Rabu, 09 Desember 2015

Orang Kudus 9 Desember: St. Bernardus Maria Silvestrelli

BEATO BERNARDUS MARIA SILVESTERLLI, PENGAKU IMAN
Casare Pietro Silvestrelli lahir di Roma, Italia pada 7 November 1831. Ia adalah putera dari keluarga bangsawan Silvestrelli. Casare memperoleh pendidikan dari para imam. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Collegio Romano yang dijalankan oleh Imam Yesuit. Akan tetapi, Casare lebih tertarik untuk bergabung dengan Kongregasi Passionis.
Pada 25 Maret 1854, Casare masuk novisiat di Monte Argentario, dan memperoleh nama Aloysius dari Hati Kudus Maria. Satu bulan kemudian, Aloysius meninggalkan novisiat karena alasan kesehatan, tetapi ia tetap tinggal bersama para biarawan pasionis untuk melanjutkan pendidikannya dalam bidang teologi.
Tanggal 22 Desember 1852 Aloysius ditahbiskan menjadi imam, dan diizinkan untuk kembali masuk novisiat di Morrovalle. Casare kembali menggantikan namanya menjadi Bernardus Maria dari Yesus. Pada masa novisiatnya, ia seangkatan dengan Santo Gabriel dari Bunda Berdukacita. Pada 28 April 1857 Bernardus mengikrarkan kaulnya.
Bernardus kemudian belajar berkotbah, dan ditunjuk sebagai direktur serta pembimbing para novis. Pada tahun 1869 ia ditunjuk sebagai rektor biara Scala Santa. Tanggal 19 September 1870 Paus Pius IX mengunjungi biara scala santa untuk menaiki Tangga Suci. Bernardus menuntunnya, dan ikut menaiki Tangga Suci.

Sabtu, 05 Desember 2015

Memahami Kata "Kafir" menurut Islam

POLEMIK “KAFIR” DI FACEBOOK
Menarik mengikuti polemik kata “kafir” antara Sdr. IQmal Putra Hayat Bsl (IPH) dan Sdr. Fajar Ali Susanto (FAS) di Facebook. Polemik ini bermula dari tanggapan Sdr. IQmal terhadap komen Purwanto Brahmantyo, yang menanggapi status Sdr. Gunawan Budi Utomo di grop Facebook AHOK 4 DKI 1. Status Sdr. Gunawan sendiri, yang dikirim 24 September 2015, pukul 16: 12 (tepat hari raya Idul Adha), sebenarnya merupakan komen dia atas tulisan di ISLAMTOLERAN.COM, dengan judul “Fantastis! Gubernur Yang Suka Diteriaki Kafir Oleh FPI Ini Berkurban 30 Ekor Sapi”
Atas artikel situs Islam Toleran itu, Sdr. Gunawan menulis status yang sama dengan judul artikel, lalu menambah satu frase “Silahkan Like”. Sebelum Sdr. Purwanto menuliskan komennya, ada beberapa orang menanggapi status Gunawan tersebut. Akhirnya Sdr. Purwanto memberikan tanggapannya. Tercatat tiga kali Sdr. Purwanto memberikan komen; dan ketiga komen itu sama saja (semacam copy paste). Adapun komen Sdr. Purwanto berbunyi, “semua merasa jadi tuhan sehingga dengan mudahnya mengecap seseorang di anggap kafir! Hebat betul.” Komen ini diposting pada tanggal 24 September, pukul 17: 27.
Jika disimak dari nada tulisan Sdr. Purwanto, tampak jelas kalau komennya bukan hanya ditujukan untuk menanggapi status Sdr. Gunawan, tetapi juga komen-komen sebelumnya. Intinya, Sdr. Purwanto merasa miris melihat orang yang begitu mudah mengkafirkan orang lain yang berbeda. Sdr. Purwanto menilai orang yang dengan mudah mengkafirkan orang lain sudah identik dengan Tuhan.
Dari komen Sdr. Purwanto inilah akhirnya muncul polemik antara Sdr. IQmal dan Sdr. Fajar. Sekedar diketahui, pada bagian lain, masih dalam topik yang sama, Sdr. IQmal menanggapi komen Mariani Sukaejie dengan menulis, “memang situs ISLAMTOLERAN sesat dan menyesatkan karena adminnya sendiri bukan islam tp Kristen.” Berikut ini akan saya tampilkan komen-komen diskusi mereka. Jadi, atas komen Sdr. Purwanto. Sdr. IQmal memberi tanggapan, yang kemudian ditanggapi oleh Sdr. Fajar sehingga terjadilah diskusi menarik di antara keduanya. Kami akan menyingkat nama keduanya.

Orang Kudus 5 Desember: St. Bartolomeus Fanti

BEATO BARTOLOMEUS FANTI, PENGAKU IMAN
Bartolomeus Fanti lahir di Mantua, Italia. Pada tahun 1452 ia ditahbiskan sebagai imam Ordo Karmel di Mantua. Selama 35 tahun ia berkarya di Mantua dan juga menjadi pembimbing rohani serta rektor Ikatan Persaudaraan Santa Perawan Maria, yang statute dan aturannya dibuat olehnya. Bartolomeus juga adalah pembimbing spiritual Yohanes Baptis Spagnuolo. Ia dikenal akan homily dan penyembuhan, serta devosi yang sangat kuat kepada Ekaristi.
Bartolomeus Fanti meninggal dunia pada tahun 1495. Pada tahun 1909 ia dibeatifikasi oleh Paus Pius X.
Baca juga orang kudus hari ini: