Selasa, 25 Maret 2025
Menelisik Ayat "Membunuh" dalam Alquran. Benarkah Ada Perintah dari Allah swt?
Minggu, 23 Maret 2025
BENARKAH ANGGOTA ISIS ITU BUKAN ISLAM?
KOMPAS, 14 Maret 2015, menampilkan tulisan Ali Mustafa Yaqub, imam besar Masjid Istiqlal. Judul tulisannya adalah “NIIS, Khawarij, dan Terorisme”. Tulisan menarik ini bisa dikatakan sebagai bentuk pembelaan terhadap agama islam yang selalu dikaitkan dengan terorisme. Sebenarnya pembelaan ini sudah banyak kali muncul, semenjak kehadiran kelompok teroris Al Qaeda. Jadi, dapatlah dikatakan bahwa tidak ada yang baru dalam tulisan tersebut.
Akan tetapi, tulisan tersebut,
sebagaimana tulisan-tulisan lain yang sejenis, masih menyisahkan kebingungan.
Satu hal yang membuat bingung akhirnya melahirkan pertanyaan sebagaimana judul
tulisan ini. Selain kebingungan, dalam tulisan Mustafa terdapat satu hal, yang
bagi saya, terkesan lucu.
Dikatakan lucu karena, untuk
membela agama islam, Mustafa malah semacam melemparkan persoalan radikalisme
ini kepada penganut agama lain. Ali Mustafa menulis, “Sebab, terorisme dapat
datang dari pemeluk agama mana saja…” Argumentasi ini mirip seperti argumen
seorang anak yang kedapatan menyontek saat ujian. Ketika ditanya gurunya kenapa
menyontek, ia membela diri dengan berkata, “Orang lain juga nyontek, koq!”
Pernyataan Mustafa ini terkesan
menutupi persoalan utama: kaitan agama islam dan terorisme. Memang penulis
mengatakan bahwa sejatinya terorisme tak ada kaitannya dengan agama. Tapi,
benarkah demikian?
Jumat, 21 Maret 2025
Meski Alqurannya Sama, Kenapa Soal Akhlak Islam Indonesia Beda dengan Arab
Dalam salah satu ceramahnya, seorang tokoh dan pemikir islam mengatakan bahwa sebagai agama islam mempunyai 3 unsur, yaitu akidah, syariah dan akhlak. Soal akidah dan syariah tidak ada perbedaan antara islam Indonesia dan islam Arab. Alqurannya juga satu dan sama. Akan tetapi, kalau soal akhlak, muslim Indonesia lebih unggul dari islam Arab. Menjadi pertanyaan menggelitik, apakah akidah dan syariah tidak membentuk akhlak? Apakah ajaran agama tidak berperan dalam pembentukan akhlak? Jangan-jangan keunggulan akhlak muslim Indonesia tidak ditentukan oleh ajaran agama.