Sabtu, 09 Juli 2016

Orang Kudus 9 Juli: St. Fransiskus Diaz

SANTO FRANSISKUS DIAZ, MARTIR
Fransiskus Diaz del Rincon lahir pada 2 Oktober 1713 di Ecija, Spanyol. Untuk menjawab panggilan Tuhan Fransiskus bergabung dengan Ordo Pengkotbah. Pada tahun 1731 ia mengikrarkan kaulnya. Fransiskus kemudian dikirim menjadi misionaris. Awalnya ia dikirim ke Filipina. Ia tiba di Filipina pada tahun 1735. Dari Filipina ia pergi menuju Fikien, Cina.
Fransiskus berkarya di Fukien sampai suatu ketika ia ditangkap dan dibunuh. Fransiskus Diaz meninggal dunia pada 24 Oktober 1748 di Fujian, Cina. Pada 14 Mei 1893 ia dibeatifikasi oleh Paus Leo XIII, dan pada 1 Oktober 2000 ia dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini:

Orang Kudus 9 Juli: St. Leo Ignasius Mangin

SANTO LEO IGNASIUS MANGIN, MARTIR
Leo Ignasius Mangin lahir pada 30 Juli 1857 di Verny, Metz, Perancis. Ia memperoleh penddikan di Metz dan Amiens. Untuk menjawab panggilan Tuhan Leo bergabung dengan Serikat Yesus di Saint Acheul, dan belajar filsafat di Louvain. Leo mengajar Liege dan setelah menyelesaikan pendidikan teologinya, ia ditahbiskan pada 31 Juli 1886.
Lei dikirim sebagai misionaris ke Cina dan ditempatkan di Zhujiahe. Ia menjadi superior di distriknya dan ketika terjadi revolusi boxer, Leo menyadari bahwa bahaya mengancam kota tempat ia tinggal. Ia meminta Paul Denn untuk menjadi asistennya.
Pada 15 Juli 1900 Boxer menyerang Zhujiahe dan serangannya berhasil dihalau oleh para penduduk desa. Lima hari berikutnya Boxer berhasil menembus pertahanan desa Zhujiahe. Leo dan Paul Denn, bersama dengan umat katolik, terutama wanita dan anak-anak, berkumpul di kapel dan berdoa. Ketika para boxer itu mendobrak masuk kapel, mereka menawarkan pembebasan bagi yang mau menyangkal imannya. Banyak yang tidak takut dan menolak untuk menyangkal sehingga mereka dibunuh sebagai martir Kristus.
Leo Ignasius Mangin meninggal dunia pada 20 Juli 1900 di Zhujiahe, Cina. Pada 17 April 1955 ia dibeatifikasi oleh Paus Pius XII, dan pada 1 Oktober 2000 ia dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II.
Baca juga orang kudus hari ini:

Jumat, 08 Juli 2016

Agama Katolik Tidak Melarang Pernikahan Beda Agama

Di tengah kesulitan orang muda mewujudkan keinginannya untuk menikah dengan pasangannya yang berbeda keyakinan, buku “Kado Cinta bagi Pasangan Beda Agama” seakan menjadi solusi. Hal ini juga diakui oleh penulis, yang membanggakan bahwa lembaganya merupakan satu-satunya solusi.
Dengan begitu yakin penulis mengatakan bahwa agama-agama tidak memberi solusi. Suatu kesimpulan yang gegabah dan konyol. Amat sangat disayangkan, ketika membahas perkawinan menurut Agama Katolik, penulis sama sekali tidak menggunakan sumber yang seharusnya. Wawancara pun diambil dari umat yang pemahaman akan hukum Gerejanya masih lemah. Karena keterbatasan inilah maka diambil kesimpulan yang ngawur. Tapi, anehnya, penulis justru menyatakan bahwa itulah pendapat Gereja Katolik.
Padahal, kalau mau dilihat secara benar, hanya Gereja Katolik yang memberi solusi atas perkawinan beda agama. Di saat agama lain melarang perkaweinan beda agama, agama katolik masih mentolerir dengan beberapa persyaratan. Jadi, kalau orang mau menikah dengan tetap memegang keyakinan masing-masing, Gereja Katoliklah tempatnya. 

Lebih lanjut silahkan baca di Budak Bangka: Tinjauan Buku KADO CINTA bagi Pasangan Beda Agama