Sabtu, 24 Mei 2025

RENUNGAN HARI MINGGU PASKAH VI, THN C

Renungan Hari Minggu Paskah VI, Thn C

Bac I Kis 15: 1–2, 22–29; Bac II       Why 21: 10–14, 22–23;

Injil    Yoh 14: 23 – 29

Kalau kita membaca dan merenungkan bacaan pertama hari ini, kita dapat mengetahui sedikit situasi jemaat perdana yang ada di luar Yerusalem. Para jemaat, yang belum lama menerima pengajaran tentang Kristus dan telah menerima Kristus, mengalami dilema dalam hidup terkait iman akan Kristus. Ada orang-orang menyebarkan ajaran terkait dengan Kristus tapi bertentangan dengan apa yang pernah disampaikan oleh para rasul. Hal ini membuat jemaat merasa gelisah dan goyah imannya. “Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka” (ay.24). Karena itulah, para rasul menyampaikan pesan lewat Rasul Paulus, Barnabas, Silas dan Yudas. Pesan para rasul ini sejalan dengan pesan Yesus. Dalam Injil Yesus berpesan, “Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (ay. 27c). Para murid-Nya tak perlu gelisah dan gentar, karena ada Roh Kudus “yang diutus Bapa dalam nama-Ku” (ay. 26). Roh Kudus ini akan mengingatkan para murid akan semua yang pernah dikatakan Yesus.

Yohanes, dalam kitab Wahyu yang menjadi bacaan kedua, secara tidak langsung merefleksikan persoalan yang ada dalam bacaan pertama dan nasehat Yesus dalam Injil. Yohanes hendak mengingatkan jemaatnya bahwa iman mereka itu didasarkan pada iman para rasul. Kota yang kudus (ay. 10) dalam penglihatan Yohanes adalah Gereja. Lalu Yohanes menulis bahwa “tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba” (ay. 14). Karena itu, jika umat menemukan ajaran iman yang bertentangan dengan ajaran para rasul, dengan sendirinya umat tak perlu gelisah dan gentar. Langsung tolak. Roh Kudus akan mengingatkan mereka akan hal itu.

Dewasa ini para murid Kristus masih terus menghadapi ajaran-ajaran yang bertentangan dengan ajaran para rasul. Hal itu bisa datang dari kalangan islam, bisa juga dari kalangan protestan. Tak sedikit ustad-ustad dan juga pendeta-pendeta menyampaikan pengajaran yang membuat umat katolik gelisah dan gentar. Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk tidak usah gelisah dan takut. Yesus sudah menjanjikan Roh Kudus yang akan mengingatkan kita akan pengajaran Yesus yang diwartakan para rasul.

by: adrian 

Rabu, 21 Mei 2025

Menjawab Tuduhan Islam tentang Keallahan Yesus


 Bukan rahasia lagi kalau islam itu sangat membenci kristen. Akar kebencian itu dapat ditemui dalam alquran. Ada banyak ayat yang merupakan wahyu Allah berisi kebencian dan sikap permusuhan terhadap orang kristen, selain orang Yahudi juga. Karena bencinya itulah maka ada banyak tuduhan yang dilontarkan allah swt kepada kekristenan. Kebencian itu akhirnya menular juga kepada umat islam. Hal ini bisa dimaklumi, karena bagaimana mungkin allahnya membenci, masakkan umatnya mengasihi. Allah swt sudah mengatakan bahwa orang Kristen adalah musuh bagi umat islam karena akan membahayakan keimanan islam. Kebencian umat islam kepada Kristen terinspirasi dari kebencian allah swt kepada umat Kristen pada masa nabi. Karena itulah, dewasa ini banyak ditemukan ungkapan kebencian umat islam itu di media sosial. Salah satu bentuknya adalah tuduhan dengan ajaran iman Kristen.

Senin, 19 Mei 2025

RELEVANSI WARTA NABI YEHEZKIEL UNTUK PARA IMAM MASA KINI

Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku, "Hai anak manusia, bernubuatlah melawan para imam, yang adalah gembala-gembala umat. Bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu. Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah imam-imam, yang menggembalakan dirinya sendiri! Seharusnya domba-domba yang digembalakan oleh mereka.

Dewasa kini banyak imam hanya menikmati susu dari dombanya, dari bulunya mereka buat pakaian, yang gemuk disembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak digembalakan. Yang lemah tidak mereka kuatkan, yang sakit tidak diobati, yang luka tidak mereka balut, yang tersesat tidak dibawa pulang, yang hilang tidak dicari, melainkan diinjak-injak dengan peraturan dan kepentingan pribadi.

Dengan demikian umat-Ku berserak, oleh karena gembala tidak ada, dan mereka menjadi makanan bagi segala binatang di hutan. Domba-domba-Ku berserak dan tersesat di semua gunung dan di semua bukit yang tinggi, tanpa ada yang memperhatikan atau yang mencarinya.”

Tiga paragraf di atas merupakan nubuat Nabi Yehezkiel versi masa kini. Kita dapat melihat versi aslinya dalam Yehezkiel 34: 1 – 6. Artinya, nubuat Nabi Yehezkiel ini sangatlah relevan untuk kehidupan Gereja dewasa ini, teristimewa buat para imamnya.

Klik di sini untuk baca selanjutnya….