Rabu, 11 Juli 2012

Orang Kudus 11 Juli: St. Benediktus


SANTO BENEDIKTUS, ABBAS
Benediktus dikenal sebagai pendiri cara hidup monastik di Eropa Barat. Ia meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi seorang petapa. Kemudian ia mendirikan sebuah tarekat yang dikenal dengan namanya, Ordo Benediktin, yang bermarkas di Monte Casino. Pada tahun 1944, ketika Perang Dunia II berkecamuk, biara induk Monte Casino dihancurkan, dan baru dibangun kembali setelah perang.

Benediktus lahir di Nursia, Italia Tengah sekitar tahun 480 dan meninggal dunia di Monte Casino pada tahun 547. Saudarinya, Skolastika, yang kemudian menjadi seorang santa, adalah seorang religius sejati yang membaktikan dirinya kepada Tuhan dan sesama. Dibantu oleh sebuah keluarga bangsawan yang mengikuti kebiasaan mendidik anak-anaknya bagi karier politik, Benediktus dikirim ke Roma untuk melanjutkan pendidikannya. Di Roma ia menderita sekali karena tingginya biaya hidup. Lalu ditemani oleh seorang pelayan keluarga yang terpercaya, ia meninggalkan kota Roma. Ketika itu ia berusia 20 tahun.

Untuk sementara waktu ia tinggal di Enfide, kira-kira 40 mil barat daya kota Roma, bersama sekelompok orang kristen saleh sambil terus melanjutkan studi dan praktek askesenya. Ia kemudian meninggalkan Enfide untuk hidup menyendiri jauh dari kehidupan ramai di kota. Rekan-rekannya sangat mencintai dia dan percaya akan kemampuannya membuat mujizat. Ia menemukan sebuah tempat pengungsian yang sepi di dalam sebuah gua di atas gunung Subiako, 50 mil sebelah timur kota Roma. Di dalam gua itu ia bertapa selama tiga tahun. Ia dibantu oleh Romanus, seorang petapa lain, dalam bimbingan rohani maupun makan-minum setiap hari.

Reputasi Benediktus sebagai seorang petapa tidak bisa terus disembunyikan. Namanya segera terkenal di antara penduduk desa di sekitarnya. Tatkala superior dari sebuah biara di dekat gua pertapaannya meninggal dunia, biarawan-biarawan itu meminta Benediktus menjadi pemimpin mereka. Dengan senang hati Benediktus menerima permohonan itu dan segera meninggalkan gua pertapaanya. Ia disambut dengan gembira. Tetapi segera ia menyadari bahwa kehidupan di biara itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Para biarawannya tidak disiplin dan lemah pendiriannya. Benediktus berusaha untuk memperbaiki situasi biara itu, namun tidak semua biarawan setuju. Ada yang bahkan membenci dia dan berupaya meracuninya. Untunglah ia selamat. Gelas minum yang berisi racun itu tiba-tiba saja hancur berantakan ketika dijamahnya. Benediktus segera meninggalkan biara itu dengan sedih hati. Ia kembali ke gua Subiako. Dari sanalah ia mulai mengumpulkan banyak petapa yang terpencar di mana-mana. Sejak saat itu ia mulai meninggalkan idenya yang lama dan memulai kehidupan Cenobitik: suatu komunitas pria yang mengabdikan diri pada kehidupan religius. Dengan meniru cara hidup asketis Mesir, teristimewa dari tradisi Pakomius, Benediktus mengelompokkan pengikut-pengikutnya dalam 12 kelompok, masing-masing dengan pemimpinnya. Kehidupan monastik dengan 12 biara ini dimulainya di Subiako.

Selanjutnya, seorang bangsawan Roma memberinya sebidang tanah di dekat kota Casino, kira-kira 30 mil jauhnya dari Subiako. Casino terletk di kaki gunung dan sangat subur. Di sini Benediktus mendirikan sebuah gereja yang dipersembahkan kepada Santo Yohanes Pembaptis. Demikianlah awal dari biara Monte Casino yang terkenal itu.

Enam hari sebelum wafatnya, Benediktus menyuruh rekan-rekannya menyiapkan kuburnya di samping saudarinya Santa Skolastika yang meninggal enam minggu sebelumnya. Relikui Benediktus dan Skolastika ditemukan kembali pada tahun 1950 di bawah reruntuhan altar gereja Monte Casino yang hancur pada masa Perang Dunia II.

Semua berita tentang kehidupan Benediktus diketahui dari buku “Dialog” karangan Paus Gregorius Agung yang ditulis 50 tahun setelah kematian Benediktus. Sumber informasi lain ialah aturan-aturan hidup yang disusunnya bagi pengikut-pengikutinya di Monte Casino. Dari aturan hidup itu terlihat jelas kepribadian Benediktus sebagai seorang pemimpin biara yang ramah tamah, bijaksana dan penuh pengertian. Sikapnya sangat moderat baik dalam hal doa, kerja, pewartaan, makanan, tidur dan lain-lain. Aturan hidup membiara Santo Benediktus merupakan aturan hidup membiara pertama di Eropa Barat. Santo Benediktus biasanya digambarkan sebagai seorang Abbas yang sedang memegang satu salinan aturan hidup membiara.

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

 Biara Monte Cassino, dulu dan sekarang

Renungan Hari Rabu Biasa XIV - Thn II


Renungan Hari Rabu Biasa XIV B/II
Bac I    Hos 10: 1 – 3, 7 – 8, 12 ; Injil    Mat 10: 1 – 7

Dalam Injil hari ini dikisahkan bahwa Yesus memilih kedua belas murid dan mengutus mereka untuk mewartakan: Kerajaan sorga sudah dekat. Warta “kerajaan sorga sudah dekat” ini juga merupakan misi Yesus. Karena itu, bisa dikatakan bahwa para murid yang dipilih Yesus mengambil tugas Yesus, atau meneruskan dan menyebarkan misi Yesus. Dengan kata lain, Yesus mendelegasikan tugas-Nya kepada para murid-Nya.

Kalau diperhatikan baik-baik, tampak bahwa tugas mewartakan kerajaaan sorga itu hanya dikhususkan kepada umat Israel. Dengan tegas Yesus melarang para murid-Nya agar tidak keluar dari lingkup bangsa Israel. Pertanyaan muncul di sini, di mana letak universalitas pewartaan Yesus. Karena dari perintah-Nya kepada para murid sudah jelas bahwa warta-Nya bersifat eksklusif.

Kisah pemilihan dan pengutusan para murid ini tidak bisa dijadikan landasan sifat pewartaan Yesus yang eksklusif atau universal. Kisah ini tak bisa dipisahkan dari konteksnya. Masa karya Yesus, sebelum sengsara – wafat – bangkit dan naik ke surga,  sangatlah singkat. Perkenalan-Nya dengan para murid juga baru terjadi dalam waktu yang singkat. Bisa dikatakan bahwa mereka baru berkenalan sekitar beberapa bulan.

Agar pesan yang mau disampaikan bisa lebih efektif dan efisien, maka dibutuhkan fokus. Fokus itu ada pada wilayah atau tempat. Semakin sempit daerahnya, maka semakin efektif dan efisienlah pesan yang disampaikan. Inilah yang dimaui Yesus. Oleh karena itulah, Ia meminta para murid-Nya agar warta itu terfokus pada umat Israel saja dulu. Itulah prioritas yang utama dan pertama.

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk belajar fokus pada sesuatu yang penting dan berguna bagi kehidupan kita. Dengan memfokuskan diri pada sesuatu yang dianggap penting, maka sesuatu itu akan dengan sangat mudah diraih. Fokus berguna demi tercapainya efektifitas dan efisiensi dalam hidup.

by: adrian

Selasa, 10 Juli 2012

Tidur di Singapura


Maria merasa senang setelah mendapat izin dari ortunya, terlebih mamanya, untuk mengikuti kegiatan Jambore Akbar Anak dan Remaja Dekenat Utara di Teluk Dalam, Tanjung Pinang. Ia langsung mendaftarkan dirinya.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Bersama teman-temannya yang lain mereka berkumpul di gereja. Katanya, menunggu rombongan dari Tanjung Balai, biar sama-sama menyerang ke Tanjung Uban. Mamanya ikut mengantar. Sang ibu mengutarakan kecemasannya kepada pastor paroki, tapi pastor paroki dengan bijak meyakinkan ibu itu.

Setelah acara malam pertama selesai, para peserta jambore turun ke perkemahan untuk istirahat malam. Maria bersama rombongan satu tenda berjalan dengan semangat ’45. Setelah sampai di tenda, ia segera berkemas-kemas.

Usai berkemas-kemas, Maria mengambil HP-nya dan menelpon ibunya.

Maria        : “Ma, kami uda tiba dengan selamat. Sekarang mau tidur. Maria tidur di Singapura.”

Ibu           : “Apa?!” Teriak mamanya membuat Maria kaget. “Kalian tipu mama ya! Katanya ke Tanjung Pinang, eh koq malah ke Singapura.”

Segera mamanya Maria mematikan HP-nya dan langsung menghubungi pastor parokinya. Ia marah-marah karena merasa ditipu.

Dengan tenang pastor paroki menjelaskan bahwa tenda-tenda tempat anak-anak tidur diberi nama negara. Ada Amerika, Kadana, Perancis dan ada juga Singapura.

Akhirnya mama Maria lega.....

by: adrian
Baca juga humor lainnya: