Jumat, 21 Desember 2012

Yesus Lahir

Pada suatu hari berkumpullah para penghuni surga. Mereka duduk-duduk sambil berbincang dan bertukar pendapat. Petrus, selaku ‘ketua’ di antara mereka, mengajukan pertanyaan, "Natal tahun ini, kira-kira Yesus akan berkunjung ke mana ya?"


Setelah merenungkan pertanyaan itu, ada yang menjawab, "Menurut saya, bagusnya ke daerah pegunungan yang baru saja kena musibah awan panas."


"Tidak, karena di sana telah ada banyak orang yang membantu saudaranya yang sedang mengalami penderitaan." Sanggah yang satunya.

"Ke tempat ziarah?"

"Tidak juga, karena tempat ziarah sekarang sudah ramai dikunjungi umat."

"Pasti
lah ke tempat orang miskin!"

"Saya kira juga tidak, k
arena sekarang membantu orang-orang miskin sudah semakin nge-trend!"

"Lalu, menurutmu ke mana?"

"Yesus akan berkunjung ke hati manusia karena sekarang ini banyak manusia yang meninggalkan hatinya."
by: adrian

Orang Kudus 21 Desember: St. Petrus Kanisius

Santo petrus kanisius, pengaku iman & pujangga gereja
Tidak banyak orang dianugerahi karisma yang begitu besar seperti Petrus Kanisius. Karismanya terletak pada pandangannya yang meluncur jauh ke depan, menguak dan menyingkap kebutuhan zaman dan Gereja sepanjang masa... terutama di bidang pendidikan dan penerbitan. Ia lahir di Nijmegen, negeri Belanda, pada 8 Mei 1521. Pada waktu itu Nijmegen merupakan bagian dari keuskupan Agung Koln yang masih di bawah pengawasan Jerman. Petrus Kanisius adalah putera sulung bapak Yakob Kanis, pengasuh putera-puteri bangsawan Lorranine dan Walikota Nijmegen. Karena kecerdasan otaknya maka sudah sejak umur 15 tahun ia belajar di Universitas Koln. Pada umur 19 tahun ia masuk Serikat Yesus. Semasa hidupnya ia menyaksikan pergolakan hebat di dalam Gereja, yaitu perpecahan di antara umat kristen yang disebabkan protestanisme.

Kesucian dan kariernya sangat kuat dipengaruhi oleh Petrus Faber dan Ignatius Loyola. Ia bertemu dengan Petrus Faber dalam sebuah retret. Sedangkan pengaruh dari Ignatius Loyola didapatnya karena selama 6 bulan di Roma dia tinggal bersama Ignatius. Ia ikut sambil bagian dalam mendirikan rumah biara Yesuit di Koln, tempat ia menjalani masa novisiatnya. Pada tahun 1546 ia ditahbiskan imam. Dalam waktu singkat ia segera terkenal sebagai seorang pengkotbah ulung. Pada Konsili Trente ia terpilih sebagai peserta dari kalangan ahli teologi.

Pada tahun 1548 ia mengajar retorika di sebuah kolese Yesuit di Messina; dari Messina ia pindah ke Winna untuk tugas yang sama. Lewat kotbah dan pengajaran agamanya yang mengagumkan ia menanamkan pengaruhnya yang sangat besar di semua kalangan sehingga membuat iri pihak protestan. Ia mengatakan bahwa cara terbaik untuk menyebarkan iman ialah dengan doa dan kerja keras, bukan dengan mencemoohi agama lain. Tiga kali ia ditawari jabatan uskup oleh raja, tetapi ia menolaknya. Baru pada tahun 1557 ia ditunjuk oleh Ignatius menjadi administrator pada taktah keuskupan yang sedang kosong. Di masa itu ia banyak menulis buku-buku pelajaran agama (katekismus), mendirikan sekolah dasar, kolese dan seminari. Dengan tekun dan rajin ia mengajar, berkotbah dan menguatkan iman para rohaniwan yang mengalami krisis dalam menghayati panggilannya. Ia mempunyai keyakinan bahwa berkarya di tanah airnya sendiri tidak kalah dengan bertugas sebagai misionaris di tanah asing. Pandangannya jauh ke depan; maka di samping pendidikan, ia juga memelopori karya penerbitan buku-buku. Ia meninggal dunia pada 21 Desember 1597 dalam usia 78 tahun ketika sedang bertugas di Fribourg, Switzerland. Oleh Paus Pius XI (1922 – 1939) ia digelari ‘santo’ dan pujangga Gereja dan dianggap sebagai Rasul Jerman Kedua

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Jumat Adven III-C

Renungan Hari Jumat Adven III, Thn C/I
Bac I : Kid 2: 8 – 14; Injil       : Luk 1: 39 – 45

Injil hari ini memiliki kesan bahwa Maria ingin membuktikan perkataan malaikat Tuhan kepadanya bahwa Elisabeth, saudarinya yang diketahui mandul, sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam. Karena itulah, Injil hari ini merupakan kelanjutan kisah Injil kemarin.

Namun yang menarik adalah reaksi Elisabeth ketika mendengar salam atau sapaan dari Maria. Dikatakan bahwa Elisabeth dipenuhi dengan Roh Kudus. Hal ini tampak dari pernyataannya. "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?" (ay. 4243).

Kita tahu bahwa hanya Zakarias saja yang mendapat penampakan Tuhan yang menyampaikan istrinya akan hamil. Elisabeth sama sekali tidak tahu. Hanya Maria dan Yosep saja yang tahu akan rencana keselamatan Allah dalam rahim Maria. Dan tentulah antara Maria dan Yosep belum ada komunikasi. Dan pasti juga bahwa Maria belum memberitahu siapapun juga perihal kehamilannya. Jadi, Elisabeth sama sekali tidak tahu. Akan tetapi, kenapa Elisabeth menyebut Maria dengan sebutan 'ibu Tuhan' dan mengatakan bahwa Maria dan rahimnya sungguh terberkati.

Ini tak lain adalah karya Roh Kudus. Bukan Elisabeth yang berkat-kata demikian, melainkan Roh Kudus yang berbicara melalui Elisabeth. Roh Kudus memenuhi Elisabeth sehingga ia memiliki kuasa yang mengatasi keterbatasan manusia.

Pesan apa yang mau disampaikan sabda Tuhan hari ini? Melalui Injil Lukas ini, Tuhan mau menyadarkan kita bahwa Roh Kudus bekerja menurut caranya, yang terkadang tidak terpikirkan oleh manusia. Untuk itu dibutuhkan kepercayaan. Dalam kehidupan kita pun Roh Kudus senantiasa bekerja. Namun kita diharapkan untuk percaya.

by: adrian