang lampau. Karena itu, sampai dua kali Yusuf berkata kepada para saudaranya, “Jangan takut.” (ay. 19 & 21). Dengan ajakan untuk tidak takut ini, Yusuf membuka rencana Tuhan atas keluarga mereka.
Seruan untuk tidak takut juga dikatakan Tuhan Yesus kepada keduabelas rasul-Nya. Dalam Injil Tuhan Yesus mengajak para rasul-Nya untuk tidak takut sebanyak tiga kali (ay. 26, 28 & 31). Lewat ajakan ini Tuhan Yesus mau mengatakan kepada mereka bahwa Tuhan senantiasa menyertai dan melindungi mereka. Sekalipun ancaman menghadang, para rasul harus tetap mewartakan Tuhan Yesus. Mewartakan Yesus sama artinya mewartakan kebaikan, sebab hidup dan ajaran Tuhan Yesus adalah kebaikan.
Hidup manusia selalu diliputi kecemasan dan ketakutan. Kecemasan dan ketakutan merupakan bagian dari hidup manusia. Akan tetapi, manusia diminta untuk tidak menyerah kalah pada ketakutan atau kecemasan. Kalah pada ketakutan mengisyaratkan bahwa kita kurang beriman kepada Tuhan. Sebagai umat beriman, hendaknya kita memiliki sikap berserah diri kepada-Nya. Sabda Tuhan hari ini mau menyadarkan kita akan hal tersebut. Kita tak perlu takut atas apa yang bakal terjadi dalam hidup ini. Tuhan punya rencana indah buat kita, sebagaimana yang Dia buat atas saudara-saudara Yusuf. Yang jahat diubah-Nya menjadi kebaikan. (ay. 20). Karena itu, Jangan takut! Percayakanlah hidupmu pada Tuhan.***

by: adrian

Jumat, 10 Juli 2015

Tuhan Hilang Dicuri

Tono dan Joko adalah anak asrama St. Fransiskus. Mereka masih duduk di bangku SD kelas 5. Reputasi mereka di asrama sangat buruk. Mereka selalu bikin ulah. Banyak barang milik anak asrama lainnya sering hilang. Dan bila ada kehilangan, selalu sasarannya adalah Tono dan Joko. Namun mengharapkan mereka mengaku sangatlah sulit.
Karena tidak tahan dengan ulah mereka, Pak Hiero menyerahkan mereka kepada Romo Aleks. Mungkin dengan bimbingan dan pendekatan khusus Rm. Aleks, kedua anak itu dapat berubah. Ketika niatnya itu disampaikan, Rm. Aleks minta agar kedua anak itu menghadapnya satu per satu.
Joko masuk ke ruang konsultasi. Di sana sudah menunggu Rm. Aleks. Joko tak berani menatap wajah Rm. Aleks. Mereka duduk berhadapan. Awalnya tidak ada komunikasi di antara mereka. selang 5 menit kemudian, Rm. Aleks angkat bicara.
Rm. Aleks    : Joko, dimana Tuhan?
Joko menunduk. Ia diam membisu.
Rm. Aleks    : Dimana Tuhan?
Mendengar suara Rm. Aleks mulai meninggi, Joko mengalihkan pandangannya. Mulai dari bawah meja, ia beralih ke sudut-sudut ruangan. Ia tetap diam membisu. Untuk ketiga kalinya, Rm. Aleks bertanya sambil jari telunjuknya mengarah ke hidung Joko.
Rm. Aleks    : Joko, dimana Tuhan?
Karena gugup, Joko lari pontang panting keluar dari ruangan. Ia segera menjumpai Tono.
Joko            :  Wah, gawat bro! ada masalah besar.
Tono            : Masalah besar apa?
Joko            : Sepertinya Tuhan hilang. Romo pikir kita yang curi.
Keesokan harinya, Joko dan Tono pergi menghadap Romo Aleks. Dengan jujur mereka mengakui telah mencuri banyak barang milik temannya. Tapi mereka sama sekali tidak mencuri Tuhan.
Tono            : Sumpah, Romo! Kami tak pernah sekalipun mencuri Tuhan.
Rm. Aleks    : %#$@(*&%#???
edited by: adrian
Baca juga humor lainnya:

Orang Kudus 10 Juli: St. Erik

SANTO ERIK IX , MARTIR
Erik adalah Raja Swedia yang beragama katolik. Ia menduduki takhta kerajaan pada tahun 1150 dan berjasa menyusun undang-undang Nasional Swedia. Pada masa kekuasaannya, ia menaklukkan negeri Finlandia dan memberi wewenang penuh kepada Henry, Uskup Uppsala, untuk menobatkan bangsa Finlandia yang masih kafir.
Karena dukungan dalam usaha penyebaran iman katolik, ia dimusuhi oleh banyak bangsawan Swedia. Kemudian atas hasutan Danes, bangsawan-bangsawan itu bersekongkol untuk menjatuhkan dia dari takhta kekuasaannya, bahkan melenyapkan nyawanya. Dalam suatu pertempuran di dekat Uppsala, mereka berhasil membunuh Erik.
Sejak lahirnya reformasi protestan, Erik dihormati sebagai pelindung Bangsa Swedia, walaupun ia tidak pernah secara resmi dikanonisasikan sebagai orang kudus. Jenasahnya dikebumikan di Gereja Katedral Uppsala. Peristiwa pembunuhan atas dirinya terjadi pada 18 Mei 1161
sumber: Iman Katolik
Baca juga riwayat orang kudus hari ini: