Kamis, 04 Juni 2020

SUKSES BERAWAL DARI KEGAGALAN


Kita tentu sudah kenal dengan Oprah Winfrey yang terkenal dengan acara televisinya Oprah Show. Oprah pernah berkata, "Berpikirlah seperti ratu. Ratu tidak takut gagal. Kegagalan adalah batu loncatan lain untuk keberhasilan." Apa yang disampaikan oleh Winfrey itu tak jauh beda dengan nasehat pepatah lama: “Kegagalan adalah sukses yang tertunda”.
Sering dikatakan bahwa ungkapan-ungkapan seperti itu hanyalah pemanis hidup di saat derita melanda. Bukan tidak mungkin tujuannya adalah untuk menghibur dan memotivasi orang yang mengalami kegagalan supaya tidak larut dalam kegagalannya. Dengan kata lain, ungkapan tersebut hendak mengajak orang yang jatuh untuk bangkit kembali.
Salah satu kunci keberhasilan mengelola kegagalan adalah pikiran positif yang menuntun kita untuk merefleksikan kegagalan dan menemukan kelemahan dan kekurangan yang perlu diperbaiki. Akan tetapi, saat mengalami masa-masa sulit, memang susah menjaga pola pikir untuk tetap positif dan mencegah hati merasa sebagai seorang pecundang. Namun dengan mengingat lagi kisah-kisah orang besar, bisa dipastikan setiap orang yang berhasil pasti pernah gagal. Tetapi mereka tidak pernah menganggap dirinya sebagai orang gagal.
Ada begitu banyak tokoh sukses yang berhasil mengatasi kegagalan menjadi kesuksesan. Wolfgang Mozart, misalnya, salah satu pencipta musik genius pernah dikritik oleh Kaisar Ferdinand yang menganggap operanya berjudul The Marriage of Vigaro "terlalu bising" dan mengandung "terlalu banyak not". Pelukis Vincent van Gogh yang lukisannya mencapai rekor tertinggi dalam nilai penjualan, hanya berhasil menjual satu lukisan selama seumur hidupnya.

Rabu, 03 Juni 2020

ANTI KRITIK, CIRI GANGGUAN KEPRIBADIAN NARSISTIK

Jika kamu pernah bertemu dengan orang yang tidak pernah mengerti kebutuhan orang lain, selalu merasa dirinya lebih baik dan tidak mau mendengarkan nasehat atau kritik, itu tandanya bahwa orang tersebut mempunyai gangguan kepribadian narsistik. Ciri utama dari kepribadian ini adalah kurangnya empati terhadap orang lain dan haus kekaguman dari orang lain. Kondisi ini sering digambarkan sebagai orang yang sombong, egois, manipulatif dan penuntut. Bahkan mereka merasa dirinya pantas untuk mendapat perlakuan khusus.
Tidak hanya itu, pengidap gangguan kepribadian narsistik atau sering disebut narsis, percaya bahwa diri mereka lebih istimewa sehingga pergaulannya terbatas pada orang-orang yang dirasa berbakat atau sepadan dengan dirinya. Individu seperti ini mencari perhatian yang belebihan hanya untuk mengetahui bahwa ia selalu dipikirkan atau dibicarakan oleh orang lain. Mereka tidak dapat menoleransi kritik atau kekalahan, sehingga ketika mendapat kritik keras atau bahkan penolakan, mereka seringkali ditinggalkan atau tidak dipedulikan.
Faktor penyebab gangguan kepribadian narsistik sangat kompleks. Umumnya perilaku narsis ini sering dikaitkan dengan masalah berikut:
v Lingkungan, yang berhubungan dengan ketidak-sesuaian dalam hubungan orangtua dan anak dengan kritik berlebihan yang kurang sesuai dengan pengalaman anak
v Genetika, kondisi ini berkaitan dengan faktor keturunan
v Neurobiologi, ada hubungan antara otak dengan perilaku atau pola pikir seseorang

Selasa, 02 Juni 2020

KORUPSI BERAWAL DARI CINTA UANG


Enam hari sebelum paskah, Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia, dan marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata, “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin. Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya (Yoh 12: 1 – 6).
Uang itu memang menggoda, karena ia adalah salah satu bentuk godaan. Uang, sebagai godaan, masuk dalam kelompok harta kekayaan. Oleh karena itu, orang yang selalu dan sering bersentuhan dengan uang, seperti kasir, bendahara, dll, adalah orang pertama yang digoda atau tergoda. Rasul Paulus, dalam suratnya kepada Timotius, berkata, “Akar segala kejahatan ialah cinta uang” (1Tim 6: 10).
Contoh di atas sudah membuktikan. Yudas Iskariot adalah pemegang kas kelompok para murid. Dia memegang uang. Dan uang itu juga yang menggoda dia. Makanya dikatakan ia sering mengambil uang dalam kas. Bahkan karena godaan uang ia rela menjual Yesus.