Senin, 07 Februari 2022

CATATAN HUJAN BULAN JANUARI

Pada awal bulan Januari BMKG mengeluarkan pernyataan bahwa saat ini sudah sekitar 95% wilayah Indonesia sudah memasuki musin hujan. Awalnya pernyataan BMKG tersebut menunjukkan tanda-tanda kebenarannya, karena di minggu pertama bulan Januari Ujung Beting masing disirami dengan hujan. Intensitas hujannya pun lumayan tinggi dan durasinya pun agak lama. Akan tetapi, memasuki hari-hari berikutnya kebenaran pernyataan BMKG itu semakin jauh. Hujan tak kunjung datang sekalipun langit mendung berawan.

Dapatlah dikatakan bahwa dalam bulan Januari ini nyaris hujan tak turun di Ujung Beting. Bukan berarti ramalan BMKG keliru. Setidaknya ada 5% wilayah Indonesia yang belum dimasuki musim hujan. Dan Ujung Beting masuk ke dalam 5% wilayah tersebut. Sepanjang bulan Januari hujan turun hanya 5 hari saja di bumi Ujung Beting. Intensitas dan durasinya beragam. Di awal bulan intensitas dan durasinya lumayan tinggi dan lama, namun setelahnya mulai ringan.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang cukup besar soal curah hujan bulan Desember dan Januari ini. Mencermati fenomena hujan di bulan Januari ini, dapatlah dipastikan bahwa musim kemarau sudah datang. Bukan tidak mustahil, bulan Februari tak aka nada hujan turun. Ini akan dipantau dari Dabo. 

Minggu, 06 Februari 2022

MAAF, UMAT KRISTEN TAK AKUI MUHAMMAD SEBAGAI NABI. INI JAWABAN LENGKAPNYA

Pada salah satu tayangan di Youtube, ditampilkan penjelasan DR Bambang Noorsena atas pertanyaan seorang dosen tentang alasan umat kristen menolak kenabian Muhammad. Padahal umat islam telah menerima Yesus dan Musa sebagai nabi. Ada kesan, umat islam memaksa umat kristen harus mengakui kenabian Muhammad karena mereka telah mengakui kenabian Yesus. Sungguh menyedihkan! Yang menarik adalah jawaban DR Bambang. Namun sayangnya, beliau hanya memberi satu jawaban. Video ini mencoba memberi jawaban lain. Langsung saja simak videonya. Jika tak bisa diputar, silahkan klik di sini.



Jumat, 04 Februari 2022

TELAAH ISLAM ATAS SURAH AL-KAHF AYAT 102

 


Maka apakah orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sungguh, Kami telah menyediakan (neraka) Jahanam sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir. (QS 18: 102)

Al-Quran merupakan pusat spiritualitas umat islam. Umat islam menyakini Al-Quran langsung berasal dari Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW. Keyakinan ini didasarkan pada pernyataan Allah sendiri, yang dapat dibaca dalam beberapa surah Al-Quran. Jadi, Allah sendiri telah menyatakan bahwa Al-Quran merupakan perkataan-Nya, sehingga ia dikenal juga sebagai kalam Allah. Karena itu, Al-Quran dihormati sebagai sesuatu yang suci, karena Allah sendiri adalah mahasuci. Pelecehan terhadap Al-Quran sama saja dengan pelecehan kepada Allah atau penyerangan terhadap keluhuran Allah. Orang yang melakukan hal itu harus dihukum berat dengan cara dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang (bdk. QS al-Maidah: 33).

Selain itu juga umat islam melihat Al-Quran sebagai keterangan dan pelajaran yang jelas. Ini juga didasarkan pada perkataan Allah sendiri. Allah telah memudahkan Al-Qur’an sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh umat islam. Tak sedikit ulama menafsirkan kata “jelas” di sini dengan sesuatu yang telah terang benderang sehingga tak perlu susah-susah menafsirkan lagi pesan Allah itu. Dengan perkataan lain, perkataan Allah itu sudah jelas makna dan pesannya, tak perlu lagi ditafsirkan. Maksud dan pesan Allah sesuai dengan apa yang tertulis dalam Al-Quran. Penafsiran atas wahyu Allah bisa berdampak pada ketidak-sesuaian dengan kehendak Allah sendiri.

Berangkat dari dua premis di atas, maka bisalah dikatakan bahwa kutipan ayat Al-Quran di atas merupakan kata-kata Allah sendiri. Wahyu Allah di atas terdiri dari 2 kalimat. Kalimat pertama merupakan pertanyaan retoris, yang mempertanyakan niat orang kafir mau merebut umat islam. Dalam kalimat pertama ini terlihat jelas kalau Allah mengutip pernyataan orang kafir dan menjadikannya sebagai pertanyaan retoris. Sementara kalimat kedua merupakan pernyataan Allah tentang nasib orang kafir. Dikatakan bahwa Allah menyediakan neraka sebagai tempat tinggal bagi orang-orang kafir.