Senin, 28 Januari 2013

(Inspirasi Hidup) Belajar dari Kisah Sebuah Pinsil

BELAJAR DARI KISAH SEBUAH PINSIL
Pembuat pensil meletakkan sebuah pensil di sampingnya, sebelum ia meletakkannya di dalam boks.

"Ada 5 hal yang perlu kamu ketahui," ia berkata pada pensil itu, "Sebelum aku mengirimmu ke dunia. Ingatlah ini dan jangan pernah lupakan, dan kamu akan bisa menjadi pensil yang baik."

"Satu: Kamu akan bisa melakukan banyak hal, tetapi hanya apabila kamu digenggam oleh pemilikmu."

"Dua: Kamu akan mengalami peruncingan yang menyakitkan dari waktu ke waktu, tetapi kamu memerlukannya untuk menjadi pensil yang lebih baik."

"Tiga: Kamu akan dapat membetulkan setiap kesalahan yang kamu buat."

"Empat: Yg terpenting adalah kamu akan selalu menjadi apa yg ada di dalammu."

"Dan lima: Di setiap permukaan kamu digunakan, kamu harus meninggalkan tandamu. Tidak peduli kondisi permukaan itu, kamu harus terus menulis."

Pensil tersebut mengerti dan berjanji untuk mengingatnya, dan ia akhirnya diletakkan di boks dengan memiliki tujuan di hatinya
***
Sekarang gantikan pensil itu dengan dirimu. Selalu ingat ini dan jangan pernah lupakan, dan kamu akan menjadi orang yang baik.

Satu: Kamu akan bisa melakukan hal-hal besar, tetapi hanya jika kamu mengijinkan kamu digenggam oleh tangan Tuhan.

Dua: Kamu akan mengalami asahan yang menyakitkan dari waktu ke waktu, dengan melalu berbagai masalah di hidup, tetapi kamu membutuhkannya untuk menjadi orang yang lebih baik.

Tiga: Kamu akan dapat memperbaiki setiap kesalahan yang kamu buat.

Empat: Yang paling penting adalah kamu akan selalu menjadi apa yang sudah ada dalam dirimu.

Dan lima: Di setiap permukaan di mana kamu berjalan, kamu harus meninggalkan jejakmu. Tidak peduli apapun situasi yg kamu alami, kamu harus melanjutkan tugasmu.

Biarkan perumpamaan tentang pensil ini membesarkan hatimu bahwa kamu adalah orang yang spesial dan hanya kamulah yang dapat menuntaskan tujuan kamu dilahirkan ke dunia.
Jangan pernah ijinkan dirimu menjadi putus asa dan berpikir bahwa hidupmu tak berarti dan tidak dapat membuat sebuah perubahan.
Baca juga refleksi lainnya:

Orang Kudus 28 Januari: St. Thomas Aquino

Santo thomas dari aquino, 
imam & pujangga gereja
Thomas lahir di Aquino, dekat Monte Cassino, Italia,pada tahun 1225. Keluarganya adalah sebuah keluarga bangsawan yang kaya raya. Ayahnya, Pangeran Landulph, berasal dari Aquino, sedang ibunya, Theodora, adalah putri bangsawan dari Teano.

Ketika berusia 5 tahun, Thomas dikirim belajar pada para rahib Benediktin di biara Monte Cassino. Di sana Thomas memperlihatkan suatu kepandaian yang luar biasa. Ia rajin belajar dan tekun berefleksi serta tertarik pada segala sesuatu tentang Tuhan. Ketika berusia 14 tahun, Abbas Monte Cassino, yang kagum akan kecerdasan Thomas, mengirim dia belajar di Universitas Napoli.

Di univesitas itu Thomas berkembang pesat dalam pelajaran filsafat, logika, tata bahasa, retorika, musik dan matematika. Ia bahkan jauh lebih pintar dari guru-gurunya pada masa itu. Di Napoli, untuk pertama kalinya dia bertemu dengan karya-karya Aristoteles yang sangat mempengaruhi pandangan-pandangannya di kemudian hari.

Thomas yang tetap mengjauhi semangat duniawi dan korupsi yang merajalela di Napoli, segera memutuskan untuk menjalani kehidupan membiara. Ia tertarik pada corak hidup dan karya pelayanan para biarawan Ordo Dominikan yang tinggal di sebuah biara dekat kampus universitas, tempat ia belajar. VERITAS (‘kebenaran’) yang menjadi motto para biarawan Dominikan sangat menarik hati Thomas.

Keluarganya berusaha menghalang-halangi dia agar tidak menjadi seorang biarawan Dominikan. Mereka lebih suka kalau Thomas menjadi seorang biarawan Benediktin di biara Monte Cassino. Untuk itu berkat pengaruh keluarganya dia diberi kedudukan sebagai Abbas di Monte Cassino. Tetapi Thomas dengan gigih menolak hal itu. Agar bisa terhindar dari campur tangan keluarganya, ia pergi ke Paris untuk melanjutkan studi. Tetapi di tengah jalan ia ditangkap oleh kedua kakaknya dan dipenjarakan di Rocca Secca selama dua tahun. Selama berada di penjara itu, keluarganya memakai berbagai cara untuk melemahkan ketetapan hatinya. Meskipun demikian Thomas tetap teguh pada pendirian panggilannya.

Di dalam penjara itu Thomas menceritakan rahasianya kepada seorang sahabatnya bahwa ia telah mendapat rahmat istimewa. Ia telah berdoa memohon kemurnian budi dan raga pada Tuhan. Dan Tuhan mengabulkan permohonannya dengan mengutus dua orang malaikat untuk meneguhkan dia dan membantunya agar tidak mengalami cobaan-cobaan yang kotor dan berat.

Selama berada di penjara Thomas diizinkan membaca buku-buku rohani dan terus mengenakan jubah Ordo Dominikan. Ia menggunakan waktunya untuk mempelajari Kitab Suci, metafisika Aristoteles dan buku-buku dari Petrus Lombardia. Ia sendiri membimbing saudarinya dalam merenungkan Kitab Suci hingga akhirnya tertarik juga menjadi seorang biarawati. Akhirnya keluarganya menerima kenyataan bahwa Thomas tidak bisa dipengaruhi. Mereka membebaskan Thomas dan membiarkan dia meneruskan panggilannya sebagai seorang biarawan Dominikan.

Untuk sementara Thomas belajar di Paris. Ia kemudian melanjutkan studinya di Cologna, Jerman, di bawah bimbingan Santo Albertus Magnus, seorang imam Dominikan yang terkenal pada masa itu.

Di Cologna Thomas ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1250. Pada tahun 1252 ia diangkat menjadi profesor di Universitas Paris dan tinggal di biara Dominikan Santo Yakobus. Ia mengajar Kitab Suci dan lain-lainnya di bawah bimbingan seorang profesor kawakan. Tak seberapa lama Thomas terkenal sebagai seorang pujangga yang tak ada bandingannya pada masa itu. Ia jauh melebihi Albertus Magnus pembimbingnya di Cologna dalam pemikiran dan kebijaksanaan.

Tulisan-tulisannya menjadi harta Gereja yang tak ternilai hingga saat ini. taraf kemurnian hatinya tidak kalah dengan ketajaman akal budinya yang mengagumkan; kerendahan hatinya tak kalah dengan kecerdasan budi dan kebijaksanaannya. Oleh karena itu Thomas diberi gelar ‘Doctor Angelicus’, yang berarti ‘Pujangga Malaikat.’

Pada tahun 1264 ia ditugaskan oleh Paus Urbanus IV (1261 – 1264) untuk menyusun teks liturgi Misa dan Ofisi pada pesta Sakramen Mahakudus. Lagu-lagu hymne (pujian) antara lain “Sacris Solemniis” dan “Lauda Sion” menunjukkan keahliannya dalam sastra Latin dan ilmu ketuhanan.

Dalam suatu penampakan, Yesus tersalib mengatakan kepadanya, “Thomas, engkau telah menulis sangat baik tentang diri-Ku. Balasan apakah yang kauinginkan daripada-Ku?” Thomas menjawab, “Tidak lain hanyalah diri-Mu!”

Dalam perjalanannya untuk menghadiri konsili di Lyon, Perancis, Thomas meninggal dunia di Fossa Nouva pada tahun 1274.

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Senin Biasa III-C

Renungan Hari Senin Biasa III, Thn C/I
Bac I : Ibr 9: 15, 24 – 28; Injil       : Mrk 3: 22 – 30

Dalam bacaan pertama, penulis Surat Kepada Orang Ibrani menggambarkan Yesus sebagai Pengantara manusia dan Allah. Kepengantaraan Yesus bersifat ilahi karena Ia mendapat kuasa dari Allah. Dengan kuasa itulah Yesus dapat menyelamatkan manusia dari belenggu kuasa setan atau roh jahat.

Konsep inilah yang dipakai Yesus untuk menjelaskan kepada ahli-ahli Taurat yang menuding bahwa Dia menggunakan kuasa Beelzebul untuk mengusir roha jahat atau iblis. Yesus menjelaskan bahwa tak mungkin roh jahat melawan dirinya sendiri, karena mereka sendiri yang akan mengalami kerugian. Dengan tegas Yesus mengecam keraguan mereka.

Sabda Tuhan hari ini mau mengatakan kepada kita bahwa kejahatan itu hanya bisa dikalahkan dengan kebaikan, bukan dengan kejahatan. Tuhan, melalui sabda-Nya ini, menghendaki agar kita senantiasa berjuang melawan kejahatan, baik dalam diri kita maupun dalam masyarakat, dengan menegakkan kebaikan.

by: adrian