Senin, 06 April 2020

BILA HUJAN TIBA


Tahun 2020 di bulan ketiga,
Tatkala sinar surya membara,
Menjulur kepala melihat ke dalam sumur tua,
Kering merana,
Air pergi entah kemana.
Kemarau panjang di bulan ketiga,
Membuat sumurku kering,
Menggantung tanya di malam nan hening,
Bilakah hujan kan tiba.
Ujung Beting, 22 Maret 2020
by: adrian

PAUS FRANSISKUS: UBAH KEPAHITAN JADI AIR SEGAR UNTUK UMAT

Umat Allah mengenal gembala-gembalanya lebih baik daripada siapa pun. Umat Allah menghormati mereka, menemani mereka dan berdoa bagi  mereka. “Kita ikut berdoa bersama mereka, dan meminta kepada Tuhan untuk mengubah kepahitan kita menjadi air segar bagi umat-Nya,” demikian ungkap Paus Fransiskus dalam sambutan kepada para imam Keuskupan Roma yang berkumpul di Katedral Roma, Basilika Agung Santo Yohanes Lateran, 27 Februari 2020, untuk melaksanakan liturgi tobat disertai Sakramen Rekonsiliasi. Acara itu diawali dengan meditasi yang dibawakan oleh Vikaris Roma Kardinal Angelo de Donatis yang juga membicarakan sambutan Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus, sebagai Uskup Roma, biasanya hadir dan secara pribadi mendengarkan pengakuan beberapa imam. Akan tetapi, tahun ini, menurut pernyataan Direktur Kantor Pers Takhta Suci, Paus Fransiskus “lebih suka tinggal di sekitar Santa Martha,” karena “sedang kurang enak badan.” Pernyataan yang dipersiapkan Paus Fransiskus dibacakan kepada para imam Roma oleh Kardinal de Donatis.
“Mari memohon kepada Tuhan agar memberi kita kemampuan untuk mengetahui apa yang menyebabkan kepahitan dalam diri kita, dan dengan demikian membiarkan diri kita menjadi orang yang didamaikan, yang mendamaikan; orang-orang damai yang membawa kedamaian, orang-orang yang penuh pengharapan yang menanamkan pengharapan,” jelas Paus Fransiskus.
Dalam sambutan itu Paus Fransiskus merenungkan tentang “kepahitan” yang dialami beberapa imam, seraya berharap kepahitan itu boleh “menunjukkan kepada kita [klerus] cara lebih baik dalam menyembah Bapa, dan membantu kita mengalami lagi kekuatan pengurapan-Nya yang penuh belas kasih.”

Minggu, 05 April 2020

SUHU TURUN DENGAN SERATUS RIBU

Wabah virus korona (covid-19) kian luas. Warga diminta untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Pemerintah telah mengintruksikan tenaga medis untuk selalu siap.
Selesai misa, umat diminta keluar satu-satu, karena akan dicek suhunya dengan thermogun. Mereka yang kedapatan suhu di atas  37 diminta untuk ke ruang kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. Pada bagian akhir, Oma maju menghadap petugas medis, yang langsung mengarahkan titik laser di dahi Oma.
Medis        : Wah, suhu Oma ini 38. Oma langsung ke ruang kesehatan ya?!
Oma         : Tak payahlah anakku. Kau tempelkan saja uang kertas merah pasti langsung turun suhunya.
Medis        : @%&^#$???? Ada-ada aja Oma nih.
Dabo Singkep, 4 April 2020
by: adrian