Selasa, 06 Mei 2014

Orang Kudus 6 Mei: St. Dominikus Savio

SANTO DOMINIKUS SAVIO, PENGAKU IMAN
Dominikus Savio lahir di Riva di Chieri, Italia Utara pada tanggal 2 April 1842. semenjak kecilnya, dia sudah menunjukkan suatu perhatian dan penghargaan yang tinggi pada doa dan perayaan Misa Kudus. Setelah menerima komuni Pertama pada usia 7 tahun, ia menjadi putra altar yang rajin di gereja parokinya. Orang tuanya kagum, lebih-lebih akan ucapannya yang terkenal berikut: “Lebih baik mati daripada berbuat dosa.” Ucapan ini menunjukkan suatu tahap kematangan rohani yang melampaui umurnya yang masih sangat muda itu. Setelah menamatkan sekolah dasarnya, Dominikus menjadi murid Santo Yohanes Don Bosco di Turin pada sebuah sekolah yang khusus bagi anak-anak orang miskin. Di mata Don Bosko, Dominikus adalah seorang remaja yang berkepribadian menarik, bahkan seorang anak yang dikaruniai Rahmat Allah yang besar. Oleh karena itu, Don Bosco memberi perhatian khusus padanya selama berada di Turin dengan maksud memasukkannya ke pendidikan seminari.

Sementara menjalani pendidikan di Turin, tumbullah dalam hatinya suatu kepastian bahwa ia akan menemui ajalnya dalam masa mudanya. Kepada Don Bosco gurunya, ia mengatakan: “Tuhan membutuhkan aku untuk menjadi orang Kudus di surga. Aku akan mati. Bila aku tidak mati, aku akan tergolong manusia yang gagal.”

Pada usia 20 tahun, ia mempersembahkan dirinya kepada Bunda Maria dengan suatu janji untuk selalu hidup murni. Kepada bunda Maria, ia pun meminta agar ia boleh meninggal sebelum melanggar janji itu. Permintaan ini didorong oleh rasa takutnya pada kemungkinan jatuh dalam dosa. Untuk menjaga janji kemurniaannya, ia senantiasa berdoa dan memohon pengampunan dosa dari Pastor Don Bosco.

Oleh pengaruh kesalehan Don Bosco, Dominikus dengan tekun mengusahakan keberhasilan dalam usaha belajarnya. Di antara kawan-kawannya, ia menjadi seorang rasul yang aktif. Ia membantu memberi pelajaran agama dan mata pelajaran lainnya serta merawat orang-orang sakit. Untuk mendidik anak-anak yang bandel, ia mendirikan sebuah klub remaja dan memberi mereka pelajaran agama.

Pada tahun 1856 ia jatuh sakit. Dokter yang merawatnya membujuk agar ia pulang saja ke rumah orang tuanya. Tetapi dia menolak bujukan itu. Pada tanggal 9 Mei 1857, ia menerima sakramen Pengurapan Orang Sakit. Lalu pada pukul sembilan malam itu, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir. Pada tahun 1950, ia dinyatakan ‘Beato’ dan pada tahun 1957 dinyatakan sebagai ‘Santo’. Dominikus Savio diangkat sebagai pelindung klub-klub remaja.

Renungan Hari Selasa Paskah III - A

Renungan Hari Selasa Paskah III, Thn A/II
Bac I   : Kis 7: 51 – 8: 1a; Injil      : Yoh 6: 30 – 35;

Kesamaan bacaan liturgi hari ini adalah tinjauan akan sejarah masa lalu. Masa lalu dilihat sebagai sebuah pelajaran untuk masa sekarang. Dalam bacaan pertama Stefanus mengajak umat Yahudi untuk belajar dari sejarah nenek moyang mereka. Stefanus tidak menghendaki agar mereka mengulangi kesalahan nenek moyangnya dengan “membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar, yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh.” (ay. 52).

Dalam Injil umat Yahudi diajak untuk melihat sejarah nenek moyang mereka di saat berada di padang gurun. Temanya adalah roti atau soal makanan, karena masih melanjutkan topik Injil kemarin. Pada waktu itu, orang Israel yang nyaris mati kelaparan diberi makan roti dari surga sehingga mereka dapat bertahan hidup. Dari tinjauan masa lalu ini, Yesus memperkenalkan Diri-Nya sebagai Roti dari Surga. Yang makan atau percaya kepada-Nya akan hidup.

Manusia adalah manusia yang hidup saat ini dan sedang melangkah ke depan. Perjalanan melangkah ke depan menyisahkan pengalaman masa lalu. Karena itu, manusia hidup dalam tiga rentang waktu, yaitu waktu lampau, waktu kini dan waktu depan. Sekalipun waktu yang penting adalah saat kini, bukan lantas berarti kita harus melupakan waktu lampau dan depan. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk senantiasa menarik pelajaran dari masa lalu untuk sikap kehidupan masa kini. Atau dengan kata lain, Tuhan menghendaki agar kesalahan pada masa lalu tidak terulang lagi pada masa kini.

by: adrian

Senin, 05 Mei 2014

Kombinasi Karakter Dominan

KOMBINASI KARAKTER ANDA
Berikut ini adalah gambaran kombinasi karakter Anda berdasarkan dua nilai terbanyak. Apa yang disampaikan di sini bukan berarti bahwa nama pertama merupakan pemilik nilai terbanyak sedangkan kedua adalah yang berikutnya. Dua nilai terbanyak menjadi satu kombinasi tanpa memperhatikan urutan jumlahnya.

Apa yang disampaikan di sini masih merupakan gambaran umum saja. Ini pun hanya tiga kombinasi. Masih ada kombinasi lainnya. Anda dapat menggambungkan sendiri dua karakter yang menonjol dalam diri Anda. Lebih lanjut soal karakter-karakter itu lihat di sini.

KOLERIS – SANGUINIS
Artinya, kedua watak itu dominan sekali dalam mempengaruhi cara kerja dan pola hubungannya dengan orang lain. Ia suka mengatur orang, tetapi juga senang bicara dan mudah juga jadi pelupa.

KOLERIS – MELANKOLIS
Gaya bicaranya dingin, kalem, baku, suka mengatur, tak mau kalah dan terasa kadang menyakitkan (walaupun sebetulnya ia tidak bermaksud begitu). Setiap jawaban yang diberikan selalu dikejar sampai mendalam, sebab ia perfeksionis, tahu detail dan agak dingin. Terkesan kurang simpatik, namun sebenarnya tidaklah demikian.

PLEGMATIS – MELANKOLIS

Pembawaannya diam, tenang, tetapi ingat semua yang orang katakan, pemikir dan suka menganalisa. Keputusan yang diambil selalu berdasarkan perenungan mendalam dan sudah dipikirkan matang-matang.