Senin, 18 Februari 2013

Renungan Hari Senin Prapaskah I-C

Renungan Hari Senin Prapaskah I, Thn C/I
Bac I : Im 19: 1 – 2, 11 – 18; Injil       : Mat 25: 31 – 36

Injil hari ini mengisahkan tentang pengadilan terakhir, di mana Tuhan memisahkan manusia baik dan manusia jahat. Manusia baik menerima kebahagiaan kekal. "Terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan." (ay. 34). Ini bisa terjadi karena orang-orang ini selalu berbuat baik dalam hidupnya. Perbuatan baik itu terarah kepada sesamanya.

Selalu berbuat baik dalam hidup membuat manusia menjadi kudus. Dan ini sesuai dengan kehendak Allah. Dalam bacaan pertama, Allah bersabda, "Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus." (ay. 2). Bentuk kekudusan itu adalah dengan melakukan kebaikan dan menghindari perbuatan jahat, baik kepada Tuhan maupun sesama (ay. 11 - 18).

Sabda Tuhan hari mau mengajak kita untuk berlaku kudus. Hendaklah dalam kehidupan kita senantiasa berbuat amal baik kepada sesama dan bukannya kejahatan. Yesus menegaskan bahwa apa yang kita perbuatan kepada sesama itu juga kita lakukan kepada Dia.

by: adrian

Minggu, 17 Februari 2013

(Sharing Iman) Pertama Kali Kenal Katolik

BAGAIMANA PERTAMA KALI KENAL KATOLIK 
(Kesaksian seorang Remaja)
Salam Damai,
Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan berbicara via chat fb dengan seorang remaja yang saat ini belum menjadi Kristen Katolik (dia masih seorang Kristen Protestan), namun sangat berkeinginan sekali menjadi Kristen Katolik. Tahun ini dia akan berusia 15 tahun. Karena sesuatu hal dia belum bisa menjadi Katolik saat ini. Mari kita doakan supaya dia tetap teguh dalam imannya.
Pada suatu titik pembicaraan, saya bertanya tentang bagaimana awalnya ia bisa mengenal Katolik. Saya meminta dia membuat kesaksiannya dan meminta izin agar kesaksiannya boleh dipublikasikan di page Gereja Katolik ini. Dia pun kemudian menuliskan pengalaman hidupnya mengenal Katolik dan dia kirim via message fb ke saya. Dalam note ini, saya sekalian menambahkan artikel tentang Santa Perawan Maria dari Guadalupe. Mari kita membaca kisahnya ini:
=========================
Beberapa hari yang lalu, aku pertama kali mengenal Katolik lewat internet. Anehnya, aku mencari di Google tentang "mukjizat Maria". Lalu di pencariannya aku mendapatkan situs yesaya.indocell.net. Awalnya, yang kubaca itu tentang penampakan Maria di Naju, Korea (Info, Penampakan ini telah ditolak Gereja Katolik). Lalu, aku mulai membuka artikel yang lain. Terutama kisah para kudus, yang kebanyakan menjadi inspirasi hidupku. Kemudian, aku membaca semua kisah penampakan tentang bunda Maria. Dan, yang paling membuatku berkesan adalah kisah penampakan Bunda Maria kepada St. Juan Diego di Guadalupe.
Pada hari Minggu, aku pergi ke gereja Protestan seperti biasanya. Sehabis pulang dari gereja, aku pergi ke toko rohani Protestan di gereja. Betapa terkejutnya aku! Aku menemukan lukisan Bunda Maria dari Guadalupe di toko tersebut (padahal toko itu dikelola oleh gereja Protestan) Aku langsung membeli lukisan tersebut. Memajangnya di kamarku. Anehnya, aku semakin menyukai gambarnya dan berdoa kepada Bunda Maria di depan lukisan tersebut. Itulah, pertama kalinya aku berdevosi kepada St. Perawan Maria.
Di situs Katolik tersebut, aku juga mempelajari tentang "mengunjungi gereja Katolik". Akhirnya, aku belajar sendiri bagaimana caranya masuk ke dalam gereja Katolik. Hari Minggu selanjutnya aku pergi ke gereja Katolik untuk pertama kalinya 2 Mei 2010. Awalnya aku bingung, takut salah tata cara masuk ke dalam gereja. Walaupun misa hampir mulai, aku tetap menunggu di parkiran menunggu di parkiran. Lalu, datang sepasang suami istri yang juga hendak masuk ke gereja. Suaminya memarkirkan sepeda motornya di parkiran, sedangkan istrinya masuk ke dalam gereja. Akupun mengikuti istrinya masuk ke dalam gereja. Pertama, kulihat dia mengambil air lalu membuat tanda salib. Kuikuti juga. Lalu dia berlutut menghormati Tabernakel, kuikuti juga. Lalu, aku duduk di kursi didekatnya.
Awalnya, aku canggung dengan misa, takut salah gerakan dan doanya. Jadi, aku lebih banyak diam. Saat Komuni, aku bingung antara mau maju atau enggak. Lalu, aku bertanya kepada perempuan di dekatku, "Yang mengambil Komuni itu, cuma orang Katolik kan?"
Perempuan itu menjawab, "Iya, kamu sudah Komuni belum?"
Kujawab dia, "Belum."
Anehnya, ketika aku mengatakan hal tersebut batinku berkata, "Kalau begitu, kamu belum bisa maju."
Lalu, perempuan tersebut maju untuk Komuni. Sementara aku cuma duduk diam saja di kursi. Setelah pulang dari gereja, aku merasa senang ikut misa. Aku merasa lebih damai. Kemudian aku memantapkan hatiku untuk menjadi seorang Katolik. Aku memberanikan diri menemui imam untuk menyatakan keinginanku menjadi Katolik. Saat aku bertemu dengan imam akupun bertanya apakah aku harus dibaptis lagi untuk jadi seorang Katolik? Imam itupun bertanya tentang asal gereja Protestanku darimana, lalu kujawab saja. Setelah itu, dia mengatakan tak perlu lagi dibaptis. Cukup ikut katekumen saja. Saat Jumat Pertama, aku ikut misa dan membawa barang-barang rohani di rumahku (Salib dan lukisan Bunda Maria dari Guadalupe) untuk diberkati oleh imam. Sehabis pulang dari gereja akupun bertanya dengan imam untuk membeli Rosario. Dan setelah membeli Rosario, Imampun memberkati Rosario yang kubeli itu.
Sepulangnya dari rumah aku mulai berdoa Rosario untuk pertama kalinya sekaligus menghafal doa-doanya. Sejak saat itu, aku mulai jatuh cinta dengan doa Rosario dan Salam Maria.

Pax et Bonum
Baca juga sharing lainnya:

(Pencerahan) Yesus Dicoba

PENCOBAAN YESUS[1]

Setelah menyepi dan bermeditasi selama empat puluh hari empat pulah malam, maka Yesus dibawa oleh Roh untuk dicobai iblis. Oleh iblis Yesus diajak menuju remang-remang kota metropolitan. Yesus menyaksikan banyak VCD porno bebas dijual dan bertebaran di kios-kios PKL. Namun Yesus tidak bergeming. Iblis mengajak-Nya ke tempat hiburan. Mereka langsung disambut mesra oleh tiga cewek seksi dengan pakaian yang menggiurkan. Berkatalah iblis kepada-Nya, “Bukankah Engkau sudah lama menyepi di tempat yang sepi, jauh dari hiburan. Sekaranglah saatnya untuk menikmati hiburan ini. Itu ada cewek cantik. Ambil dan nikmatilah. Sebab ada tertulis: baiklah setiap laki-laki memiliki wanitanya sendiri dan setiap perempuan mempunyai prianya sendiri, dan keduanya telanjang, tapi tidak merasa malu”[2] Tetapi Yesus menjawab, “Manusia harus menjadi tuan atas nafsu, bukan menjadi budak nafsu. Allah yang kudus telah memanggilmu. Maka, hendaknya kamu menjadi kudus. Sebab ada tertulis: hendaknya kamu kudus, sebab Aku ini kudus”[3] Dan Yesus berkata lagi, “Tidak tahukah kamu kalau tubuh bukan untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuh adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu?”[4]

Kemudian iblis membawa-Nya ke mall, pusat perbelanjaan paling lengkap dan termegah di muka bumi. Di sana ada banyak barang-barang super lux dan mewah yang sungguh menarik dan menggoda untuk dimiliki. Iblis berkata, “Bukankah Engkau Tuhan dan Raja. Ambillah dan milikilah barang-barang mewah dan menarik itu tanpa kesulitan. Sebab tentang Engkau ada tertulis: lihat, Rajamu datang kepadamu. Maka orang banyak akan menghamparkan pakaiannya di jalan dan memberi-Mu barang-barang yang Kau sukai sebagai upeti.”[5] Yesus berkata kepadanya, “Ada pula tertulis: penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ciptaan.[6] Manusia dicipta bukan untuk dikuasai, melainkan untuk menguasai ciptaan.”

Dan iblis membawa-Nya pula ke Bank Dunia, dan memperlihatkan kepada-Nya semua jenis mata uang di muka bumi. Ia berkata kepada Yesus, “Saat ini uang adalah maha dewa. Siapa yang memegang uang, dialah yang punya kuasa, mengendalikan semua aspek kehidupan manusia. Nah, semua ini akan kuberikan kepada-Mu jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, iblis! Sebab ada tertulis: engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”[7]

Lalu iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, para malaikat datang melayani Yesus.

by: adrian
Baca juga refleksi lainnya:


[1] Teks ini adalah modifikasi teks Mat 4: 1 – 11 dgn penyesuaian situasi masa kini oleh Adrianus
[2] Bagian miring adalah modifikasi dari penggabungan 1 Kor 7: 2 dan Kej 2: 25
[3] Bagian miring lihat 1 Ptr 1: 15 – 16
[4] Kutipan miring diambil dari 1 Kor 6: 13b, 19
[5] Kutipan miring ini merupakan modifikasi dari teks Mat 21: 5, 8
[6] Lihat Kej 1: 28c
[7] Lihat Mat 4: 10