Sabtu, 19 Januari 2013

Orang Kudus 19 Januari: St. Marius

Santo marius, martir
Marius adalah seorang bangsawan kaya dari Persia. Bersama isterinya, Martha, dan kedua puteranya, Audifax dan Abakus, ia datang ke Roma untuk berziarah di pusat Gereja Kristus dan makam para martir. Kedatangan mereka ke Roma bertepatan waktu dengan peristiwa penganiayaan terhadap jemaat kristen di Roma. Marius sungguh prihatin melihat nasib orang-orang kristen itu.

Oleh dorongan imannya ia mengunjungi orang-orang kristen di penjara-penjara tanpa takut sedikitpun. Kekayaannya dibagi-bagikan kepada mereka demi kelangsungan hidupnya. Tak lama kemudian ia bersama isteri dan kedua puteranya ditangkap dan dibunuh karena perbuatan-perbuatan yang berani itu. Marius tak gentar menghadapi perlakuan serdadu-serdadu Romawi itu. Ia percaya bahwa Kristus menyertai dia dan akan menganugerahkan kepadanya mahkota surgawi.

Sumber: Orang Kudus Sepanjang Tahun

Renungan Hari Sabtu Biasa I-C

Renungan Hari Sabtu Biasa I, Thn C/I
Bac I : Ibr 4: 12 – 16; Injil       : Mrk 2: 13 – 17

Penulis Surat Kepada Orang Ibrani, dalam bacaan pertama hari ini, menggambarkan Yesus Kristus sebagai Imam Besar yang Agung. Keagungan Yesus ini terletak pada kemauan-Nya untuk hidup seperti manusia dan merasakan kelemahan-kelemahan manusia sekalipun Ia tetap tidak berdosa (ay. 15). Yesus pernah dicobai, tapi tidak jatuh kedalam dosa. Artinya, Yesus sanggup melawan  cobaan dan godaan itu.

Dalam Injil hari ini, Markus menceritakan Yesus memanggil Lewi, pemungut cukai, untuk mengikuti-Nya; dan memang akhirnya Lewi pun ikut (ay. 14). Namun yang menarik dalam Injil ini adalah bagian akhirnya, yaitu perjamuan di rumah Lewi, di mana Yesus duduk makan, bukan saja dengan Lewi, melainkan dengan banyak pemungut cukai dan orang berdosa (ay. 15).

Pada bagian yang menarik dari Injil inilah Yesus menunjukkan keagungan diri-Nya seperti yang digambarkan penulis Surat Kepada Orang Ibrani. Yesus hidup dan bergaul dengan orang berdosa, tetapi Ia tidak berdosa. Malahan justru Ia datang untuk menarik orang berdosa untuk tidak lagi berdosa. Kepada ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi, Yesus tampil sebagai Sabda Allah yang "lebih tajam dari pada pedang bermata dua." (Ibr 4: 12). Pada "orang berdosa" Yesus membuat pemisahan: antara manusianya dan dosanya. Dosalah yang harus dibenci dan dihindari, bukan manusianya.

Sabda Tuhan hari ini mau mengajak kita untuk meniru teladan Yesus, baik kepribadian-Nya yang tidak dengan mudah mau jatuh dalam cobaan maupun dalam sikap-Nya yang membedakan antara dosa dan manusianya. Dengan yang pertama (kepribadian) Tuhan menghendaki agar kita senantiasa melawan cobaan dan godaan, dan jangan mudah menyerah. Sadar akan kelemahan kita, maka kita harus memohon kekuatan Yesus agar membantu kita melawan godaan itu. 

Dengan yang kedua (sikap) Tuhan menghendaki supaya kita tidak memilih-milih dalam pergaulan. Orang berdosa jangan dijauhi. Kita terpanggil untuk mengajak orang kembali kepada Tuhan. Namun kita juga disadarkan akan keberdosaan kita.

by: adrian

Jumat, 18 Januari 2013

Romo Bohong

Selasa pagi Romo Adrian misa di biara suster bersama anak-anak asrama. Sambil menunggu para suster selesai ibadat pagi, romo ngobrol dengan anak-anak di depan biara.

Anak 1           : Romo pakai apa ke sini?

Romo             : Pakai motor.

Semua mata mereka langsung terarah ke samping biara, tempat biasanya romo memarkirkan kendaran. Mereka sepertinya ingin membuktikan ucapan itu. Dan memang mereka melihat Megapro terparkir di sana.

Anak 2           : Sepi ya tadi di jalan?

Romo             : Oya, emangnya hari ini ada acara apa ya?

Semua pada berpikir. Mereka saling bertanya satu dengan yang lainnya. Dan hampir serempak mereka sama-sama memberikan jawaban.

Semua           : Tidak ada acara khusus. Hari biasa saja.

Romo         : Koq, di jalan tadi ramai orang. Mulai dari mesjid agung itu sampai simpang mau ke gereja. Banyak orang berjalan

Tias                 : Mungkin lagi olahraga.

Romo             : Tidak biasanya. Baru kali ini. Uda itu seragam pula.

Maria             : putih ya?

Romo             : Ya.

Nana              : Hantu

Maria             : Mana ada hantu

Tias                 : Kakinya injak tanah, tak?

Romo             : Romo tak lihat.

Semua muka anak-anak sudah pada serius. Ada yang mulai takut.

Anak 1           : Romo ada sapa tak?

Romo             : Ada. Yang di simpang sini. Ketika romo mau belok.

Anak 1           : Dijawab tak?

Romo             : Ya.

Semua           : Dia jawab apa?

Romo             : Romo bohong! Kalian kena tipu. Romo bohong.....

Semua           : Yah...... dikerjain.......

by: adrian
Baca juga humor lainnya: