Rabu, 05 April 2023

KENAPA CEWEK MAU MELEPASKAN KEPERAWANANNYA

 

Salah satu perbedaan mendasar perempuan masa kini dengan masa lalu adalah soal menjaga keperawanan. Kaum perempuan masa lalu akan sangat kuat menjaga keluhuran harkat kewanitaannya yang terletak pada keperawanan. Bagi kaum perempuan dahulu, keperawanan merupakan persembahan spesial kepada pria yang sudah menjadi suaminya pada malam pertama. Karena itu, perempuan masa dulu tidak mudah melepaskan keperawanannya kepada pacarnya di masa pacaran.

Berbeda dengan perempuan masa kini. Ada banyak kaum perempuan sudah kehilangan keperawanannya sebelum mereka resmi menikah. Artinya, ketika masih pacaran, perempuan sudah melakukan hubungan seks sehingga hilanglah keperawanannya. Dan mirisnya, banyak di antara mereka menikah bukan dengan pria yang telah mengambil keperawanannya. Dengan kata lain, keperawanannya diserahkan kepada pria A, tapi ia menikah dengan pria B.

Ada perempuan begitu mudah melepaskan keperawanannya dengan pria yang baru dikenalnya beberapa bulan, padahal status si pria lebih rendah dari si perempuan. Artinya, mereka baru menjalani masa pacaran beberapa minggu, namun sang gadis mau menyerahkan keperawanannya. Parahnya lagi, si gadis selalu memberi kebutuhan si pria, seperti kontrakan rumah, pakaian, dan kebutuhan lainnya.

Menjadi pertanyaan, kenapa ada perempuan mau berhubungan seks? Apakah lantaran ketertarikan fisik dengan lawan jenisnya? Karena cinta? Atau mungkin karena beberapa masalah seperti kesendirian, kebosanan, dan mengurangi rasa sakit?

Selasa, 04 April 2023

INILAH PERUBAHAN YANG TERJADI BILA ANIES JADI PRESIDEN


Anies Baswedan dikenal sebagai Bapak Perubahan. Karena itu, koalisi yang mengusungnya menjadi capres disebut dengan sebutan koalisi perubahan. Dalam salah satu ceramah keagamaannya, Anies menegaskan bahwa sudah saatnya umat islam memulai perubahan. 

Jumat, 31 Maret 2023

JIKA MEMANG NU TIDAK TUNGGAL, MAKA ….

 


Ketika muncul aksi penolakan pembangunan gereja di salah satu daerah di Jawa Timur, yang dilakukan oleh pengurus ranting NU, sontak warga Inronesia Raya kaget. Langsung saja aksi tersebut menjadi viral di jagat net. Hal ini menjadi viral karena selama ini orang mengenal NU sebagai islam garda terdepan bagi toleransi dan moderat. Bahkan ada satu label yang kerap diberikan kepada NU, yaitu penjaga gereja. Label ini diberikan karena salah satu anak NU, yakni banser, kerap menjaga gereja kala hari raya keagamaan Kristen (natal dan paskah). Kenapa kali ini NU bersikap kebalikan. Ada apa dengan NU.

Tidaklah heran akti penolakan ini lantas menjadi pembicaraan banyak orang. Salah satunya adalah Ade Armando. Dalam channel videonya, yang diberi judul “NU Itu Anti atau Pro Gereja?” pertama-tama Ade meletakkan persoalan penolakan itu dalam konteks yang netral. Dari sini kemudian Ade melontarkan satu pertanyaan mendasar: apakah NU sebenarnya menghormati keberagaman atau tidak? Setelah melontarkan pertanyaan Ade pun langsung menjawab, dimana intinya adalah sebagai berikut: tidak ada jawaban tunggal, karena NU memang tidak tunggal.

Sebenarnya jawaban Ade terdiri dari 2 kalimat. Pertama, tidak ada jawaban tunggal atas pertanyaan di atas. Artinya, tidak ada jawaban hanya “ya” saja atau juga “tidak” saja. Dari jawaban kalimat pertama ini, Ade lantas mengaitkan dengan NU sebagai jawaban kalimat kedua: NU memang tidak tunggal. Ini berarti menghormati atau juga tidak menghormati keberagaman itu ada dalam tubuh NU.