Kamis, 27 Juli 2023
DIALOG IMAGINATIF#4
Dialog imaginatif adalah sebuah dialog fiktif. Dialog ini murni direkayasa. Dapat dipastikan dialog ini tak pernah terjadi dalam kehidupan nyata. Namun bukan lantas berarti dialog ini tak punya makna. Ada pesan yang hendak disampaikan dalam dialog tersebut.
Selasa, 25 Juli 2023
TAK SEMUA ORANG TERPANGGIL UNTUK MENIKAH
Ada
orang merasa aneh melihat sesamanya yang sudah berusia 30 tahun bahkan lebih
belum juga menikah; atau melihat pastor dan suster tidak menikah. Tak jarang
orang-orang seperti ini disematkan label negatif seperti ‘orang tak laku’ atau
‘perawan tua’ bahkan dicurigai sebagai kaum homoseks. Di balik pemikiran ini
terbersit bahwa menikah itu sebuah kewajiban; bahwa setiap orang harus menikah.
Hal ini sering membuat banyak orang gelisah, ketika menginjak usia 30-an belum
juga menemukan jodoh. Apakah Gereja Katolik mengajarkan demikian?
Tidak.
Dalam Ketekismus Gereja Katolik (KGK) ditegaskan bahwa tidak semua orang
dipanggil untuk menikah. Memang kepenuhan hidup terdapat dalam hidup menikah,
namun orang-orang yang hidup selibat pun dapat mencapai kepenuhan hidup. Yesus
Kristus menunjukkan cara khusus kepada para murid-Nya; Ia mengajak mereka untuk
tidak menikah “demi Kerajaan Sorga” (Mat 19: 12).
Banyak
orang yang hidup selibat menderita kesepian. Hal itu mereka anggap sebagai
kekurangan dan kerugian. Namun orang yang tidak harus mengurus pasangan atau
keluarga juga menikmati kebebasan serta memiliki waktu untuk melakukan hal-hal
yang berarti dan penting yang tidak pernah bisa dinikmati oleh mereka yang
menikah. Mungkin itu kehendak Allah, bahwa Ia harus mengurus orang yang tidak
ada orang lain mengurusnya.
Tentu saja panggilan kristen tidak pernah merendahkan pernikahan atau seksualitas. Selibat yang dilakukan dengan sukarela dapat dilakukan hanya dalam cinta dan karena kasih, sebagai pertanda kuat bahwa Allah lebih penting daripada apa pun. Orang yang belum menikah menolak hubungan seksual, tetapi ia tidak menolak cinta. Dengan penuh kerinduan ia pergi untuk bertemu dengan Kristus, Sang Mempelai yang akan datang (Mat 25: 6).
diambil dari tulisan 6 tahun lalu
Senin, 24 Juli 2023
DALAM ISLAM IBLIS DAN SETAN ADA DI SURGA
Sorga
adalah sebuah istilah yang dipakai dalam dunia keagamaan. Semua agama mempunyai
istilah tentang sorga. Umumnya agama-agama melihat sorga sebagai suatu tempat
di alam akhirat yang dipercayakan untuk umat yang semasa hidupnya di dunia
berbuat kebaikan sesuai ajaran agamanya. Dengan kata lain, bisa dikatakan bahwa
sorga merupakan imbalan atau pahala atas amal baik yang telah dilakukan manusia
selama hidupnya di dunia.
Lawan
dari sorga adalah neraka. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa neraka adalah
tempat siksaan kekal bagi mereka yang melakukan kejahatan atau selama hidupnya
tidak mengikuti ajaran dan perintah Tuhan. Akan tetapi, bagi orang islam,
neraka adalah tempat bagi orang-orang kafir (QS Ar-Ra’d: 35, QS Al-Baqrah: 24);
sementara orang kafir itu adalah orang yang tidak menganut iman atau agama
islam. (Untuk mengetahui konsep kafir ini, silahkan baca: Memahami Kata ‘Kafir’dalam Islam)
Dalam
islam, sorga sering dijelaskan dalam berbagai surah di Al Quran sebagai tempat
keabadian berupa jannah. Sorga ini disediakan bagi orang-orang
yang takwa (QS Ar-Ra’d: 35, QS Muhammad: 15, QS Al-Qasas: 83, QS Al-Hijr: 48,
QS Ad-Dukhaan: 55). Sekalipun sudah menyatakan bahwa tempat bagi orang kafir
adalah neraka, tidak lantas berarti semua orang islam otomatis masuk sorga (QS
Al-Baqarah: 214, QS Al-Imran: 142, QS Al-Ankabut: 2 – 3).
Akan
tetapi, ada sedikit yang aneh tentang sorganya orang islam. Bahwa ternyata
setan dan iblis ada di sorga. Hal ini dapat dibaca dalam Al Quran surah
Al-Araf: 12 – 13 dan ayat 20. Pada ayat 12 – 13 tertulis, “(Allah) berfirman,
‘Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika
Aku menyuruhmu?’ (Iblis) menjawab, ‘Aku lebih baik daripada dia. Engkau
ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.’ (Allah)
berfirman, ‘Maka turunlah kamu darinya (sorga); karena kamu tidak sepatutnya
menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk
yang hina.’”
Pada
kutipan ayat 12 – 13 ini terlihat jelas dialog antara Allah dan Iblis. Dapatlah
dikatakan bahwa dialog itu terjadi di sorga. Inti dialog itu adalah iblis
menyombongkan diri di hadapan Adam, yang waktu itu juga berada di sorga (bdk. QS
Al-Araf: 19). Kesombongan iblis membuat Allah murka, dan akhirnya mengusir
iblis keluar dari sorga. Artinya, sebelum diusir, iblis sudah ada di sorga.
Ayat
20 berbunyi: “Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar
menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup...” Yang dimaksud ‘mereka’
dalam ayat ini adalah Adam dan Hawa; ini merujuk pada ayat sebelumnya (ayat
19). Pada ayat 19 sangat jelas tertulis bahwa Adam dan Hawa tinggal di sorga.
“Dan (Allah berfirman), ‘Wahai Adam! Tinggallah engkau bersama isterimu dalam
sorga ....”
Jadi, tampak jelas bahwa dalam surah Al-Araf dikatakan bahwa iblis dan setan ada di sorga. Surah Al-Baqarah mengatakan bahwa mereka yang hidup di sorga bersifat kekal (QS Al-Baqarah: 82, bdk QS Hud: 23). Jika beberapa surah yang telah disebut di atas menyebutkan bahwa sorga diperuntukkan bagi mereka yang takwa, apakah berarti iblis dan setan termasuk makhluk yang takwa? (Silahkan jawab sendiri).
diambil dari tulisan 6 tahun lalu