Rabu, 08 Januari 2014

Orang Kudus 8 Januari: St. Lusianus Beauvais

SANTO LUSIANUS BEAUVAIS, MARTIR

Lusianus adalah pewarta Injil yang terkenal di Gaul (sekarang Perancis), pada abad ketiga. Ia datang dari Roma dan kemungkinan beliau adalah seorang teman Santo Dionisius dari Paris atau teman Santo Quentinus. Keberhasilannya dalam mewartakan Injil menyebabkan dia dihukum mati bersama rekan-rekannya di Beauvais pada masa pemerintahan Kaisar Yulianus kira-kira tahun 290.
 
Peninggalannya berupa 3 buah tempat suci logam bertuliskan namanya ditemukan di sebuah biara pada abad ke 7. Menurut Rabanus Maurus, pada barang-barang peninggalannya itu terjadi banyak sekali mukzijat.

Pola Emosi Bayi

POLA EMOSIONAL YANG LAZIM PADA MASA BAYI
Kemarahan
Perangsang yang lazim membangkitkan kemarahan bayi adalah campur tangan terhadap gerakan-gerakan mencoba-cobanya, menghalangi keinginannya, tidak mengizinkannya mengerti sendiri dan tidak memperkenankannya melakukan apa yang di dekatnya. Pada tahun kedua bayi dapat juga melonjak-lonjak, berguling-guling, meronta-ronta dan menahan nafas.

Ketakutan
Perangsang yang paling mungkin membangkitkan ketakutan bayi adalah suara keras, orang berang dan situasi asing, ruangan gelap, tempat tinggi dan binatang. Perangsang yang terjadi tiba-tiba atau tidak terduga atau yang tidak lazim bagi bayi biasanya membangkitkan rasa takut juga. Tanggapan rasa takut yang lazim pada masa bayi terdiri dari upaya menjauhan diri dari perangsang yang menakutkan dengan merengek, menangis dan menahan nafas.

Rasa ingin tahu
Setiap mainan atau barang baru dan tidak biasa adalah perangsang untuk keingintahuan, kecuali jika kebaruan itu bagitu tegas sehingga menimbulkan ketakutan. Bila rasa takut berkurang, ia akan digantikan oleh rasa ingin tahu. Bayi mudah mengungkapkan rasa ingin tahunya terutama melalui ekspresi wajah – menegangkan otot muka, membuka mulut dan menjulurkan lidah. Kemudian bayi akan menangkap barang yang membangkitkan rasa ingin tahunya tersebut, memegang, membolak-balik, melempar atau memasukkan ke mulutnya.

Kegembiraan
Kegembiraan dirangsang oleh kesenangan fisik. Pada bulan kedua atau ketiga, bayi bereaksi pada orang yang mengajaknya bercanda, menggelitik, mengamati dan memperhatikannya. Mereka mengungkapkan rasa senang atau kegembiraannya dengan tersenyum, tertawa dan menggerakkan lengan serta kakinya. Bila rasa senang sangat besar, bayi berdekut, berdeguk atau bahkan berteriak dengan gembira, dan semua gerakan tubuh menjadi makin intensif.

Afeksi
Setiap orang yang mengajak bayi bermain, mengurus kebutuhan jasmaninya atau melihatkan afeksi akan merupakan perangsang untuk afeksi mereka. Kemudian mainan dan hewan kesayangan keluarga mungkin juga menjadi obyek cinta bagi mereka. Umumnya bayi mengungkapkan afeksinya dengan memeluk, menepuk dan mencium barang atau orang yang dicintai.

sumber: Elizabeth B. Hurlock, PSIKOLOGI PERKEMBANGAN: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (edisi 5). Jakarta: Erlangga, 1980, hlm. 87

Selasa, 07 Januari 2014

(Pencerahan) Jangan Takut Penolakan

Robert Foster ‘Bob’ Bennet, politikus dari Partai Republik, pernah berkata, “Sebuah penolakan adalah tidak lebih dari sebuah langkah yang diperlukan dalam meraih sukses.” Hal ini mengandaikan adanya usaha untuk belajar dari kesalahan. Tentulah kita ingat akan keledai, seekor binatang bodoh tapi ia tak pernah jatuh ke dalam lobang yang sama untuk kedua kalinya.

Penolakan adalah bagian dari hidup. Setiap manusia pasti pernah mengalami penolakan. Jika kita sedang menghadapi penolakan: lamaran kerja yang ditolak, cinta yang ditolak, ide yang ditolak; bacalah dulu kisah singkat orang-orang di bawah ini. Orang-orang ini adalah pembuktian bahwa penolakan hanyalah bagian dari sebuah perjalanan kesuksesan:

· Ide mesin fotokopi  Xerox  pernah ditolak oleh 20 perusahaan. Baru  setelah 7 tahun penolakan itu, mesin    fotokopi ini bisa diterima.
· Alexander Graham Bell  disuruh seorang bankir untuk menyingkirkan 'mainan itu'. Sang bankir menolak membeli 'mainan itu' dengan alasan tidak membutuhkannya. 'Mainan itu' adalah telepon.
· Sebanyak 33 penerbit telah menolak manuskrip  Chicken Soup For The Soul. Para editornya percaya, kisah nyata pendek yang disusun oleh Jack Canfield dan Mark Victor Hansen ini tidak menjual. Kini, buku tersebut telah terjual lebih dari 100 juta kopi di seluruh dunia dan diterbitkan dalam 54 bahasa.
· Sebuah organisasi yang terdiri dari para ahli mengatakan usaha Thomas Alfa Edison dalam menciptakan lampu listrik sebagai praktik ilmu pengetahuan yang sia-sia dan  tak ada gunanya mendapatkan perhatian.   
· Ide cerita Star Wars  karya George Lucas pernah ditolak oleh studio-studio film ternama Hollywood dan setiap jaringan televisi Amerika Serikat. Tetapi kini film tersebut tercatat sebagai salah satu film terlaris sepanjang masa dengan perolehan total sebesar $4.45 miliar. Belum lagi penghasilan dari penjualan merchandise-nya.

Masih ada begitu banyak contoh lagi. Semuanya mau mengatakan bahwa penolakan bukanlah akhir segalanya. Teruslah melangkah dan berjuang dengan keyakinan. 

by: adrian, diolah dari email Anne Ahira