Selasa, 07 Agustus 2012

Orang Kudus 7 Agustus: St. Sixtus II


SANTO SIXTUS II, PAUS & MARTIR
Sixtus II dipilih menjadi paus menggantikan Paus Santo Stefanus pada 30 Agustus 257. Setahun kemudian, pada 6 Agustus 258, ketika sedang merayakan ibadat di makam para martir Praetextatus, ia ditangkap dan langsung dipenggal kepalanya di tempat itu juga. Bersama dengan dia, dibunuh juga diakon Santo Felisisimus dan Santo Agapitus. Beberapa hari kemudian Santo Laurensius mengalami hal yang sama.

Pembunuhan dilakukan sehubungan dengan penolakan Paus Sixtus II dan rekan-rekannya itu terhadap hukum yang dikeluarkan Kaisar Valerianus. Tak ada certa yang diketahui perihal asal usul dan kisah hidup Sixtus II, kecuali bahwa selama masa kepausannya pertentangan dengan gereja-gereja Afrika dan Asia Kecil perihal permandian kembali orang-orang heretik terus berlanjut. Sixtus II berpendirian bahwa orang-orang heretik itu tidak perlu dipermandikan ulang; sedangan para pemimpin gereja-gereja Afrika dan Asia Kecil mengharuskan permandian ulang orang-orang heretik itu.

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Selasa Biasa XVIII - Thn II

Renungan Hari Selasa Pekan Biasa XVIII B/II
Bac I  Yer 30: 1 – 2, 12 – 15, 18 – 22 ; Injil       Mat 14: 22 – 36

Dalam Injil hari ini diceritakan perjuangan para murid yang dihantam gelombang. Mereka ada di dalam perahu dan situasinya gelap, karena kejadiannya malam. Gelombang dan malam yang gelap membuat mereka tidak lagi mengenali kehadiran Tuhan Yesus. Malah Yesus yang datang disangka hantu sehingga menimbulkan ketakutan. Bisa dibayangkan situasi mereka saat itu: makin parah.

Namun Yesus meminta mereka untuk tidak takut. Dan ketika Yesus masuk ke dalam perahu, gelombang pun hilang. Danau menjadi tenang. Dari sinilah muncul ungkapan iman, "Sesungguhnya Engkau Anak Allah." (ay. 33).

Dalam kisah ini Yesus mau mengatakan bahwa Dia adalah sumber ketenangan. Para murid dapat tenang setelah Yesus hidup bersama mereka. Hidup bersama ini terlihat dari ungkapan "naik (masuk) ke perahu.

Warta Injil ini sejalan dengan bacaan pertama. Yeremia mengungkapkan bahwa dosa menyebabkan umat Israel hidup menderita. Dosa di sini berarti hidup menjauh dari Allah. Namun Allah masih berbelas kasih. Ia akan memberi keselamatan dan kebebasan asal umat mau hidup dekat dan Allah akan bersama mereka.

Sabda Tuhan hari ini mau menyadarkan kita di saat susah dam derita kita undang Tuhan masuk ke dalam hidup kita. Tak jarang kita menghadapi gelombang dalam hidup karena dosa (malam, gelap sebagai simbol dosa) dan menjauhkan Tuhan dari kehidupan kita. Oleh karena itu, hari ini Tuhan mengajak kita untuk membiarkan Dia masuk ke dalam "perahu" kehidupan kita. Kehadiran Tuhan dapat meredakan gejolak kehidupan.

Akan tetapi, maukah kita mengundang-Nya???

by: adrian

Senin, 06 Agustus 2012

(Inspirasi Hidup) Penghormatan untuk Ibu


BUNGA  UNTUK  IBU
Pagi itu, seorang pria tampak turun dari mobil mewahnya. Ia bermaksud untuk membeli sebuah kado di kompleks pertokoan itu. Besok adalah hari Ibu, dan ia bermaksud untuk membeli lalu mengirimkan sebuah hadiah lewat pos untuk ibunya di kampung. Seorang ibu yang pernah ia tinggal pergi beberapa tahun lalu untuk kuliah, mencari nafkah, dan mengejar kesuksesan di kota besar ini. Langkah-langkah pria itu terhenti di depan sebuah toko bunga. Ia melihat seorang gadis cantik. Ternyata, gadis itu adalah adik tingkatnya semasa kuliah dulu. Gadis itu terlihat sedang memandangi lesu rangkaian bunga-bunga indah di etalase. Matanya terlihat dengan jelas tengah berkaca-kaca, air matanya hendak meleleh, seperti akan menangis.

Setelah ngobrol-ngobrol, pria itu lalu bertanya, ”Ada apa denganmu? Ada apa dengan bunga-bunga itu?”

“Aku ingin memberi salah satu rangkaian bunga mawar ini untuk ibu saya.” Gadis cantik itu melanjutkan, “Seumur hidup, saya belum pernah memberikan bunga seindah ini untuk ibu.”

“Kenapa tidak kau beli saja? Ini bagus, kok.” Ungkap pria tersebut sambil turut mengamati salah satu karangan bunga.

”Uang saya tidak cukup.”

”Ya sudah, pilih saja salah satu, aku yang akan membayarnya.” Pria itu menawarkan diri sambil tersenyum.

Akhirnya gadis itu mengambil salah satu karangan bunga. Dengan ditemani sang pria, gadis itu lalu menuju kasir. Pria itu juga menawarkan diri mengantar si gadis pulang ke rumah untuk memberikan bunga itu kepada ibunya. Gadis itu pun bersedia.

Dua orang itu lalu melaju menggunakan mobil menuju ke sebuah tempat yang ditunjukkan oleh si gadis. Hati pria itu terperanjat ketika gadis cantik itu ternyata mengajaknya ke sebuah kompleks pemakaman umum.

Setelah memarkir mobil, pria itu lalu mengikuti langkah-langkah si gadis. Dengan sangat terharu gadis itu lalu meletakkan karangan bunga itu ke makam ibunya. Seorang ibu yang memang belum pernah dilihat gadis itu seumur hidupnya. Ibu itu dulu meninggal saat melahirkan gadis itu.

Melihat kejadian itu, setelah mengantarkan gadis itu pulang ke rumah, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkan kado bagi ibunya.

Siang itu juga, pemuda sukses itu langsung memacu mobilnya, pulang ke kampungnya… untuk melihat wajah ibu yang dia rindukan selama ini… untuk bersujud di bawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya.
Baca juga refleksi lainnya: