Kamis, 06 April 2017

TONO DAN TINI: Sebuah Cerpen

Akhir-akhir ini sering kita dengar di media massa berita tentang bencana alam. Ada tanah longsor yang merengut puluhan jiwa manusia; ada bencana banjir yang merugikan hingga miliyaran rupiah. Bencana alam selalu mendatangkan penderitaan dan kesusahan bagi hidup umat manusia. Dapatlah dipastikan bahwa tak ada manusia yang menyukai penderitaan dan kesusahan. Semua manusia ingin hidup bahagia, senang dan terhindar dari penderitaan.
Berangkat dari premis bahwa tak ada manusia yang menghendaki penderitaan, bisa dipastikan bahwa manusia tak juga mengingini bencana alam. Akan tetapi, kebanyakan bencana alam yang terjadi disebabkan oleh faktor manusia. Sungguh sebuah ironisme. Di satu sisi manusia tidak mau bencana alam, tapi di sisi lain justru manusia penyebab terjadinya bencana alam. Salah satu faktor terjadinya bencana alam adalah keserakahan manusia.
Cerpen “Tono dan Tini” mengangkat tema bencana alam. Lokasi ceritanya adalah ibukota DKI Jakarta, yang sudah terbiasa dilanda bencana banjir. Cerpen ini sangat singkat. Namun pesannya sangat mengigit. Lebih jauh soal cerpen ini, langsung saja baca di: Budak Bangka: (C E R P E N) Tono & Tini

Senin, 03 April 2017

INI ALASAN KENAPA UMAT ISLAM & KRISTEN TAK BISA SALING MEMAHAMI

Bagi orang islam, orang kristen adalah kafir. Dapat dipastikan banyak umat islam tak paham kenapa orang kristiani disebut demikian. Yang mereka tahu adalah Allah sudah mengatakan demikian. Karena sudah tertulis begitu di Al Quran, maka orang islam pun menyebut para murid Kristus itu sebagai kafir, tak peduli bahwa kata “kafir” merupakan bentuk penghinaan yang luar biasa kasar. Umat islam juga tidak mau bertanya kenapa pada satu bagian Al Quran orang kristen disebut sebagai ahli kitab, sedangkan pada bagian yang lain berubah menjadi kafir.
Ada banyak hal yang tidak bisa dipahami oleh orang islam terhadap orang kristen. Salah satunya adalah sosok Yesus Kristus, yang bagi umat kristiani diyakini sebagai Tuhan Allah tapi tidak bagi umat muslim. Karena tidak bisa memahami, pada akhirnya mereka “menyerang” atau menyalahkan orang kristen. Umat islam tidak bisa memahami kenapa orang kristen menganggap Yesus itu Allah/Tuhan (karena masalah inilah orang kristen disebut kafir).
Umat islam menolak keallahan Yesus karena didasari pada argumen bahwa Yesus sendiri tak pernah menyebut diri-Nya Allah/Tuhan. Sumber yang dipakai adalah Kitab Suci Perjanjian Baru, khususnya keempat Injil. Malah umat islam sering menggunakan teks Kitab Suci yang seakan “melawan” keallahan Yesus. Misalnya, Markus 12: 29, yang merupakan pengulangan dari Kitab Ulangan 6: 4. Karena itu, umat islam tidak mengerti kenapa orang kristen mengimani Dia sebagai Allah?
Orang kristen dapat memaklumi kenapa umat islam tak bisa memahami mereka. Dasar utamanya adalah beda cara pandang. Umat islam memakai cara pandangnya, sedangkan orang kristen punya cara pandang tersendiri. Terkait dengan persoalan keallahan Yesus, umat islam bukan cuma mendasarkan diri pada firman Allah dalam Al Quran, tetapi juga berdasarkan pada cara pandang mereka. Seperti yang sudah diungkapkan di atas, umat islam menolak klaim keallahan Yesus karena Yesus sendiri tidak pernah menyebut diri-Nya demikian. Orang islam baru dapat menerima klaim itu jika ada pengakuan dari yang bersangkutan. Oleh karena itu, dengan pola pikir seperti ini, umat islam merasa aneh dengan klaim keallahan Yesus.
Pola pikir inilah yang sering dipakai oleh orang islam. Kebenaran didasarkan pada pengakuan pribadi, bukan berdasarkan kriteria tertentu. Karena itu, umat islam akan percaya bahwa Hj Irene Handono adalah pakar kristologi karena dia sendiri menyatakan demikian. Atau, umat islam percaya pada seorang ustadz mualaf, ketika memberi ceramah, yang mengaku sebagai mantan pastor, karena yang bersangkutan memperkenalkan demikian. Masih ada banyak contoh lain lagi. Prinsipnya, umat islam percaya pada kebenaran karena memang sudah dinyatakan demikian.

Sabtu, 01 April 2017

PENGALAMAN LIVE IN DI KAMPUNG

Mengisi liburan semester, SMP St. Maria mengadakan kegiatan live in bagi siswa-siswi kelas 8 selama 3 hari. Kali ini mereka mendapat lokasi live in di sebuah desa terpencil. Tidak ada listrik. Penerangan malam hanya pelita.
Aleks mendapat tempat tinggal di rumah Mbah Warjo. Pagi hari Aleks diajak ke sawah. Ini merupakan pengalaman pertamanya meihat sawah dan pemandangan alam pedesaan, karena selama ini hanya hanya melihat gedung, gedung dan gedung.
Pada malam hari, karena tidak biasa tidur sendiri dalam gelap, akhirnya Mbah Warjo menemani Aleks tidur di kamarnya. Karena merupakan pengalaman pertama tidur di kasur tikar dan hanya diterangi pelita, Aleks kesulitan untuk memejamkan mata. Apalagi suara nyamuk yang menderu di seputaran telinganya. Mbah Warjo, yang sebenarnya sudah ngantuk karena lelah bekerja seharian, menjadi merasa terganggu.
Mbah : Belum tidur, Cu?
Aleks : Belum, Mbah. Gak bisa tidur. Banyak nyamuk.
Mbah : Coba kamu padamkan pelitanya.
Mbah Warjo menyarankan supaya kamar jadi gelap sehingga enak untuk tidur. Aleks mengikuti saran Mbah Warjo. Kamar jadi gelap gulita. Namun tiba-tiba Aleks kaget ketika melihat ada kunang-kunang masuk.
Aleks : Mbah, apa itu?
Mbah : Sssst...., diam saja.  Itu nyamuk sedang cari kita berdua pakai senter
by: adrian
Baca juga humor lainnya:
Pangkas Rambut