Kamis, 10 April 2025

Mengkritisi Buku Fatoohi: The Mystery of Historical Jesus


Membaca buku Fatoohi ini, kita langsung menemukan cara pandang atau cara berpikirnya, yaitu menjadikan alquran sebagai tolok ukur penilaian. Hal ini sepertinya sudah biasa terjadi pada umat islam, sekalipun ia seorang ahli atau pakar. Sehebat apa pun keahlian seorang muslim, selalu saja alquran dijadikan standar untuk menilai segala sesuatu. Karena itulah, jika dalam alquran ada tertulis 2+2=9, para ahli islam akan meyakini itu dan menyalahkan buku-buku matematika bahkan kalkulator. Demikian halnya dengan buku Fatoohi ini. Dengan alquran Fatoohi mengkritisi kekristenan seperti Yesus dan Alkitab.

Senin, 07 April 2025

Melihat Perbandingan Ayat Kasih dan Ayat Perang dalam Alquran





Ketika berhadapan dengan fenomena kekerasan islam yang ditampilkan oleh kaum teroris islam dan islam radikal, umat islam kerap mengatakan bahwa agama islam adalah agama kasih. Kaum teroris dan islam radikal telah membajak ajaran islam. Mereka salah memahami ajaran islam. Benarkah argumentasi itu? Harus diketahui bahwa sumber ajaran islam adalah alquran. Bagaimana komposisi ayat-ayat cinta dan ayat-ayat perang dalam alquran? Video di atas coba menampilkan perbedaan komposisi ayat-ayat kasih dan ayat-ayat perang. Dari sana akan terlihat jelas seperti apa agama islam itu.

Jumat, 04 April 2025

BENIH-BENIH RADIKALISME DAN INTOLERANSI

Kasus beredarnya buku pendidikan agama Islam yang berisi ajaran radikal bukan fenomena baru, melainkan kelanjutan dari isu besar persoalan intoleransi di Indonesia. Setiap tahun, kondisi intoleransi di sekolah-sekolah mengalami eskalasi peningkatan.

“Kita sangat prihatin melihat kondisi sekolah yang intoleransinya terus meningkat. Studi ini beberapa kali sudah dilakukan. Kejadian akhir-akhir ini hanyalah konfirmasi bahwa betul ada masalah di dunia pendidikan kita,” kata Cendekiawan Muslim, Budhy Munawar Rachman, Rabu (1/4), di Jakarta.

Seperti diberitakan sejumlah media massa, di Bandung (Jawa Barat) dan Jombang (Jawa Timur) beredar buku Kumpulan Lembar Kerja Peserta Didik Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMA dengan kutipan, diperbolehkan membunuh orang musyrik.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Syam membenarkan adanya peredaran buku yang mencantumkan aspek historis ajaran kekerasan di dalam agama. Ajaran itu menimbulkan radikalisme yang tak sesuai aspek antropologis dan sosiologis Indonesia sehingga buku harus ditarik (Kompas cetak, 1/4).

Menurut Budhy, pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama, harus memberi perhatian serius pada masalah ini. Jika ini dibiarkan, intoleransi yang terus menguat akan berkembang menjadi radikalisme, yang selangkah lagi akan bertumbuh menjadi terorisme.

Klik di sini untuk baca selanjutnya….