Sabtu, 19 April 2025

Inilah Cara Umat Katolik Menyikapi "Perang Agama" Di Media Sosial


 

Perang agama begitu marak di media sosial. Ada yang saling serang, seperti misalnya antara umat islam dan protestan. Namun ada juga yang tenang-tenang saja saat diserang. Ini terlihat pada umat katolik. Sekalipun ajaran agamanya diserang, baik dari islam maupun protestan, umat katolik tidak menanggapi. Apakah karena tidak tahu atau tidak mampu untuk membalas serangan itu? Ataukah ada alasan lain lagi. Memang ada sedikit kecemasan akan ada umat katolik yang meninggalkan imannya. Salah satu prinsip Gereja Katolik adalah beriman itu adalah hak setiap orang yang selalu dihargai dan dihormati. Gereja Katolik menghormati kebebasan setiap orang dalam menentukan pilihan hidupnya. Namun perlu juga disayangkan apabila ada umat katolik yang dalam peperangan agama ini akhirnya memilih meninggalkan imannya. Sering terjadi pergi meninggalkan iman itu disebabkan karena ketidak-tahuan akan kebenaran ajaran katolik.

Jumat, 18 April 2025

INI E-BOOK MUHAMMAD DALAM KAJIAN PSIKOLOGI

 


Tak bisa disangkal lagi sosok pribadi nabi Muhammad SAW benar-benar kontroversial. Kaum muslim percaya bahwa Muhammad adalah nabi terakhir atau penutup nabi. Keyakinan ini didasarkan pada wahyu Allah dalam alquran. Umat islam terkesan tak mendapatkan hal negatif pada dirinya. Karena itu, Muhammad dikenal sebagai insan kamil, manusia sempurna. Tak heran kalau umat islam begitu mengidolakan, menyanjung, dan memuliakannya. Penghinaan terhadap nabi-nabi lain dalam islam, masih bisa ditolerir oleh umat islam. Tapi tidak dengan Muhammad. Setiap kaum muslim terpanggil untuk membelanya, bahkan dengan cara kekerasan.

Di sisi lain kaum non muslim percaya bahwa Muhammad tidak seperti yang dilihat oleh umat islam. Mereka mengakui ada unsur positif dalam diri Muhammad, tapi mereka tak mau menutup mata pada hal-hal negatifnya. Ada banyak catatan Sejarah yang mengungkap sisi gelap Muhammad, yang selalu diabaikan bahkan disangkal oleh umat islam. Sisi negatif Muhammad ini terangkum dalam 2 kata, yaitu bejat dan biadab. Kebejatannya tampak dalam prilaku seksualnya, sedangkan kebiadabannya terlihat dari kesadisannya.

Adanya 2 sisi yang bertentangan ini mengindikasikan ada yang tak beres dengan kejiwaan Muhammad. Sayangnya, kajian psikologi atas sosok Muhammad ini sangat sulit ditemui. Dua buku berikut ini mau menampilkan kajian psikologi tentang Muhammad. Untuk membaca atau mendapatkan e-book ini, silahkan klik link di bawah ini

 

https://drive.google.com/file/d/18K1e2jQlQaBDgls855XSjYznNxtwLJuu/view?usp=sharing

https://drive.google.com/file/d/1CN0RJ8UdvYcFFc9l6M1NxiPt7K3xq2sI/view?usp=sharing

Rabu, 16 April 2025

Ternyata Tauhid Itu Bukanlah Monoteisme


 Sudah umum kalau islam dikaitkan dengan tauhid. Bagi umat islam, kata itu selalu didengungkan oleh guru agamanya sejak dia kecil, dan terus digaungkan hingga dia beranjak dewasa. Karena tidak ada budaya kritis, maka kata itu diterima begitu saja tanpa pernah ada upaya untuk mengkritisinya. Dia hanya memahami tauhid itu monoteisme, karena begitulah yang dikatakan orangtua, guru ngaji, ustad, ulama dan kyainya. Karena itu, kepada orang lain pun dia akan mengatakan islam itu agama monoteisme. Dan tak jarang dia akan berani sesumbar di Indonesia hanya islam saja yang berdasarkan Pancasila. Karena sila pertama itu ada kata esa, dan kata itu dimaknai dengan satu atau tunggal, sementara Tuhan agama-agama lain itu banyak.