Senin, 24 Oktober 2022

MELAWAN KANKER BERSAMA ROSARIO

 

Aku memberikan kesaksianku dengan sangat senang hati. Aku berjanji kepada Tuhan Yesus, jika ibuku disembuhkan, aku akan memberikan kesaksian agar orang-orang dapat membacanya dan mengerti bagaimana Tuhan Yesus menolong dan memperhatikan kita di dalam kemalangan kita. Semuanya berawal sepuluh tahun yang lalu. Ibuku diketahui menderita kanker payudara dan harus dioperasi. Ia menjalani kemoterapi dan radiasi selama lebih dari dua tahun. Puji Tuhan, ibuku selamat!

Awal tahun ini payudaranya yang satu mulai mengeluarkan nanah berwarna kuning kecoklatan. Situasi yang sangat menyedihkan. Dengan sangat sedih, ibuku berkata kepadaku, “Semuanya mulai dari awal lagi.” Aku segera menelepon saudariku yang sedang bekerja dan memberitahu dia apa yang terjadi. Pada hari berikutnya, ibuku berkonsultasi dengan dokter di IPO Coimbra. Ia sudah biasa ke sana setiap tahun untuk pemeriksaan berkala. Dokter menyampaikan kepadanya bahwa ia akan segera menganalisis cairan yang keluar dari puting payudaranya itu. Namun hasilnya baru bisa diketahui delapan hari kemudian.

Delapan hari penantian itu menjadi hari-hari menderita. Berhubung kami sudah mengenal buku Rosario Pembebasan, saudariku dan aku mulai berdoa novena. Pada waktu itu kami berdoa Rosario Pembebasan dua sampai tiga kali sehari. Keponakan-keponakanku juga berdoa bersama kami. Dengan iman yang sungguh-sungguh kami berdoa memohon kepada Tuhan Yesus agar Ia berbelas kasih kepada ibu kami. Tuhan Yesus mendengarkan doa kami.

Sesudah hari kedelapan, kami akan segera mengetahui hasilnya. Kami sangat gelisah dan aku mempunyai perasaan yang tidak baik sama sekali. Ketika ibuku menelepon, kami berdua menangis karena hasil analisisnya adalah negatif. Itu bukan kanker, tetapi hanya infeksi dan sekarang ibuku sudah semakin sehat.

Rahmat inilah yang paling aku inginkan. Tetapi lebih banyak lagi rahmat yang diberikan kepada keluarga dan untuk perlindungan anak putriku dan semua wanita. Terima kasih Tuhan Yesus karena menjadi Sahabat sejati yang begitu baik. Terima kasih Yesus. Terima kasih!

diambil dari tulisan 7 tahun lalu

Minggu, 23 Oktober 2022

STUDI ALQURAN: SURAH AL-AHZAB AYAT 59

Wanita islam selalu diidentikkan dengan jilbab. Awalnya orang mengira bahwa jilbab itu dikaitan dengan kesucian. Jadi, wanita yang mengenakan pastilah dinilai sebagai wanita yang baik-baik. Dewasa kini pandangan itu runtuh. Ada begitu banyak wanita jilbab dengan perilaku bejat. Misalnya, banyak video dan foto porno dengan wanita berjilbab, atau banyak ditemui di media sosial foto-foto wanita berjilbab dengan lekuk tubuh yang aduhai. Studi kali ini mencoba membahas topik jilbab dengan merujuk pada surah al-Ahzab ayat 59, sebagai wahyu Allah yang mewajibkan wanita berjilbab.


Seandainya mengalami kesulitan dalam membuka video di atas, silahkan mencoba buka di channel youtube kami.

Jumat, 21 Oktober 2022

KAJIAN ISLAM ATAS SURAH AL ANAM AYAT 101

 


Dia (Allah) pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (QS 6: 101)

Al-Qur’an merupakan pusat spiritualitas dan dasar iman bagi hidupnya. Umat islam yakin bahwa Al-Qur’an merupakan firman Allah yang disampaikan langsung kepada nabi Muhammad SAW (570 – 632 M). Apa yang tertulis dalam kitab itu, mulai dari surah al-Fatihah hingga surah an-Nas, diyakini sebagai perkataan Allah sendiri. Keyakinan ini didasarkan pada firman Allah sendiri yang banyak terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Karena itu, umat islam akan marah jika ada yang melecehkan Al-Qur’an. Pelecehan terhadap Al-Qur’an sama artinya pelecehan terhadap Allah, dan umat islam wajib bangkit untuk melawan. Allah sudah memberi perintah agar umat islam membela Allahnya yang mahakuat dan maha perkasa. Dan terhadap pelaku pelecehan itu, Allah sudah menentukan hukumannya, yaitu dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang (QS al-Maidah: 33).

Umat islam meyakini bahwa Allah itu maha segalanya. Berhubung Allah itu maha benar, maka Al-Qur’an diyakini sebagai kitab yang benar. Dasar keyakinan umat islam ini tidak hanya berdasarkan dari konsekuensi logis atas keyakinannya akan Allah yang maha benar, melainkan karena Allah sendiri sudah menyatakan hal tersebut dalam kitabnya. Malah bisa dikatakan perkataan Allah inilah yang menjadi keyakinan utamanya, karena bagi umat islam Allah tidak mungkin salah dan berbohong.

Berangkat dari dua pemahaman di atas, maka kutipan ayat di atas merupakan perkataan langsung dan asli dari Allah SWT. Allah berbicara dan Muhammad mendengarnya. Apa yang tertulis di sana seperti itu juga yang didengar oleh nabi Muhammad SAW. Kutipan ayat di atas diambil dari surah al-Anam, surah keenam dalam Al-Qur’an, ayat 101. Memang harus juga diakui tidak semua yang tertulis di atas merupakan kata-kata Allah. Dua kata yang berada dalam tanda kurung, yakni kata “Allah” dan kata “mungkin” dapat dipastikan merupakan tambahan kemudian yang berasal dari tangan manusia. Dengan kata lain, dua kata itu tidak pernah diucapkan oleh Allah. Sebenarnya tanpa ada tambahan itu pun, kalimat Allah sudah jelas. Kata “mungkin” hanya untuk mempertegas kata di depannya, sedangkan kata “Allah” untuk menjelaskan arti kata ganti “Dia”. Tanpa kata “Allah”, pembaca sudah tahu bahwa yang dimaksud dengan “Dia” adalah Allah. Ini bila dikaitkan dengan ayat-ayat sebelumnya. Dari ayat 95, sudah digunakan kata ganti “Dia” sebagai ganti Allah yang ada di depannya. Memang menjadi pertanyaannya, kenapa sebelum ayat 95 Allah memakai kata ganti “Kami” sebagai ganti Allah (ayat 89 – 94, dan sebelum ayat 89 kembali pakai “Dia”). Atau kenapa sesudah ayat 104 Allah memakai kata ganti “Kami” sebagai ganti Allah. Jadi, di sini sudah terlihat jelas 3 hal, yaitu betapa Allah islam tidak konsisten, Allah islam tidak jelas dan/atau Allah islam lebih dari satu (karena “kami” dan “dia” adalah 2 entitas yang berbeda).