Rabu, 28 Januari 2026
Persoalan Kata Ganti "Engkau" dalam Alquran
Senin, 26 Januari 2026
Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus
Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus
Bac I Tit 1: 1 – 5; Injil Luk 10: 1 – 9;
Dalam Injil hari ini terlihat
jelas Yesus mengutus 70 murid “mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak
dikunjungi-Nya” (ay. 1). Perutusan 70 murid ini bukanlah tugas perutusan yang
mudah tapi sulit. Yesus menegaskan bahwa Dia mengutus mereka seperti mengutus “anak
domba ke tengah-tengah serigala.” Yesus berkata apa adanya. Dia tidak mau
membuai para murid itu dengan janji manis. Namun bukan lantas berarti Yesus mau
menakut-nakuti mereka. Sebaliknya Yesus memberikan harapan kepada mereka. Harapan
itu tidak hanya membuat mereka tidak takut, tetapi juga tidak cemas akan hidup
mereka sendiri.
Bacaan pertama hari ini
diambil dari Surat Paulus kepada Titus. Ini karena hari ini kita memperingati
Santo Timotius dan Titus. Keduanya adalah rekan kerja dan pendamping terpercaya
dari Rasul Paulus. Gereja melihat mereka berdua sebagai uskup. Sangat menarik
bahwa Paulus menyapa mereka sebagai anak (2Tim 1: 2; Tit 1: 4). Dalam bacaan
pertama terlihat jelas tugas perutusan Yesus kepada para murid diteruskan
Paulus kepada Titus. Rasul Paulus meminta Titus untuk mengatur jemaat dimana dia
berada. Tugas mengatur ini diterima Titus dari Paulus (ay. 5). Sebagai uskup,
Titus diminta untuk menata pelayanan di tempat dia berada, termasuk “menetapkan
penatua-penatua di setiap kota” (ay. 5).
Hari ini adalah peringatan St.
Timotius dan Titus. Mereka adalah uskup. Sebagai uskup tugas mereka tak luput
dari mengatur dan menata agar pelayanan dan warta Injil bisa tersalurkan. Apa pesan Tuhan buat kita? Sabda Tuhan hari
ini, baik dalam bacaan pertama maupun Injil, sama-sama mau menyadarkan dan
mengingatkan kita akan tugas perutusan kita sebagai murid Kristus. Menjadi murid
atau pengikut Kristus berarti perutusan. Kita diutus untuk mewartakan Injil
Tuhan dimana saja kita berada dan kapan saja sesuai dengan peran dan jabatan
kita masing-masing. Kita diajak untuk menata pelayanan kita.
by: adrian
Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus
Renungan Peringatan St. Timotius dan Titus
Bac I 2Tim 1: 1 – 8; Injil Luk 10: 1 – 9;
Hari ini Gereja Semesta
mengajak umatnya untuk memperingati Santo Timotius dan Titus. Gereja melihat
keduanya sebagai uskup. Keduanya adalah rekan kerja dan pendamping terpercaya
dari Rasul Paulus. Paulus menyapa mereka sebagai anak (2Tim 1: 2; Tit 1:
4). Dalam bacaan pertama Rasul Paulus meminta Timotius untuk setia mewartakan
Injil Kristus. Timotius memiliki wewenang itu karena sudah diberi kuasa oleh
Paulus (ay. 6). Paulus sadar bahwa tugas perutusan yang akan dijalani Timotius
bukanlah tugas perutusan yang mudah. Ada banyak tantangan, cobaan dan
penderitaan. Tentulah Timotius sendiri sudah mengetahui hal itu karena dia
melihat sendiri apa yang dialami oleh Paulus. Namun Paulus mengingatkan bahwa
sebagai pengikut Kristus Timotius telah menerima bukan roh ketakutan, “melainkan
roh yang membangkitkan kekuatan” (ay. 7).
Tugas perutusan Timotius yang
diterima dari Rasul Paulus, berakar dari tugas perutusan para rasul oleh Yesus.
Dalam Injil terbaca dimana Yesus mengutus 70 murid. Perutusan 70 murid ini
bukanlah tugas perutusan yang mudah. Yesus menegaskan bahwa Dia mengutus mereka
seperti mengutus “anak domba ke tengah-tengah serigala.” Yesus berkata apa
adanya. Dia tidak mau membuai para murid dengan janji manis. Namun bukan lantas
berarti Yesus mau menakut-nakuti mereka. Sebaliknya Yesus memberikan harapan. Itulah
roh yang membangkitkan kekuatan.
Apa pesan Tuhan buat kita? Sabda
Tuhan hari ini, baik dalam bacaan pertama maupun Injil, sama-sama mau
menyadarkan dan mengingatkan kita akan tugas perutusan kita sebagai murid
Kristus. Beratnya tugas ini hendaknya tidak membuat kita mundur atau lari
menghindar. Kita disadarkan bahwa kita telah menerima roh kekuatan. Oleh karena
itu, sama seperti nasehat Paulus kepada Timotius, Tuhan juga menasehati kita
untuk tidak malu dalam memberitakan Injil Kristus serta ikut menderita bersama Kristus.
by: adrian