Selasa, 09 Juli 2024

Tanggapan atas Ceramah Menachem Ali tentang Penyaliban Yesus


 Sangat menarik mengikuti ceramah Ustad Menachem Ali tentang penyaliban Yesus. Video ceramah tersebut bisa dilihat di link ini: https://www.youtube.com/watch?v=YT1_d1sd05c&t=2447s. Pada video di atas hanya dikutip 5 menit untuk menjadi pembahasan topik ini.

Dari sini kita bisa melihat kebodohan Menachem yang mengaku diri pakar, sekaligus membongkar kalau ternyata alquran bukan wahyu allah.

Jumat, 05 Juli 2024

KATOLIK ITU KRISTEN JUGA LHO!


 Selama ini kita disodori pemahaman yang keliru. Agama yang ada di Indonesia itu adalah seperti kristen, katolik, ... dst. Penyebutan ini mengandaikan bahwa katolik itu bukan kristen. Hal ini dipertegas di kolom agama pada KTP. Padahal katolik itu adalah juga kristen, malah harus dikatakan akar kekristenan itu ada pada katolik. Video berikut ini mencoba menjelaskan kekeliruan selama ini.

Jumat, 28 Juni 2024

RENUNGAN HARI JUMAT BIASA XII - THN II

Renungan Hari Jumat Biasa XII, Thn II

Bac I 2Raj 25: 1-12; Injil         Mat 8: 1-4

Injil hari ini melanjutkan bacaan Injil kemarin. Dalam Injil kemarin dikatakan bahwa Yesus selesai dengan pengajarannya. Rangkaian pengajaran Yesus dalam bab 5 – 7 dikenal dengan Sabda di Bukit, karena Yesus menyampaikan pengajarannya di atas bukit. Hal itu terlihat dalam ayat 1 Injil hari ini: Setelah Yesus turun dari bukit,…..

Apa yang terjadi setelah Yesus turun dari bukit? Diceritakan bahwa Yesus berjumpa dengan seorang kusta yang menyembah Yesus dan memohon, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” (ay. 2) Dan selanjutnya penginjil Matius mengisahkan Yesus menjamah orang itu dan kemudian menyembuhkannya (ay. 3).

Apa yang menarik dari kisah ini? Di sini Yesus mau menunjukkan implementasi dari pengajaran-Nya. Yesus mempraktekkan apa yang disampaikan kepada orang banyak di bukit. Di bukit Yesus mengajarkan “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Mat 5: 4), setelah turun dia mendekati dan menjamah orang kusta dan menjamahnya. Jaman dulu orang kusta selalu disingkirkan. Menjamah berarti menjadi najis. Di sini Yesus sekaligus mewujudkan kasih yang disampaikan-Nya di bukit. Tidak hanya mengasihi orang yang mengasihi-Nya (Mat 5: 46). Selain itu, Yesus mempraktekkan ajarannya tentang menghakimi (Mat 7: 1-5). Dulu orang Yahudi memvonis orang kusta adalah orang berdosa, dikutuk Allah, dan lain sebagainya. Namun Yesus tidak berpikiran seperi itu. dia malah mengasihi orang kusta itu. Di sini lewat sabda-Nya tuhan menghendaki supaya kita senantiasa mewujudkan apa yang kita ucapkan dalam Tindakan nyata.

by: adrian